Minggu, 12 Februari 2017

 

Upaya Tidak Sama dengan Hasil.....Mau ??

Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang.....Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri ....(Hagai 1:6,9)


Teks diatas jika ditujukan kepada kita apa perasaan dan respon kita ? Tentu sedih, susah dan bertanya-tanya mengapa bisa demikian? rugi susah payah kalau hasil tidak sesuai ...

Tetapi demikianlah berita yang sebenarnya jika kita mengabaikan kehidupan sebagai umatNya, dan lebih memperhatikan kehidupan kita sendiri, keluarga kita dan semua yang kita inginkan tanpa peduli akan keinginanNYA dan rencanaNya atas hidup kita ...

Kitab Hagai adalah sejaman dengan Zakharia, ditulis di situasi bangsa Israel pulang dari pembuangan di Babel.  Bangsa Israel belum punya kepekaan akan makna pembuangan, belajar dari sejarah untuk tindakan Allah kepada mereka....mereka mengulang ulang perlakuan yang salah yakni tidak mendengar kehendakNya, kemauanNya, kembali sibuk dengan diri sendiri dan tidak peduli kehidupan rohani...biasanya juga pola mereka berlanjut dengan kehidupan moral yang tidak benar.

Hagai diutus untuk mengingatkan mereka, mana penyesalan dan pertobatan mereka sehabis pulang dari pembuangan.  Oleh karenanya jika mereka tetap berlaku tidak benar dihadapanNya maka semua usaha mereka sia-sia, tidak ada hasil ....hanya belas kasihanNya ketika dikatakan ada hasil sedikit, tidak sampai kenyang...tetapi diakhiri kalimat sia sia dengan "ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang.."

Dengan ketegasan berita ini maka respon sangat penting untuk menentukan masa depan.  Untunglah respont mereka takut kepada Tuhan, mau mendengar suara nabiNya baik penguasa dan imam besar pada masa itu...maka hagai menyatakan "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman Tuhan." (Hagai 1:13)

Semua kehidupan yang kita jalani adalah kehidupan yang mengacu kepada "hasil," bukan ?  Alangkah sia-sia jika upaya kita yang begitu memeras keringat ternyata tidak berbuahkan apa-apa...ingat bahwa Firman ini bukan ditulis untuk bangsa israel pada masa itu, tapi peringatan bagi kita yang suka mengabaikan suaraNya, hidup untuk diri sendiri, lupa panggilanNya, hidup dalam kenikmatan dunia yang terus dikejar....dimana letak relasi kita dengan TUHAN ? ya....saya berelasi kog, buktinya saya beribadah dan persembahan....dst

Relasi dengan Tuhan bukan ditunjukkan dengan sikap aktivitas keagamaan saja, namun ditunjukkan dengan memperhatikan suaraNya dan tidak mengabaikan setiap waktu...mereka yang bekerja tanpa mengabaikan suaraNya maka bukan hanya hasil materi, tetapi akan ada sukacita berkelimpahan, akan ada daya terus menerus untuk memikirkan karya-karya bagi manusia lainnya, kepuasan hidup dengan bersyukur, dan hidup menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk memilih jalan yang benar dan menyenangkan.....lawan jalan suka-suka diri sendiri, menyenangkan tapi beberapa saat...

Mari perhatikan suaraNya, kehendakNya, maka BERKAT pasti menjadi milik mereka yang setia  ..


Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...