Sabtu, 17 Januari 2026

Pencapaian Doktor FISIP UNAIR

 

UJIAN DOKTOR TERBUKA 
19 JUNI 2025 

Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik 


Panitia Penguji Disertasi 

Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si 
Anggota :
1. Dr. Kris Nugroho, Drs., MA
2. Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra.,MA.
3. Prof. Dr. Phil. Toetik Koesbardiati, Dra
4. Prof. Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D
5. Prof. Sulikah Asmorowati, S.Sos., MdevSt.,Ph.D.
6. Dr. Sri Endah Kinasih,S.Sos., M.Si.
7. Imam Yuadi, S.Sos., M.MT.,Ph.D.
8 Dr. Sudarso, Drs., M.Si 

Tertutup 03 Maret 2025 
Ketua : Prof. Dr. Phil. Toetik Koesbardiati , Dra
Anggota :
3. Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si 
4. Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D
5. Prof. Dr. Hotrman Siahaan, Drs.
6. Prof. Dr. Warsono, MS ( mantan rektor UINSA) 
Surat tugas 26 Februari 2025 

Nomor : 2326/UN3. FISIP/I/PK.03.02/2025

1. Dr. Kris Nugroho, Drs., MA
2. Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra.,MA.

"Dari Traumatis Menuju Harmoni Sosial: Refleksi Pengalaman Penyintas Pengeboman Gereja 13 Mei 2018 Dari Perspektif Peter Berger dan Thomas Luckmann"
 


Dr. Bertuah Agustina Manik, S.Th., M.Th. (071817047308)


ABSTRACT

 

Indonesia is a country with a pluralistic society, both cultural, linguistic, religious and ethnic.  Pluralistic societies are generally prone to conflict and intolerance.  Indonesia is a country prone to intolerance, especially intolerance in the context of religion.  This research exposes religious intolernce, especially Christianity to Muslims, in the context of the bombings in three churches in Surabaya, on May 13, 2018.

This research uses a qualitative method, with the perspective of community construction theory from Peter L. Berger and Thomas Luckmann.  The informants in this study were victims of acts of radicalism, in three churches in Surabaya on May 13, 2018. Informants from the Catholic Church of Santa Maria Immaculate are activists and teachers of the faith, Informants from the Indonesian Christian Church are clergy, elders and activists, and informants from the Central Pentecostal Church of Surabaya are clergy and people. The purposive research location is the city of Surabaya, according to the bombing incident on May 13, 2018.

The results of this study show that the impact of intolerance on the bombings in the three churches can be challenged through Berger and Luckmann's theory through externalization, where informants have trauma to people who wear Muslim religious clothing, vigilance, suspicion, and daily attitudes that avoid relationships with Muslims. However, this has changed, in the process of objectification. The Church as an institution.

The government and religious leaders, through interfaith prayer gatherings, have expressed their strong condemnation of the church bombings, but also their faith in forgiveness and peace.  The church bombing incident is a threat to the Indonesian nation, therefore all elements must unite. This externalisation and objectification simultaneously influence internalisation, so that informants from various layers realise that the bombing incident is addressed with collective vigilance. The finding of this research is an attitude of harmony and solidarity rather than intolerance.

The study found that acts of intolerance in the church bombings in Surabaya did not succeed in dividing the community, did not succeed in cornering Christians to retaliate and be intolerant of Muslims. The conclusion of this study is that religious intolerance, especially the bombing of Christian houses of worship, does not have an impact on division, retaliation or other intolerance, even if an attitude of solidarity is developed. This is due to the cooperation between religious institutions, the government and religious leaders to realize unity and mutual vigilance.

 

Keywords: religious intolerance, radicalism, externalization, objectification, internalization.


 

                                                            KATA PENGANTAR

Puji Tuhan, Praise The Lord, saya bersyukur untuk proses study di Universitas Airlangga, study ini dapat menjadi proses spiritual yang sangat menggembirakan dan penuh anugerah Tuhan.  Saya terus belajar untuk dapat menghasilkan penelitian yang sebaik-baiknya, dan sesuai dengan penulisan akademis yang dapat dipertanggungjawabkan. Para dosen sosial politik banyak memberi sumbangsih dan sangat menolong saya, temtu terutama promotor dan ko-promotor yang mendampingi penelitian ini. Judul disertasi saya ini, Dari Traumatis Menuju Harmoni Sosial : Refleksi Pengalaman Penyintas Pengeboman Gereja 13 Mei 2018 dari Perspektif Peter Berger dan Thomas Luckmann.”

Suatu kerinduan terdalam saya adalah toleransi antar agama di bumi Indonesia, supaya bangsa yang majemuk ini semakin dewasa dalam keperbedaan, dan tujuan akhirnya adalah kemajuan Bangsa Indonesia di mata dunia.  Kerinduan saya dalam penulisan ini, bahwa agama yang baik dan spiritual yang suci, dapat menjadi pembawa perdamaian bagi seluruh manusia.

Harapan saya disertasi ini dapat menjadi acuan, referensi dan perenungan bersama bagi penelitian-penelitian selanjutnya. Sekalipun penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam penulisan ini.  Kiranya Tuhan selalu menolong kita bersama untuk mewujudkan kebersamaan, kasih antar sesama dan saling menghargai keperbedaan iman di bumi Indonesia.

------------------------------------------------------------

Halleluya, segala puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yesus Kristus atas semua kesempatan yang diberikan dalam studi ini.  Tidak terbayangkan bahwa waktu yang lama menyelesaikan studi ini adalah supaya saya belajar sungguh-sungguh memahami bagaimana penelitian dapat dilaksanakan dengan sebaiknya, dan herannya saya senang sekali menikmati proses studi, dan Puji Tuhan dalam keadaan sehat terus.

Proses panjang studi ini, akhirnya dapat saya jalankan dengan kemurahan Tuhan semata-mata.  Tema Disertasi ini mengingatkan saya pribadi untuk mengupayakan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam perbedaan iman, sehingga hidup bersama di bumi Indonesia menjadi damai sejahtera.

Proses panjang studi ini, tidak mungkin dapat selesai dengan baik, tanpa bantuan para dosen sospol Universitas Airlangga, dan banyak pihak yang membantu, mendoakan dan mendukung berjalannya studi ini.  Ijinkan saya menyebutkan nama-nama mereka, yakni :

1.    1.  Promotor, Dr. Kris Nugroho, Drs. MA. dan Co. Promotor,  Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra., MA. sangat sabar dan teliti dalam menolong penulis dalam penelitian yang baik, mengarahkan dan membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan studi.

2. 2. Ketua Program Studi Doktoral Ilmu Sospol, Prof. Dr. Toetik Koesbardiati, Dra.,yang selalu rajin memberi semangat untuk dapat menyelesaikan studi.

3. 3.  Dekan dan seluruh staf dari Fakultas ilmu sosial dan politik Universitas Airlangga Surabaya, terimakasih untuk fasilitas dan karya layanan bagi saya pribadi selama menempuh studi di Airlangga

4.   4.  Penasehat akademik, Prof. Dr. Musta’in Drs, M.Si (alm), juga diawali oleh Prof. Ramlan yang pernah mendampingi penulis diawal study, diskusi dan bimbingan yang sangat berarti, sehubungan penulis berlatar belakang teologi.

5.     5. Para Dosen MKPD ( Mata Kuliah Penunjang Disertasi), Metodologi oleh    Prof. Dr. Romo Armada , Teori oleh Prof. Dr. Bagong, dan Materi oleh Pak Novri Susan, Ph.D.  Para dosen penguji , antara lain : Prof. Hotman Siahaan, Dr. Airlangga Pribadi Kusman, Prof. Thomas Santoso, Prof. Warsono, MS, dan seluruh tim penguji lainnya. Para Guru Besar dan Dosen S3 Sospol Unair dalam memberi materi perkuliahan, sebagai dosen penguji  yang sangat berharga bagi penulis.

6.    6. Rektor Universitas Airlangga Surabaya, terimakasih atas diijinkannya saya mendapat ruang belajar menempuh program doktoral dalam ilmu sosiologi, fakultas ilmu sosial dan politik.

7.    7.  Seluruh staf akademik, Pak Rofig, Mas Tino, Mb. Rischa, Mb Anisa, Mas Yoga yang terus memolong penulis dalam menghadapi setiap ujian dan informasi penting dalam menempuh studi.

8.    8. Seluruh teman-teman prodi S3 angkatan 2018-2019 , yang mempunyai kata kekompakan, ”Mati aku rekk,” yang mengingatkan kebersamaan, saling mendukung dan memberi sebutan aku “umik,” terimakasih kepada komandan Puji, Mbak Arini, Poppy, Feby, Refty, Netty, Rojabi, Ilham, Zammy, Mukayat, Rio, Sudhan, Dhany, Ali, Habib, Noer Sidik.

9.    9.  Majelis Jemaat GKI Sulung, sekalipun kurang memahami langkah saya untuk studi doktoral di Unair, saya tetap berterimakasih karena studi ini dimulai dengan ijin pimpinan gereja pada saat memulainya.  

10.  10. Jemaat GKI Sulung yang mendukung dan mendoakan studi saya. Terimakasih banyak kepada Ibu Ika dan Pak Irwanto yang memberi tempatnya untuk aku menyelesaikan disertasi, Luki dan Ivon yang memberi kendaraan kapan saya membutuhkan, Melany, alm. Ibu Mega yang terus menerus mengatakan bangga atas studiku, alm. Bupen Rut dan Pakpen Siswanto sebagai rekan share pelayanan dan semua rekan-rekan, yang tidak bisa saya sebut satu persatu dalam komunitas GKI Sulung.

1111. Keluarga Besar Manik, untuk orangtua alm. Drs.M.Manik dan alm. Dasima Silalahi ( bunda yang mendorongku studi lagi), Bang Binsar, Kak Rita (prof yang juga memahami proses studi dan memberi arahan), Kak Muti, Bang Bona, eda Uwi, eda Nining, Bang Samudra dan keponakanku Marcello, Elder dan Adon. Keluargalah yang mendoakan aku tak henti dalam proses panjang studi ini.

1212. Sahabatku Denny Lalitan, Linda Bustan, Martus (Pemberi rekomendasi study, bersama alm. Ibu Atty dari SAAT, Malang) dan Kunkun, Njoo Mee Fang, dan tentunya group kopi sulung sebagai komunitas yang menyenangkan sebagai teman ngobrol pada saat berkunjung ke Surabaya.  Sahabat dan kawans sangat berarti bagiku dalam mendukung dan mendoakan.

        Penulis menyadari sepenuhnya bahwa disertasi ini, masih banyak kekurangan, jauh dari sempurna, karena itu masukan pembaca sangat diharapkan dalam memperbaiki tulisan masa mendatang.  Kiranya penelitian ini, bukan hanya berhenti pada masa studi doktoral dan bermakna dalam memenuhi syarat kepada penulis, tetapi juga dapat memberi kontribusi pada dunia akademik, secara khusus penelitian-penelitian relasi antar agama, dan penelitian sosial masyarakat.  Akhir kata, terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus yang menjawab segala pergumulan dan doa penulis. 

 

 















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencapaian Doktor FISIP UNAIR

  UJIAN DOKTOR TERBUKA  19 JUNI 2025  Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik  Panitia Penguji Disertasi  Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs....