Rabu, 04 April 2012

Selamat Datang KoNfLiK....kau memperjelas "statusku"..


Konflik memang selalu berkonotasi negatif, memang iya sih...masa ada orang yang senang dan memuji jika ada konflik antar manusia dalam kehidupan ? Tentu tidak.  Tetapi konflik tidak bisa tidak hadir dalam hidup manusia, ia selalu ada dan mengikuti kehidupan kita...kalau gitu kita cari sisi lain (bukan sekedar positif) daripada kesan negatif, kita buat saja konflik menjadi keuntungan jika hadir walau tidak diundang...setuju ??  Selamat datang Konflik...hahah aku menyambutmu...?!?

Ya kita katakan saja selamat datang karena tidak ada area bebas konflik, setiap rumah tangga pasti pernah punya konflik, kalau ngak gitu ya ngak ada persoalan KDRT tingkat tinggi di Indonesia; persoalan di kantor /kerjaan; persoalan antar masyarakat, suku, dll; persoalan antar negara...waduh mana tempat yang bebas area konflik?? di kehidupan religius..beuhhh...makin mengerikan, banyak kedok terpasang hormat pada Pencipta tapi baku hantam sesama...

Nah karena konflik selalu ada maka manusia-manusia bijak memberikan solusi bagaimana jika konflik kita manage'kan sehingga ada solusi-solusi yang dapat menjadi pilihan....nah ini kan namanya menyambut konflik, belum datang sudah dikasih pilihan pemecahan....memang selamat datang konflik judul yang tepat deh...solusinya apa? pilihannya apa?...minimal ada 2 pilihan solusi katanya, yakni solusi pertama diarahkan kepada keadaan menang dan kalah, karena itu bertarunglah secara jujur dan terimalah keadaan menang atau kalah...solusi ini sebenarnya akan selalu menyisakan sakit hati, dendam, perasaan terbuang, dll bagi pihak yang kalah...solusi kurang baik ah !Solusi kedua katanya manusia bijak yang mencoba me-manage konflik adalah win-win solution..dimana ketinggian pertimbangan dan keberanian, keterbukaan akan menghasilkan "perdamaian" karena masing-masing akan puas dengan keputusan yang mempertimbangkan haknya masing-masing....benarkah solusi ini merupakan keputusan yang memuaskan ?? ketika manusia diperbandingkan, di "adu" kepandaian, argumentasi, kepintaran bermain kata, ...minimal tetap menyisakan saingan, kecurigaan, dan tafsiran yang luas terhadap keterbukaan dan kepandaian "lawan" dalam mencari solusi...

Selamat datang konflik.....menawarkan sisi lain daripada yang lain, bukan menang kalah, bukan menang-menang tetapi mengajak, menyertakan, mengikut sertakan SANG DAMAI ditengah konflik kita, apa kira2 pandangan SANG DAMAI atas konflik kita ?  bagaimana cara dan hasil jika SANG DAMAI ada di konflik kita ??
  • Sang damai akan katakan konflik apapun adalah indikasi keburukkan dan kegagalan manusia dalam hidup antar manusia lainnya....karena di dalam konflik pasti ada unsur : permainan KUASA, permainan KEKERASAN, dan kegagalan manusia dalam mengkontrol EMOSI ....
  • Sang damai katakan bahwa manusia TIDAK BISA menyelesaikan konflik antar sesama, karena tidak ada sumber KEBENARAN yang menjadi acuan antar sesama...manusia yang ada "sumber" konflik, masakan dapat "sumber" solusi sekaligus ? Mustahil ....karena itu solusi bukan ditangan manusia tetapi seharusnya ditangan Sang Damai..
  • Sang damai menawarkan bagi mereka yang ingin menghadirkan damai, menyerahkan secara TOTAL konfliknya kepada DIA, sehingga tidak ada waktu berunding karena sia-sia...tidak ada hak untuk membalas, karena bisa menimbulkan kejahatan baru sementara jika manusia berkonflik perlu kembali memurnikan hati, emosi, dan tingkah lakunya...supaya tidak terlibat kekerasan, kuasa, dan menambah permusuhan ..
  • Sang damai menawarkan dan sekaligus mewajibkan bagi pengikutNYA untuk tetap melakukan yang benar, yang baik, yang mulia, yang menjadi berkat bagi sesama....selebihnya urusan mereka yang mendatangkan kejahatan /sumber konflik diserahkan kepada Sang Damai untuk bertindak
  • Penawaran Sang Damai untuk menyelesaikan konflik dengan caraNYA adalah untuk mendatangkan ketenangan dan kedamaian bagi para pengikutNYA yang taat..
Selamat datang Konflik....kau memperjelas statusku...

konflik yang tidak terhindar antar sesama di semua area kehidupan, kini memberi keuntungan baru...aku kenal diriku di situasi konflik, yakni

  • apakah aku pembawa damai atau perselisihan di dalam kehidupan antar manusia...kegagalan dan kemunafikkan percaya kepadaNYA jika ternyata aku membawa konflik kepada sesamaku....
  • apakah aku benar-benar pengikut Sang Damai, jika aku lebih suka berkonflik daripada mendatangkan kebaikkan kepada sesama....?
  • apakah aku benar-benar belajar perkataan Sang damai yang menghendaki kasih, pengampunan, bahkan mendoakan mereka yang memusuhi hidup kita...
  • apakah aku benar-benar percaya Total kepada solusi Sang damai dengan tidak membalas perbuatan orang lain, dan menyerahkan DIA bertindak atas persaoalan hidupku...hal ini membutuhkan pengalaman keyakinan dan iman yang luar biasa...
  • apakah aku  dapat meneruskan kebaikkan, kebenaran, kasih ditengah kehadiran konflik....? ini merupakan kedewasan tingkat tinggi yang diwariskanNYA kepada mereka yang ada di dalam DIA...
Selamat datang konflik.....kau memperjelas statusku....seorang percaya atau tidak kepada Sang kebenaran dan kedamaian sejati.....

Pembalasan itu adalah hakKU. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan..

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...