Senin, 18 Oktober 2010

Jugun Ianfu I

 Jugun Ianfu adalah "wanita penghibur."....inilah kisah hidup yang mengharukan seteah 65 tahun berselang, mereka rata-rata gadis berusia 13 tahun yang diperkerjakan seks, diperkosa oleh serdadu2 jepang di barak2 dekat desanya. Bagi Militer Jepang sistem wanita penghibur ini adalah sebuah kebijakkan pragmatis saja, bahkan disahkan dalamkementrian perang jepang tahun 1938.  Cara ini dapat mengatasi seks secara terkontrol, cara efektif untuk merangsang semangat pasukan, memelihara hukum dan tatanan, menghindari penyakit kelamin (1920an dan 1930-an banyak terjadi thd tentara Jepang di Siberia dan Manchuria)....80.000 an perempuan di wilayah asia,dibawah kekuasaan Jepang, saat memasuki PD II...jajahan mereka termasuk Indonesia.
Balatentara Jepang mendirikan rumah bordil militer utk pasukan jepang (+/- 3 juta), sekitar 50.000-200.000 jugun ianfu, termasuk 5000-20.000 orang indonesia ...
Bagaimana cara tentara Jepang memaksa mrk bekerja seks ini ??  Mereka diculik,diancam, diambil dr jalanan secara paksa atau janji2 palsu, diseret dr rumah mereka, dipanggil melalui kepala desa....usia mereka 11,12,13 pada saat kejadian tersebut....sungguh tragisss...

(Proyek Jugun Ianfu inisiatif wartawati Hilde Janssen dan Fotografer Jan Banning; dipersiapkan pertengahan tahun 2007- pemotretan Mei 2008-Juli 2009)




Wainem 1925, Karang Anyer, Jawa Tengah
 Kisahnya ia diambil paksa berprostitus, setahun di Solo dan dua tahun di Yogyakarta.  Siang hari bekerja bersama perempuan lain, tapi seringkali dibawa para serdadu ke kamar mereka di barak, tiap minggu diperiksa apakah hamil oleh seorang dokter jawa, yang diawasidokter Jepang.




  Emah 1926, Kuningan,Jawa Barat
Kisahnya dibawa dari rumah dan selama tiga tahun dia dipaksa berprostitusi dibeberapa bordil tangsi di Cimahi.  Diberi nama Jepang (karena umumnya mereka datang diphoto,diberi nama jepang) Miyoko dan sehari paling kurang melayani 10 lelaki: serdadu biasa dan perwira.....Serdadu memilih foto2 yang dipajang, dan Emah terpilih terus, sehingga ia menyesali kecantikkannya, bahkan mengatakan ingin terlihat jelek supaya dipulangkan.  Ketika ia pulang setelah perang berakhir, ternyata kedua orangtuanya sudah meninggal karena sedih. Sampai berusia lanjut dia tetapmencari nafkah sebagai pemijit tradisional, dan tidak pernah bisa mengandung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...