Jumat, 08 Oktober 2010

Aku akan Berjalan di tengah-tengahmu - Imamat 26:12


"Tetapi Aku akan hadir ditengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKU" -Imamat 26:12

Kehadiran Allah bagi kebanyakkan orang sehubungan dengan kesuksesan, kelancaran, kesembuhan, lulus ujian, dll..Benarkah?  Kalau kita menganggap hal ini tidak benar (memang seharusnya demikian) namun ternyata tidak sama dengan pola tingkah laku sehari-hari....Apa yang kita pikirkan ketika kita kena musibah, ketika keluarga /diri kita mengalami penyakit terminal (CA), ketika bencana alam....maka umumnya manusia selalu "bertanyak" (secara implisit) dimanakan Allah?, apakah dosa dan kesalahanku (Allah absent atau menghukum), dst

Teks diatas menunjukkan covenant Allah dan umat yang inisiatif utamanya adalah ALLAH, hal ini berarti bahwa tidak ada sesuatupun dan oleh siapapun yang dapat membatalkan pernyataan tersebut.  Konsep yang dinyatakan dalam teks ini tentu sehubungan dengan keadaan manusia yang sekalipun dalam keadaan susah, sakit, bahaya, dll

Lalu persoalannya dimana??   Manusialah yang tidak memiliki komitment untuk tetap menjadikan DIA Allah disepanjang waktu-waktu hidupnya; sehingga pada saat susah, sakit, bahaya manusia kehilangan relasi dengan ALLAH dan menganggap ALLAH absent, padahal manusialah yang absent dari hadapan ALLAH.....kalau manusia selalu menerima kehadiranNYA disetiap detik, maka ketika susah, sakit, bahaya...ia justru BERTEMU dengan ALLAH yang mengasihinya....
Kesadaran "baru" kita hari ini adalah ALLAH hadir sekalipun kita ada dalam kesusahan, sakit, bahaya...memang sebagian orang secara konseptual sudah memahaminya, masalahnya adalah kepandaian religius /kemampuan untuk mengkorelasikan dengan kejadian hidup kita sehari-hari .....

Bagaimana supaya kita merasakan kehadiranNYA yg tanpa absent ?
1) Persoalannya bukan di diri ALLAH karena IA tidak bisa mengingkari janjiNYA, persoalannya ada di diri manusia sehubungan dengan komitment dan kesungguhan
 2) Disiplin Rohani...membaca Firman, saat teduh, melatih pikiran dan tindakan sesuai FT, bersekutu dengan orang2 percaya, melatih diri menjadi berkat bagi semua orang.......
3) Menerima Keputusan TUHAN yang paling baik bukan di ranah konsep, tetapi di hati terdalam dengan kesadaran penuh bahwa IA jauh mengasihi kita lebih dari diri kita sendiri

Berapa banyak orang-orang disekeliling kita ketika berhadapan dengan masalah akhirnya "lari" dari hadapan TUHAN?? Hal ini sangat berhubungan dengan  kesalahan konsep tentang kehadiran ALLAH dan arti sesungguhnya dari janji ALLAH bahwa ia selalu berjalan ditengah-tengah hidup umatNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...