Rabu, 29 Desember 2010

HATI YANG MENYEMBAH Lukas 2:8-20

Pikirkanlah Beberapa pertanyaan berikut : 
1) Apakah semua orang yg datang ibadah natal sudah pasti mengikuti ibadah natal ? Ya, pasti
2) Apakah semua orang yang mengikuti ibadah natal, sudah pasti menyembah kepada Tuhan? 
    Belum Tentu ( Alasan datang ke gereja macam2: bisnis, ikuti tradisi, dll)
3) Apakah semua yang mengikuti ibadah natal adalah orang2 yang TAAT ? Wahhhh.....ngak janji deh....ya
    mungkin 30 % dr umat yg dtg..:( 


 Oleh karena itu maka ibadah kristiani tidak serta merta menghasilkan pribadi yang menyembah kepada TUHAN, apalagi taat kepada TUHAN !! tidak heran kalau dalam setiap jaman Gereja /umat mudah sekali diombang-ambingkan pengajaran yang berkembang pada saat itu !!

Contoh :

Abad 17,18 : Masa ini juga disebut sebagai masa Rasionalisme dan Pencerahan. Descartes menekankan cara berfikir yang berpengaruh sampai abad-19 dan meletakkan dasar perkiraan kesadaran modern, yaitu: (1) keyakinan akan pikiran manusia, (2) mengutamakan manusia sebagai pribadi, (3) imanensi Tuhan, dan (4) keyakinan bahwa sifat alami manusia bisa dan selalu diperbaiki.
Situasi Gereja ??  
* Yang Positif adanya Reformasi oleh Marthin Luther dan John Calvin 
* Yang Negatif , munculnya kritik yg berlebihan terhadap Firman ...menolak adanya mujizat, kisah alkitab yg
    non rasional ( masih bibit)  
 Abad 18,19  Masa Romantisme yang diawali dengan disadarinya keunikan individu dan konsekwensinya mengenai pentingnya pengalaman individu sebagai sumber khusus mengenai arti yang tidak terbatas, ini memberi nilai lebih pada kepribadian dan kreativitas individu melebihi semua nilai lain. Jean-Jacques Rousseau dan Immanuel Kant adalah arsitek dibelakang liberalisme romantis ini.

Situasi Gereja ??
Sudah Semakin didengungkan bahwa agama wilayah intuisif, pengalaman (lih. Schleiermacher). Jadi Tidak penting Yesus apakah ia Allah atau manusia (cenderung berpendapat manusia saja) karena yg penting pengalam religious setiap individu, bukan sejarah  iman
 


Abad 19,20


Teologi Liberal masa ketiga ini juga sering disebut sebagai Modernisme dan menghadirkan pandangan yang ujung-ujungnya menafikan hal-hal yang supranatural & mujizat dan yang kekal (aeternum) termasuk Tuhan.

Situasi Gereja ??
  • Kisah Tentang Yesus hanya fiksi, karangan manusia (masih ingat film Davinci code?), jadi unsur rasional manusia sangat dominan.
 Abad 20,21 : Post Modern – dimana keyakinan dan kepercayaan kita ini tidak ada nilai bagi orang lain; Cuma bernilai bagi diri sendiri ; semua orang bisa membangun agamanya dengan cara2nya sendiri ; sulit ditebak apakah ia mempunyai pemahaman yang benar karena tidak jelas pandangannya /tdk pasti

Situasi Gereja ??   
  • Mengikuti NEED umatnya !! Semuanya kesenangan umat dalam beribadah !! sulit membawa kepada pemahaman ttg ALLAH yang benar


Persoalan :  Dengan cara apa gereja mampu melawan arus jaman?? Ketika Gereja Tidak Mampu Melawan arus jaman, apa yang sebenarnya terjadi ? Manusia yang ada didalamnya tidak memiliki kualitas rohani / Manusia yg jauh dari memiliki Penyembahan kepada Tuhan dan FirmanNya !!

Suatu Keprihatinan sekali terjadi disepanjang sejarah kekristenan, tentunya kehidupan bergereja bahwa gereja mengalami “ketidakmampuan” untuk melawan situasi jaman dan pengajarannya.   Wajah Yesus seringkali berubah2, bahkan kadangkala tidak nampak di ibadah2 umat karena berganti dengan wajah umat dan keinginan2nya, wajah “penguasa” gereja ?




Kembali kepada konsep Menyembah Allah ; mengembalikan bahwa keagamaan kita bukan difokuskan  kepada Manusia dan keinginannya tetapi kepada ALLAH yg satu2nya CENTRAL dari penyembahan Umat ; IA yang harus dimuliakan dan harus disembah . Situasi yang demikian kita jumpai dalam natal pertama



Teks : Perhatikan Apa yang Terjadi dengan PARA GEMBALA YG MENERIMA BERITA NATAL !!

Latar Belakang .

Dalam Berita Natal, ada tokoh2 Natal yang harus kita ingat dan tidak boleh dilupakan, sikap dan keteladanan mereka terhadap kehadiran TY : Yusuf yg mempersembahkan ketaatannya.; Maria yg mempersembahkan tubuhnya; Para gembala mempersembahkan kasih mereka yang mendalam; Para orang majus mempersembahkan penyembahan mereka.

Namun, pada saat yang sama ada juga orang-orang yang kehilangan makna Natal yang pertama: Pemilik penginapan yang terlalu sibuk memperhatikan tamu-tamunya.; Para tamu yang terlalu memusatkan perhatian pada kenikmatan jasmani dan urusan pribadi, sehingga tak tersentuh oleh peristiwa yang terjadi di kandang domba itu; Raja Herodes yang begitu larut dalam perasaan tidak nyamannya, istananya, dan impian-impiannya yang menyedihkan untuk menggapai kemuliaan. 

Para Gembala adalah kelompok orang-orang yang sangat menghormati hadirnya Sang Natal, apa yang mereka lakukan adalah sikap yang benar-benar menyembah.

Tema kita adalah hati yang menyembah, dengan contoh para gembala ini maka proses bagaimana hati yg menyembah :
I. Hati Yang Menyembah harus dimulai Sapaan ALLAH kepada Manusia: gembala disapa sang ilahi  (9-11)

Para gembala merupakan orang dari kalangan bawah yang dianggap rendah di dalam masyarakat Palestina pada awal abad pertama. Keadaan mereka menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti upacara-upacara, yang mempunyai arti yang sangat penting bagi orang-orang yang beragama. Para gembala juga dianggap tidak dapat dipercaya dan bahkan tidak diperkenankan memberi kesaksian di depan pengadilan.

Tetapi para malaikat datang kepada para gembala membawa berita yang besar, yaitu bahwa Kristus Tuhan -- Juruselamat dunia -- telah lahir di kota Daud (ayat 11). Dan bertentangan dengan anggapan orang lain terhadap diri para gembala, para gembala itu dapat mengerti bahwa orang yang sesat itu perlu mendengar berita besar itu. Keadaannya masih tetap sama sampai sekarang. Tuhan Yesus adalah Juruselamat dunia. Dan tanpa Tuhan Yesus manusia masih tetap dalam keadaan tersesat.

Para Gembala mendapatkan good news – dalam perbandingan ayat yang lain menunjukkan datang kepada orang2 pilihannya (Yes. 40:9; 52:7; 61:1) tentang kelahiran Tuhan Yesus.  Cf. Kis 2:36; 2 Kor. 4:5; Phil. 2:11). Luar biasanya Gembala dapat mengerti berita yang luar biasa ini (penggenapan dan perdebatan kaum intelektual)

Peristiwa dari gembala inilah yang menjadi DASAR dari lahirnya penyembahan yang benar, mereka dijumpai ALLAH / disapa ALLAH….

Hati yang menyembah tidak dapat dimulai dari keinginan manusia, tetapi inisiatiif dari Allah yang menyapa manusia- dan manasia meresponinya 
Mungkin Kita bisa berdalih, "Allah tidak menyapa saya seperti gembala, sehingga saya tidak salah jika tidak bisa menyembahNYA"...Apakah ini Benar ?? Anda datang ke gereja dan mendengar Firman, Anda memiliki Alkitab, Anda disediakan pelayanan2 untuk dilakukan di gereja....benarkah ALLAH tdk menyapa?? Bukankah Respont manusia yang TIDAK menyambut sapaan ALLAH setiap hari/jam/detik??


Sama seperti mall2 punya konsep natal- menghilangkan Kristus, bayi natal, orang majus, gembala- karena apa? Karena sudah diganti dengan tokoh2 dunia yang lebih ngetop. Mungkin kita tidak respont karena mata kita sudah ditutupi dengan hoby, nafsu, dosa2 dan kelemahan kita...atau keindahan lainnya....

Aplikasi :

Apakah kita masih mendengar suara ALLAH di Natal yang menyapa kita ? jika tidak selamanya kita tidak pernah datang untuk menyembah


II. Hati Yang Menyembah selalu disertai Tindakan Iman :Para gembala tidak memiliki ruang ragu akan perintah Sang ilahi (ayat 15,16) 
 Saya senang dengan teks ini, tidak pake tanyak2, ragu, curiga..tetapi para gembala lekas-lekas pergi untuk pergi ke Betlehem.

Adam Clarke (tokoh reformasi) mengatakan bahwa semua penundaan adalah berbahaya, tetapi orang yang setelah mendengar Injil lalu menunda untuk mencari / datang kepada Yesus, membahayakan kebahagiaan kekalnya.

Hati yang menyembah memiliki unsure dimana ia seorang yang bertindak berdasarkan firman Tuhan yang didengar, dibaca dan dipelajari.  Seberapa besar kita bisa bertumbuh bukan dengan banyaknya mendengar dan mendengar, tetapi berani bertindak sesuai firman. 


Iman kita, ketundukkan kita kepada TUHAN, kesungguhan kita menyembah TUHAN adalah sesuai prosentasi seberapa seringnya kita memperlakukan firman TUHAN setiap hari…..program2 gereja hanya mengarahkan, menolong, memandu…tapi sampai di rumah, di kehidupan sehari-hari tidak dilakukan….hampir tidak ada artinya.!!

Benarkah hati kita menyembahNYA ? Sama dengan pertanyaan Apakah kita tiap hari TAAT akan perintahNYA /firman !!

Mungkin kita bisa tidak taat karena kita tidak yakin akan apa yang kita pelajari dengan janji2 ALLAH dengan kenyataan disekeliling kita !

Para gembala mendapat berita besar /luar biasa…..tetapi yang kita tahu mereka menemukan Tuhan Yesus lahir dengan cara sangat sederhana, hal itu tidak melemahkan iman mereka bahwa benar DIA sudah datang, dan mereka percaya sepenuhnya.  Bahkan sekarang mereka mengerti orang yang tidak dianggap seperti merekapun dapat anugerah besar….  

 III. Hati yang Menyembah mampu melihat KESESUAIAN Perintah ALLAH dan apa yang terjadi disekelilingnya ( Kepekaan KARYA ALLAH) : Para Gembala bisa memuliakan ALLAH karena mereka melihat karya ALLAH yg sempurna !!


Ketika semua heran akan pernyataan para gembala itu, tindakan Maria bagaimana ? dia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (19).  Maria masih mengumpulkan kejadian2 yang ajaib menyertai kelahiran TY, disamping pembuktian moralnya bahwa memang ia mengandung dari Roh Kudus. 

Tetapi menarik sekali dengan tindakan gembala !! kalau pemberitaan bahwa gembala itu akhirnya memuliakan ALLAH dan memberitakan apa yang terjadi itu sering kita dengarkan !! tapi apa yang menyebabkan mereka melakukan pujian dan memuliakan ALLAH ??

Saya melihat hal yang menarik lainnya, yakni 

20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka


Kata Sesuai /sama seperti /tepat…..nah ini yang seringkali tidak dimiliki orang-orang percaya !!  Gerakan yang sama antara IMAN, Sikap, dan tindakan….

Contohnya: saya haus, perlu minum, dan bertindak untuk mengambil minum ( sesuai antara pikiran, keinginan dan tindakan) .  Caba kalau ngak pernah ngambil gelas untuk minum maka haus teruss, juga kalau keinginan ada tetapi tidak bertindak ya tetap haus….

Sama juga orang mendengar Firman !! bagus ! yup ! Sipp ngerti !! stabillo teksnya, tulis di catatan, trus ngak melakukannya !! ?? J

Menyembah kepada TUHAN bukan saja mengatakan aku percaya tetapi aku melakukannya dengan segenap kekuatanku !

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar suatu kesulitan2 tentang rumah ibadah di bandung.  Sebagian rumah ibadah mempunyai ijin dan sudah lama berdiri, tetapi dipersoalkan, kesulitan2 ibadah kristen terjadi berulang2 .Apakah umat Tuhan tidak dapat lagi menyembah TUHAN jika rumah ibadah tidak ada lagi ?? Penyembahan kita ada di PERCAYA akan Firman; Melakukan FIRMAN setiap hari …bukan dibangunan fisiknya,toh kita tahu semakin iman mendapat tantang besar bukan semakin habis, malah semakin subur…DIA bekerja luar biasa bagi para penyembah Benar !!

Saya membaca mailing list indo timur, islamisasi yang terang2an…sayang sekali anak2 TUHAN terpancing dengan debat kusir yang kearah emosional…Para penyembah yang sesungguhnya tidak akan kena pengaruh kepercayaan lain dan situasi apapun, karena mereka sudah bertemu ALLAH dan melihat karyaNYA yg sempurna atas diri, kel, masy, dll!!
Kiranya NATAL 2010 ini menjadikan kita Penyembah2 yang Benar dan berkenan kepadaNYA....Respont, Taat dan Setia di situasi jaman apapun !!

Selasa, 09 November 2010

KATA HARI INI

1. Humility is quick to confess sin and slow to point out sin in others      - Charles Stanley
2. In some mysterious way, through shedding his blood Jesus took         into himself all the evil and all hostility of all the ages and           
    redeemed it -Richard Foster
3.The centre of salvation is the Cross -Oswald Chambers
4.What is it woth to us to learn a little bit more of what the Cross    
   means-life out of death, the transformation of earth's losses and          hearthbreaks and tragedies? -Ellisabeth Elliot
5.The true religious is if the balance both conceptual and actions - Agustina Manik

Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh Kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu 1Petrus 4:1



Apa yang perlu kita lakukan ketika kita teraniaya ?  Membalas aniaya itu? …Pasif atau Aktif ?

Pergumulan ini sudah menjadi pergumulan orang-orang Kristen di Indonesia, puluhan tahun yang lalu memang kita belum merasakannya dan teks diatas mungkin menjadi “hambar” karena tidak secara langsung terjadi atas hidup kita…..Namun sekarang penganiayaan fisik, psychis sudah dirasakan umat kristiani di Indonesia….
AKTIF MEMBALAS ?
Teks menunjukkan kata-kata kebahagiaan jika kita mengalami penganiayaan karena nama Kristus, apakah itu artinya tidak aktif membalas?...Tentu kita harus memperhatikan pengajaran Tuhan Yesus dan Alkitab yang secara umum tidak ada anjuran untuk membalas dendam, melakukan tindakan kejahatan terhadap sesama; yang menonjol justru mengasihi sesame (dengan kondisi apapun), mengampuni, bersabar dalam penderitaan, mempercayai Allah yang bertindak...Apakah kita tetap akan membalas??
Ketika saya amati tindakan orang-orang Kristen membalas, melakukan tindakan2 yang sama dengan orang-orang yang menganiaya, maka cirri khas dan keunikkan Kristiani menjadi semakin pudar.
Perhatikanlah sikap-sikap membalas orang-orang Kristen?  Memang nampaknya suatu militansi terhadap kerinduan menderita bagi Kristus, suatu semangat yang luar biasa terhadap pembelaan kebenaran, ironisnya dalam semangat “membela” Kristus /kebenaran hampir tidak ada lagi makna kasih.  Benarkah mereka yang membalas dengan semangat sungguh2 tertuju kepada Kristus?  Bisakah melakukan sesuatu tindakan “kebenaran” namun sekaligus melanggar “kebenaran” itu sendiri  (ajaran Firman untuk mengasihi sesame?)…mustahil bukan?...Bahkan orang-orang yang mau menunjukkan militansinya dengan pembelaan kepada kebenaran, sehari-haripun “tidak” mencintai kebenaran, kemunafikkan hidup sebagai orang percaya kerap dilakukan.
Saya menyimpulkan banyak tindakan-tindakan pembalasan orang-orang Kristen tidak kristiani, sebenarnya fokusnya adalah kepada kepuasan diri sendiri, kemuliaan diri sendiri dan bukan pembelaan kepada KRISTUS dan kebenaranNYA…

PASIF saja…??
Dunia memang membenci orang-orang yang percaya kepada Kristus, ini sudah dikatakan berkali-kali dalam alkitab.  Konsekwensi kita mempercayai TUHAN YESUS (yg tentu bukan karena keinginan kita sendiri tapi anugerah ALLAH) adalah penghinaan dunia, caci maki dunia, penganiayaan dunia kepada orang-orang yang percaya kepadaNYA.   Sebenarnya caci maki dan hinaan dunia bukan kepada orang-orang Kristen tetapi tertuju kepada DIA
Orang-orang percaya kepadaNYA adalah korban kebencian DUNIA kepada ALLAH, kita memiliki DIA dalam hati kita, dalam iman kita.  Sekali lagi caci maki dan penghinaan dunia adalah terarah kepadaNYA bukan kita..
Kita memang tidak bisa menghindar dari kebencian dunia selama kita hidup dalam dunia – bahkan Tuhan Yesuspun memang “membiarkan” kita berada dalam dunia yang jahat yang berdampak penyerangan kepada mereka yang percaya kepadaNYA…tetapi DIA menjanjikan PERLINDUNGAN ..”Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat” (Yoh. 17:15).

Orang-orang Kristen tetap melakukan keadilan, kebenaran dijaman yang sulit sekalipun.  Dalam hal ini berbicaralah tentang keadilan hidup disebuah bangsa jika memang demikian hak hidup Negara tersebut, berbicaralah tentang hukum2 yang berlaku dan yang telah diselewengkan oleh Negara, Mengajarkan kepada banyak orang untuk hidup dalam kedamaian dan kenyamanan (bukan karena dirinya sendiri) dalam sebuah Negara, senantiasa mengupayakan dialog-dialog kasih dan perbuatan-perbuatan kasih kepada siapapun (agama dan sosial apapun) ketika sedang ada dalam penganiayaan atau sedang ada dalam situasi nyaman….
Apakah Pasif?  Jelas TIDAK, jika menguapayakan kebenaran, kasih, perdamaian adalah tindakan yang parallel dengan hukum2 TUHAN lainnya….selebihnya jika kita tetap teraniaya, biarkanlah ALLAH yang bertindak, karena HUkumanNYA lebih dasyat daripada apa yg bisa kita perbuat..
TUHAN dalam WAHYU UMUM masih berbicara kepada mereka yang tidak percaya kepada KRISTUS untuk melakukan hal-hal yang baik untuk seluruh kehidupan…
Jaman belum berakhir, DIA masih bekerja dihatii semua manusia, hal ini berarti disekeliling kita TUHAN menempatkan orang-orang yang “tidak” percaya untuk menjadi sahabat, mitra dalam merencanakan kehidupan yang damai dan nyaman….mereka “utusan” TUHAN bagi umat kristiani, kita justru perlu mendoakan kehadiran mereka.
Orang-orang Kristen dalam kondisi apapun tetaplah melakukan kebaikkan, kasih, tidak membalas dendam, menyatakan keadilan, mendatangkan kedamaian, membela hak hidup orang banyak (termasuk non Kristen), berbicara keadilan…..masih dianiaya setelah berbuat hal ini ?  Bukan kita yang dianiaya tetapi KRISTUSlah tujuan aniaya itu, maka DIA sendiri akan bertindak….
Salam Sejahtera…

Kamis, 04 November 2010

Roh Manusia adalah Pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (Amsal 20:27)



Anda  ingin tahu siapa diri anda?  Anda ingin hidup terus bersinar ?  ……
Apakah manusia dapat menyelidiki hatinya sendiri ? Tentu TIDAK, alasannya manusia tidak bisa menjadi obyek sekaligus subyek bagi dirinya sendiri.  Manusia tidak berkuasa atas dirinya sendiri sehingga mustahil dengan cara apapun ia dapat mendefinisikan siapa dan bagaimana dirinya sendiri. Ironis bukan?  Ditengah segala keberhasilan manusia, kepandaian, pengalaman namun ia tidak bisa mendefinisikan dirinya sendiri ! itulah manusia…
Namun kita tidak perlu kuatir, karena ada yang memang membantu kita untuk mengetahui siapa diri kita, yakni Pencipta kita.  IA jauh lebih paham dan tahu akan ciptaannya, bahkan dalam diri manusia berdiam  “bagian” dari diriNYA sendiri.  Manusia mempunyai relasi yang dalam dengan penciptaNYA, lebih dari hubungan seorang anak dengan ibu yang melahirkannya.  Bahkan hubungan itu begitu dalamnya sampai melebihi pemahaman kita tentang hubungan itu sendiri.
ANDA mempunyai Hubungan yang dalam dengan Pencipta anda bukan sekedar perasaan saja, ini hal yang riil dan logis.  Jika ada di area perasaan saja, maka kita jatuh dalam sebuah pemahaman mistikisme, atau bahkan kita sedang menipu diri sendiri.  TIDAK !! hubungan anda dan TUHAN adalah suatu hubungan yang riil, “darah”NYA ada didalam aliran darah saudara.   Saya pernah merasakan hal-hal yang sama dengan saudara kandung saya, bahkan beberapa hal tindakan dan cirri khas saya sama dengan apa yang ada di diri saudara2 kandung saya, aneh ? tentu tidak, karena mereka sedarah dengan saya.  Bayangkanlah…Pencipta dan manusia tentu mempunyai relasi kedekatan jauh melebihi relasi kedekatan kita dengan siapapun juga….sadarkah ??
Nah , dengan menyadari DIA selalu ada di dalam aliran darah dan hidup kita, maka DIA mampu setiap saat menerangi pikiran, hati, jiwa kita…DIA tidak pernah tidak hadir dan tidak bisa tidak hadir di dalam hidup kita.  KehadiranNYA akan menerangi batin dan jiwa kita SETIAP SAAT, laksana mata kucing ditengah kegelapan….demikian terangNYA tidak pernah padam, tetapi jelas di hidup kita.  DIA ada bersama ROh manusia, sehingga jika kita “menghidupkan”/menyadari  roh kita maka pelitaNYA menyinari hidup kita ….
Roh Kita yang adalah tempat tahtaNYA akan mengatakan kepada kita : “kamu bersalah dalam bertindak kemaren”; “kamu melakukan hal yang tidak berkenan”; “jangan mencuri milik orang lain”; “Nah, bagikanlah apa yang kau miliki”; “janganlah membalas tindakannya”; “berdamailah”; “ampunilah”….dst, dst….
Anda tidak perlu mencari kedamaian ditempat2 yang jauh (seperti film eat,prays, and lovenya Julia Roberts), anda tidak perlu bertapa berbulan-bulan…..cukup hidupkanlah pelita hati kita dimana DIA bertahta, dan dengarkanlah dengan taat….Maka IA akan menerangi hidupmu senantiasa…

Selasa, 26 Oktober 2010

Renungan Bencana di dusun Kinahrejo-yogya; Tsunami di dusun Monga dan Munte kecil; Banjir di jakarta



 Keuntungan disaat Bencana negriku……

TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu  Mazmur 121:5

Renungan ini hadir ketika bertubi-tubi bencana KEMBALI menyapa negri ini….tentu bukan hanya keprihatinan dan doa, tapi terus terang perasaan “pesimis” terhadap alam dan dampaknya dimasa depan bagi negri ini……KEMBALI terjadi ….erupsi eksplosif Gunung Merapi..puluhan orang tewas terkena awan panas di dusun  Kinahrejo;  Dmeikian pula ratusan orang tewas dan hilang di dusun Monga dan Munte kecil karena tsunami ; Bencana Banjir di Jakarta……
Tentu saja seperti umumnya komentar dan banyak pendapat sekitar bencana, karena alam, manusia yang serakah  thd alam, tenaga ahli yang  kurang tanggap, pemerintah yang lambat dan tidak becus….sementara itu korban tetap korban ditengah semua perdebatan yang terjadi……
Masih Adakah KEUNTUNGAN ? Masih adakah NILAI POSITIF dibalik semua bencana yang bangsa Indonesia alami ??

MASIH ADA………

  • 1)      Manusia “DIPAKSA” berbicara tentang ALLAH….sekalipun adakalanya justru sisi negatif tentang PENCIPTA karena anggapan kenapa ALLAH membiarkan semua terjadi ….tapi toh tetap bicara tentang ALLAH, karena kenegatifan muncul karena ketidakmengenalan tentang PENCIPTA…Pembicaraan tentang ALLAH tidak bisa dipungkiri bagi korban, penolong, komentator, para ahli, pemerintah, dan hampir semua manusia sadar atau tidak sadar, terucap atau tidak terucap…..dibandingkan ketika TIDAK ADA KEJADIAN apa2…..BETAPA mahalnya sebuah peringatan adanya ALLAH, kesadaran tentang PENCIPTA karena harus lewat bencana yang menelan korban begitu banyak baru manusia LEBIH BANYAK bicara tentang ALLAH
  • 2)      Manusia “DIPAKSA” berdoa……saya membaca status FB, dan perjumpaan2 dengan manusia lainnya secara tidak langsung mengucapkan doa, di gereja2 atau pertemuan2 agama lainnya saya yakin terucaplah banyak doa tentang Bencana ini…..bahkan pribadi-pribadi yang JARANG Berdoa, juga berdoa …….untuk menghadirkan manusia yang bisa BERDOA ternyata MAHAL harganya….lewat bencana alam yang bertubi2 maka korban, penolong, komentator, para ahli, dan pemerintah ….juga pribadi lepas pribadi yang tidak pernah doa /jarang mulai mengucapkan DOA
  • 3)      Manusia “DIPAKSA” untuk mencari “kebenaran”….komentar tentang mempersalahkan orang lain /pihak lain/organisasi lain memang acapkali kita dengarkan ketika suatu bencana terjadi….sebenarnya ketika ada pihak yang menyalahkan pihak lain, maka ada KEBENARAN yg sedang dicari…..sadar atau tidak sadar begitu banyaknya manusia sedang membicarakan KEBENARAN, padahal sehari2nya hidup dalam kebohongan, merampas hak orang lain, berbuat jahat dengan orang lain….tetapi dengan bencana, ada arus yang sedang mempercakapkan “KEBENARAN” sehingga manusia yang jahat dan berdosapun secara tidak sadar menyadari diri sedang ada dalam ketidakbenaran…..Sekalipun yang dibicarakan adalah kebenaran informasi dan penanganan, namun nilai KEBENARAN sedang dipercakapkan …..Mahalnya mempercakapkan kebenaran karena perlu ada bencana yangbertubi-tubi…..
  • 4)      Manusia “DIPAKSA” belajar tentang arti kemanusiaan…..ketika bencana maka media akan memperlihatkan lebih banyak lagi orang2 yang sedang menolong baik mereka yang diutus resmi, organisasi resmi atau secara pribadi…..tim SAR, TAGANA, bantuan pemerintah, pengumpulan dana…..semua seolah menunjukkan manusia CARE terhadap sesamanya, sekalipun ada yang Cuma SOK Sosial, tapi tak apalah …toh tetap sedang menolong sesame.  HAL ini sangat bertolak belakang dengan kehidupan sehari-hari KEEGOISAN manusia yang sedang bekerja dan serakah untuk keuntungan diri, INDIVIDUALISME yang semakin semarak dengan ketidakpedulian nasib orang dll…..BENCANA membuat  manusia bertindak, menonton, menyumbang, berdoa yang menunjukkan contoh2 care manusia satu dengan lainnya….setidak2nya jika ia berada egois, serakah, tidak peduli maka bencana memaksanya memperhatikan nasib sesamanya….MAHALNYA untuk belajar kemanusiaan karena harus melewati sebuah bencana……

        Bagaimanapun juga sebagai rohaniwan aku menulis untuk mengingatkan diriku, merenungkan maksud TUHAN, mengingatkan sesamaku….DIA HADIR dalam BENCANA, DIA compassion jauh daripada yang kita pikirkan, DIA mengasihi manusia dengan caraNYA……Mengapa ada BENCANA sekeliling kita ?? Supaya manusia SADAR mencari TUHAN , manusia sadar BERDOA, manusia setia melakukan dan mencari KEBENARAN, manusia MENOLONG sesamanya……seandainya itu kita lakukan tiap hari, maka tidak perlu belajar dari Bencana……

Salam sayanku untuk semua manusia yang DIA Kasihi….JESUS  rindu menyelamatkan semua manusia, tidak terkecuali….:)

Minggu, 24 Oktober 2010

Jugun Ianfu II

 Lanjutan ....

Diawal 1990an, Kim Hak-sun dari Korea memecahkan kebisuan.  Murka karena seorang wakil pem.Jepang berani menyangkal keberadaan sistem wanita penghibur, ia menceritakan kisah dirinya 1991. Hal ini menjadi pertanda dimulainya gerakan internasional.  Tersentuh kesaksian wanita korea, sejarawan Jepang Yoshiaki Yoshimi menggali arsip dan menemukan bukti2 resmi terdokumentasi ttg kebijakkan Jepang mengenai bordil militer. Jepang merasa perlu mengadakan penyelidikan.  Dlm bulan agustus 1993 hal ini menghasilkan apa yg disebut sebagai "pernyataan kono," dimana pem.Jepang mengakui bahwa penguasa militer masa itu , secara langsung tidak langsung terlibat dalam pembuatan dan pengelolaan tempat penghiburan dan pemindahan para "wanita penghibur."  Pada sisi lain, perekrutan dilakukan oleh agen swasta, walaupun atas permintaan pihak militer.  "dalam banyak kasus, para wanita direkrut bertentangan dengan kemauan mereka sendiri, mealui cara2 pembujukkan, pemasaksaan dsb. dan kadangkala, personil administrasi/militer ikut mengambil bagian dalam perekrutan ini "
(Jugun Ianfu, Hilde Janssen h.10)

Mastia 1927, Sumedang,Jawa Tengah  (atas)

Mastia diambil paksa dari rumahnya oleh tentara jepang bersama 15 gadis lain dan diangkut ke markas tentara Cimahi.  Seorang kapten Jepang menjadikan Mastia wanita penghibur pribadi. Setelah Mastia pulang kampung ia menjalani upacara penyucian religius untuk membersihkan segala "kotoran."  Namun orang tetap memanggil saya "bekas jepang" dan menghina saya...sedih, saya sangat sedih, saya selalu teringat.  Mastia menikah empat kali dan tidak mempunyai anak.



Ronasih 1931, Serang , Jawa barat 

Padaa saat Ronasih masih berumur 13 tahun dan sedang pulang sekolah, dia diculik seorang serdadu kemudian dikurung di barak dekat desa.  Secara sistematis ia diperkosa selama 3 bulan oleh serdadu yg disebut "si bewok."  Ayahnya berusaha datang dan menggantikan ronasih sebagai tenaga kerja paksa, namun sia-sia.  Ronasih akhirnya disuruh pulang dengan keadaan tidak mampu berjalan lagi, dan harus merangkak untuk pulang karena badannya sakit.  beberapa kali nikah dan tidak dapat memiliki keturunan
Rosa 1929, Tanimbar, maluku Selatan

Kepala kampung mengatur pengiriman rosa ke rumah bordil Jepang di kota, padahal saat itu ia sedang hamil.  Pada saat akhir kehamilannya, ia diijinkan pulang namun bayinya tidak dapat diselamatkan seteah dilahirkan.  Rosa akhirnya tetap dinikahi pacarnya, dan penduduk kampung bungkam ttg kisah masa lalunya...rosa tidak berani menyatakan kisah lalunya kepada anak2nya karena baginya sangat memalukan... 

Kamis, 21 Oktober 2010

"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah"..Matius 5:8


MUNAFIKKKK!!! Mungkin kata-kata ini diucapkan mrk yang sudah mundur dari ibadah, atau apatis terhadap kekristenan dan ajarannya, bahkan apatis terhadap agama apapun....hmmm bisa dipahami, karena kemungkinan besar yg membuat dirinya apatis bukan saja melihat orang yg tidak sinkron antara iman dan tindakannya, tapi sebenarnya kalau mau jujur ia sendiripun sulit melakukan hal yang benar, baik, suci....

Mungkinkah kita bisa hidup dalam kekudusan? kesucian? kebaikkan?....kalau kita katakan tidak mungkin maka kita tidak mempercayakan ajakan Firman /TY sendiri dan tidak mempercayakan satu kataNYA berarti juga tidak mempercayai FT yg lainnya, sebagian orang pura-pura mempercayainya (karena kebiasaan percaya saja ) oleh sebab itu mereka menyembunyikan "dosa" supaya nampak suci dan benar...., sebagian orang lain tidak mempercayai 100% untuk bisa hidup dalam kesucian....sebenarnya posisi yg demikian tidak ada karena pilihannya percaya atau tidak sama sekali.....

Harus diakui bahwa ajakan untuk hidup dalam kesucian adalah suatu tantangan BESAR, masalahnya bukan mungkin atau tidak dilakukan, tetapi apakah kita "menjaga" hidup sedemikian rupa dan benar2 hidup didalam DIA terus menerus tanpa henti ?? Semakin kita hidup di dalam DIA terus menerus tanpa henti, maka kita akan heran bahwa apa yang tidak berkenan menjauh dengan "sendirinya"tanpa "usaha" yg keras .....ini rahasia yang mengherankan yang saya yakin karena KUASANYA....

"Kita tidak dapat suci sepenuhnya selama berada di dunia, tetapi kita dapat bertumbuh menuju kesucian di dalam sikap kita terhadap kecenderungan yg tidak benar dari hati"...kata-kata ini sangat saya sukai dari Abraham kuyper...BENAR adanya kita tidak dapat suci sepenuhnya bukan karena Firman yang tidak mungkin dilakukan tetapi karena ketidakmauan kita untuk terus berada didekatNYA, kadang kita ingin "bebas" sekalipun kita tahu itu salah.....karena kuasa kedagingan tidak sepenuhnya sirna pada saat kita hidup (Rom. 7:19)

Anda ingin membuktikannya ?? SILAHKAN.!!...saya sudah mengalaminya, ketika hati terkontrol Firman, ketika saya berkhotbah dari pergumulan akan Firman tiap hari, ketika pagi saya memuji TUHAN ....ketika itulah saya sangat tidak ingin melakukan hal-hal yang tidak berkenan....kenapa saya katakan "KETIKA" karena saya sadar sayapun berjuang....karena adakalanya tidak selalu terus meneruss TAAT....tetapi setidaknya saya sudah mencicipi bagaimana indahnya hidup suci dan benar.....maka saya yakin bahwa FIRMAN itu BENAR adanya !!

Saya ingin mengajak kita bukan BERJUANG LAWAN DOSA ( waduhh salah ya??hahaha...) tapi dicoba cara lain BERJUANG HIDUP DALAM DIA terus menerus....otomatis "TANPA USAHA YANG KERAS" anda "secara tidak sadar" sudah berada tidak suka terhadap DOSA dan "secara tidak sadar" anda berada dalam kesucian.....
 Buktikanlah !!!!

Senin, 18 Oktober 2010

Jugun Ianfu I

 Jugun Ianfu adalah "wanita penghibur."....inilah kisah hidup yang mengharukan seteah 65 tahun berselang, mereka rata-rata gadis berusia 13 tahun yang diperkerjakan seks, diperkosa oleh serdadu2 jepang di barak2 dekat desanya. Bagi Militer Jepang sistem wanita penghibur ini adalah sebuah kebijakkan pragmatis saja, bahkan disahkan dalamkementrian perang jepang tahun 1938.  Cara ini dapat mengatasi seks secara terkontrol, cara efektif untuk merangsang semangat pasukan, memelihara hukum dan tatanan, menghindari penyakit kelamin (1920an dan 1930-an banyak terjadi thd tentara Jepang di Siberia dan Manchuria)....80.000 an perempuan di wilayah asia,dibawah kekuasaan Jepang, saat memasuki PD II...jajahan mereka termasuk Indonesia.
Balatentara Jepang mendirikan rumah bordil militer utk pasukan jepang (+/- 3 juta), sekitar 50.000-200.000 jugun ianfu, termasuk 5000-20.000 orang indonesia ...
Bagaimana cara tentara Jepang memaksa mrk bekerja seks ini ??  Mereka diculik,diancam, diambil dr jalanan secara paksa atau janji2 palsu, diseret dr rumah mereka, dipanggil melalui kepala desa....usia mereka 11,12,13 pada saat kejadian tersebut....sungguh tragisss...

(Proyek Jugun Ianfu inisiatif wartawati Hilde Janssen dan Fotografer Jan Banning; dipersiapkan pertengahan tahun 2007- pemotretan Mei 2008-Juli 2009)




Wainem 1925, Karang Anyer, Jawa Tengah
 Kisahnya ia diambil paksa berprostitus, setahun di Solo dan dua tahun di Yogyakarta.  Siang hari bekerja bersama perempuan lain, tapi seringkali dibawa para serdadu ke kamar mereka di barak, tiap minggu diperiksa apakah hamil oleh seorang dokter jawa, yang diawasidokter Jepang.




  Emah 1926, Kuningan,Jawa Barat
Kisahnya dibawa dari rumah dan selama tiga tahun dia dipaksa berprostitusi dibeberapa bordil tangsi di Cimahi.  Diberi nama Jepang (karena umumnya mereka datang diphoto,diberi nama jepang) Miyoko dan sehari paling kurang melayani 10 lelaki: serdadu biasa dan perwira.....Serdadu memilih foto2 yang dipajang, dan Emah terpilih terus, sehingga ia menyesali kecantikkannya, bahkan mengatakan ingin terlihat jelek supaya dipulangkan.  Ketika ia pulang setelah perang berakhir, ternyata kedua orangtuanya sudah meninggal karena sedih. Sampai berusia lanjut dia tetapmencari nafkah sebagai pemijit tradisional, dan tidak pernah bisa mengandung. 

Rabu, 13 Oktober 2010

“Aku Berani Melompati Tembok” Maz. 18:30


Tidak banyak orang dapat melakukan hal-hal yang diluar kemampuan atau kebiasaan pada umumnya, karena hal ini membutuhkan keberanian dan tekad yang kuat .  Mungkin untuk sebagian orang yang secara natural memang dilahirkan dengan jiwa pemimpin atau “pemberani,” atau karakter yang memang suka untuk menghadapi berbagai tantangan maka mereka “senang” melakukan untuk suatu kemajuan diri atau lingkungannya.  Sebut saja George Washington, Winston Shurchill adalah para pemimpin yang membawa Negara mereka melalui perang kepada damai, tentunya dengan keputusan2 yang BERANI bagi kemajuan bangsanya…

Nah…untuk orang beragama tindakan diatas seringkali disebut tindakan IMAN, berani melakukan diluar spekulasi manusia pada umumnya. Benarkah IMAN???  Saya “mencurigai” bahwa ini hanyalah tindakan yang berani dilakukan orang2 ttt karena kepribadian mereka yang tangguh….BUKAN IMAN !!

Iman juga bukan bicara “label” agama, misalnya saya beragama Kristen makanya beriman kepada KRISTUS….benar IMAN??? BELUM TENTU !!

Iman bukan label agama, bukan jiwa “keberanian” dalam diri seseorang, bahkan bukan juga suatu spekulasi –spekulasi tentang kejadian2 kedepan …..

Persoalan muncul ketika membahas tentang IMAN adalah bahwa banyak orang sebenarnya bukan ber-IMAN yang sesungguhnya, ketika imannya tidak berelasi kuat dengan kejadian2 sehari-hari hidupnya, ketika kesusahan muncul, ketika kesuksesan dapat diraih,……KEBOHONGAN TERHADAPDIRI SENDIRI !!!



Setiap hari kita membutuhkan IMAN “PALSU”….ketika kita menikah kita tidak tahu bagaimana kelak pasangan kita, tetapi kita “beriman” dia baik-baik kepada diri kita…beberapa tahun kemudian baru iman kita tidak terbukti ; Ketika kita Study kita “beriman” dengan rumus2 yang diberikan, pendapat2 pada saat kita study (bahkan sebelum ada analisa dan hipotesa yang final) ternyata pada masa depan kita menemukan rumusan2 baru dan informasi baru….beberapa tahun kemudian baru iman kita tidak terbukti; ketika kita makan makanan setiap hari, kita “beriman” bahwa makanan kita sehat, sudah cukup baik akan membawa kesehatan bagi kita…..beberapa tahun kemudian iman kita tidak terbukti…dll

BUDAYA IMAN YANG PALSU ini juga menjadi “habit” untuk IMAN kita terhadap suatu kepercayaan, sehingga berpuluh2 tahun anda menyandang Beragama Kristen tapi tidak punya efek sama sekali dengan kehidupan, pergaulan, bisnis, rumah tangga,……tragisnya anda juga tidak tahu kemana arah dari akhir sebuah kehidupan…

Miliki IMAN YANG SEJATI, Tinggalkan IMAN yang PALSU !!! Jangan TIPU DIRI SENDIRI !!!

Iman yang sejati sama seperti pemazmur katakan keberanian melewati tembok, bukan karena jiwa petualangan, karakter pemimpin, atau orang yang suka tantangan….tapi karena dorongan ALLAH, Roh Kudus untuk melewati badai…..”dengan ALLAHku aku berani”

Iman yang sejati mempunyai ketaatan yang total, percaya bukan pada masa kini saja tetapi percaya bahwa final kehidupan sesuai dengan apa yang ALLAH nyatakan dalam firmanNYA- TIDAK BERUBAH – PASTI-ABSOLUT-BENAR-OBYEKTIF-KEKAL…..ini bukan hasil pemikiran manusia tetapi dinyatakan dan dianugerahkan oleh ALLAH kepada umatNYA

Iman yang sejati mempunyai EFEK yang sangat besarrrr terhadap keputusan bisnis, terhadap rumah tangga, pendidikan, pergaulan…sekalipun seolah TIDAK ADA JALAN KELUAR tetapi TETAP PERCAYA SEMUA AKAN ADA PERTOLONGAN UNTUK MELEWATI….

Iman yang sejati mempunyai kerinduan BERELASI TERUS MENERUS dengan ALLAH…Doa, saat teduh, menjaga kesaksian di pergaulan, tidak menipu dan berbohong…..mempunyai kesadaran yang penuh akan dosa…

Iman yang sejati membawa kita yakin final dari kehidupan kita adalah KEBAHAGIAN, JAMINAN YANG PASTI AKAN SELAMAT, DITERIMA OLEH TUHAN KARENA ANUGERAH, SENANG SELAMANYA….bahkan tidak pernah berpikir final hidup kita dikenakan hukuman, neraka, penyiksaan……karena IMAN DIA YANG BERANUGERAH DENGAN JANJINYA YANG PASTI MENERIMA KITA….

Apa anda memilikinya???? Selamat menikmati IMAN yang sesunggugnya atau bergumul dengan IMAN anda saat ini !!!


Minggu, 10 Oktober 2010

"Engkau harus berpaut kepada TUHAN Allahmu" Ulangan 30:20


 Berpaut Melawan Ciri Manusia Modern yang Mandiri.  Sebenarnya tidak mudah mempunyai karakter untuk "berpaut" kepada pihak lainnya,di kehidupan sehari-hari kita dituntut menjadi seorang yang mandiri, pintar, bernisiatif dan kreatif....setiap hari kita membangun sikap mandiri untuk mengambil keputusan-keputusan berbagai persoalan dipekerjaan, keluarga, bahkan pelayanan...secara tidak sadar yang kita bangun sikap-sikap mandiri, individualis, ...Namun Berpaut menuntut justru sikap kesungguhan bergantung pada pihak lain, sungguh-sungguh membutuhkan seseorang, dll.....Oleh sebab itu ajakan untuk berpaut kepadaNYA pun menjadi sangat sulit dilakukan bagi orang-orang modern dan produktif....

Bagaimana Cara kita untuk bisa memiliki kedua karakter yang kontras di tuntutan manusia modern dan tuntutan ALLAH ?? Mungkin kita menjawab ya dengan mencoba beribadah, saat teduh, pelayanan, dan sederetan disiplin rohani lainnya untuk mengingatkan kita bahwa kita ini harus berpaut padaNYA.  Apakah hal ini dapat berhasil ?  Tetap TIDAK MUDAH karena keseharian kita ada di situasi dan tuntutan untuk mandiri dan individualis, sudah menjadi "darah daging" tindakan kita lebih banyak didominasi hal-hal menjadi mandiri.

Kalau mau contoh sederhananya berpaut seperti seorang bayi yang totally pasrah sepenuhnya kepada ibunya, masa kita bisa bersikap itu di kedewasaan dan kemandirian kita ?? MUSTAHIL...
Berpaut berarti menyerahkan intelektual, kehendak, emosi ....setiap waktu kepada ALLAH....semakin mustahil kita lakukan......semakin menyadari kalau kita hari ini bisa mengingat kasihNYA, kebaikkanNYA, dan memiliki kerinduan akan ALLAH adalah dorongan yang IA berikan kepada anak-anakNYA....

ALLAHlah yang berinisiatif untuk kita bisa berpaut padaNYA....inisiatifnya juga melalui pengalaman-pengalaman dan kejadian2 hidup kita, sekalipun ada banyak kita menolak akan pengalaman2 yang IA ijinkan terjadi, kita lupa bahwa kalau usaha sendiri kita gagal dan gagal lagi....

Secara pribadi dengan kesadaran penuh saya merasa bersyukur untuk "kesendirian" sekalipun bukan berpikir ekstrim untuk hal ini.  Kenapa saya bersyukur?? karena dengan demikian ada keseimbangan yang selalu mengingatkan saya untuk bersandar kepadaNYA bukan kepada suami, anak, saudara, dll.(memang dalam keadaan "kesendirian" bisa juga semakin mandiri disisi lain). Ditengah "kemandirian" yang semakin tajam dalam tuntutan kehidupan saya, saya diseimbangkan dengan keadaan riil pribadi saya.....memang TUHAN baik dan punya cara yang indah supaya saya bisa berpaut kepadaNYA karena saya sadar kecenderungan diri saya adalah mandiri dan individualis...Mereka yang memiliki suami /istri/anak mungkin semakin "tergantung" kepada mereka, sehingga usaha untuk berpaut kepadanya menjadi usaha yang jauh lebih keras daripada mereka yang hidup sendiri...

Mungkin perenungan ini saya tujukan juga bagi pada lajang / duda /janda/ single parent / mereka yang putus dengan kekasihnya / mereka yang "tidak lagi dipedulikan" oleh keluarga , dll  Allah punya cara bagaimana kita bisa berpaut kepadaNYA ( bedakan bahwa ALLAh bukan perancang kesendirian manusia).  Oleh sebab itu bersyukurlah apapun keadaan kita karena sesungguhnya kebahagiaan itu adalah jika kita berpaut kepadaNYA.

Perenungan ini mengajak kita memiliki usaha-usaha yang keras untuk berpaut padaNYA dan menerima dengan ucapan syukur caraNYA supaya kita bisa berpaut kepadaNYA...
Apakah kita menerima "didikan" Tuhan supaya kita berpaut padaNYA.....
Apa usaha kita untuk tetap bisa berpaut padaNYA???

Jumat, 08 Oktober 2010

Aku akan Berjalan di tengah-tengahmu - Imamat 26:12


"Tetapi Aku akan hadir ditengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKU" -Imamat 26:12

Kehadiran Allah bagi kebanyakkan orang sehubungan dengan kesuksesan, kelancaran, kesembuhan, lulus ujian, dll..Benarkah?  Kalau kita menganggap hal ini tidak benar (memang seharusnya demikian) namun ternyata tidak sama dengan pola tingkah laku sehari-hari....Apa yang kita pikirkan ketika kita kena musibah, ketika keluarga /diri kita mengalami penyakit terminal (CA), ketika bencana alam....maka umumnya manusia selalu "bertanyak" (secara implisit) dimanakan Allah?, apakah dosa dan kesalahanku (Allah absent atau menghukum), dst

Teks diatas menunjukkan covenant Allah dan umat yang inisiatif utamanya adalah ALLAH, hal ini berarti bahwa tidak ada sesuatupun dan oleh siapapun yang dapat membatalkan pernyataan tersebut.  Konsep yang dinyatakan dalam teks ini tentu sehubungan dengan keadaan manusia yang sekalipun dalam keadaan susah, sakit, bahaya, dll

Lalu persoalannya dimana??   Manusialah yang tidak memiliki komitment untuk tetap menjadikan DIA Allah disepanjang waktu-waktu hidupnya; sehingga pada saat susah, sakit, bahaya manusia kehilangan relasi dengan ALLAH dan menganggap ALLAH absent, padahal manusialah yang absent dari hadapan ALLAH.....kalau manusia selalu menerima kehadiranNYA disetiap detik, maka ketika susah, sakit, bahaya...ia justru BERTEMU dengan ALLAH yang mengasihinya....
Kesadaran "baru" kita hari ini adalah ALLAH hadir sekalipun kita ada dalam kesusahan, sakit, bahaya...memang sebagian orang secara konseptual sudah memahaminya, masalahnya adalah kepandaian religius /kemampuan untuk mengkorelasikan dengan kejadian hidup kita sehari-hari .....

Bagaimana supaya kita merasakan kehadiranNYA yg tanpa absent ?
1) Persoalannya bukan di diri ALLAH karena IA tidak bisa mengingkari janjiNYA, persoalannya ada di diri manusia sehubungan dengan komitment dan kesungguhan
 2) Disiplin Rohani...membaca Firman, saat teduh, melatih pikiran dan tindakan sesuai FT, bersekutu dengan orang2 percaya, melatih diri menjadi berkat bagi semua orang.......
3) Menerima Keputusan TUHAN yang paling baik bukan di ranah konsep, tetapi di hati terdalam dengan kesadaran penuh bahwa IA jauh mengasihi kita lebih dari diri kita sendiri

Berapa banyak orang-orang disekeliling kita ketika berhadapan dengan masalah akhirnya "lari" dari hadapan TUHAN?? Hal ini sangat berhubungan dengan  kesalahan konsep tentang kehadiran ALLAH dan arti sesungguhnya dari janji ALLAH bahwa ia selalu berjalan ditengah-tengah hidup umatNYA

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...