Selasa, 26 Oktober 2010

Renungan Bencana di dusun Kinahrejo-yogya; Tsunami di dusun Monga dan Munte kecil; Banjir di jakarta



 Keuntungan disaat Bencana negriku……

TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu  Mazmur 121:5

Renungan ini hadir ketika bertubi-tubi bencana KEMBALI menyapa negri ini….tentu bukan hanya keprihatinan dan doa, tapi terus terang perasaan “pesimis” terhadap alam dan dampaknya dimasa depan bagi negri ini……KEMBALI terjadi ….erupsi eksplosif Gunung Merapi..puluhan orang tewas terkena awan panas di dusun  Kinahrejo;  Dmeikian pula ratusan orang tewas dan hilang di dusun Monga dan Munte kecil karena tsunami ; Bencana Banjir di Jakarta……
Tentu saja seperti umumnya komentar dan banyak pendapat sekitar bencana, karena alam, manusia yang serakah  thd alam, tenaga ahli yang  kurang tanggap, pemerintah yang lambat dan tidak becus….sementara itu korban tetap korban ditengah semua perdebatan yang terjadi……
Masih Adakah KEUNTUNGAN ? Masih adakah NILAI POSITIF dibalik semua bencana yang bangsa Indonesia alami ??

MASIH ADA………

  • 1)      Manusia “DIPAKSA” berbicara tentang ALLAH….sekalipun adakalanya justru sisi negatif tentang PENCIPTA karena anggapan kenapa ALLAH membiarkan semua terjadi ….tapi toh tetap bicara tentang ALLAH, karena kenegatifan muncul karena ketidakmengenalan tentang PENCIPTA…Pembicaraan tentang ALLAH tidak bisa dipungkiri bagi korban, penolong, komentator, para ahli, pemerintah, dan hampir semua manusia sadar atau tidak sadar, terucap atau tidak terucap…..dibandingkan ketika TIDAK ADA KEJADIAN apa2…..BETAPA mahalnya sebuah peringatan adanya ALLAH, kesadaran tentang PENCIPTA karena harus lewat bencana yang menelan korban begitu banyak baru manusia LEBIH BANYAK bicara tentang ALLAH
  • 2)      Manusia “DIPAKSA” berdoa……saya membaca status FB, dan perjumpaan2 dengan manusia lainnya secara tidak langsung mengucapkan doa, di gereja2 atau pertemuan2 agama lainnya saya yakin terucaplah banyak doa tentang Bencana ini…..bahkan pribadi-pribadi yang JARANG Berdoa, juga berdoa …….untuk menghadirkan manusia yang bisa BERDOA ternyata MAHAL harganya….lewat bencana alam yang bertubi2 maka korban, penolong, komentator, para ahli, dan pemerintah ….juga pribadi lepas pribadi yang tidak pernah doa /jarang mulai mengucapkan DOA
  • 3)      Manusia “DIPAKSA” untuk mencari “kebenaran”….komentar tentang mempersalahkan orang lain /pihak lain/organisasi lain memang acapkali kita dengarkan ketika suatu bencana terjadi….sebenarnya ketika ada pihak yang menyalahkan pihak lain, maka ada KEBENARAN yg sedang dicari…..sadar atau tidak sadar begitu banyaknya manusia sedang membicarakan KEBENARAN, padahal sehari2nya hidup dalam kebohongan, merampas hak orang lain, berbuat jahat dengan orang lain….tetapi dengan bencana, ada arus yang sedang mempercakapkan “KEBENARAN” sehingga manusia yang jahat dan berdosapun secara tidak sadar menyadari diri sedang ada dalam ketidakbenaran…..Sekalipun yang dibicarakan adalah kebenaran informasi dan penanganan, namun nilai KEBENARAN sedang dipercakapkan …..Mahalnya mempercakapkan kebenaran karena perlu ada bencana yangbertubi-tubi…..
  • 4)      Manusia “DIPAKSA” belajar tentang arti kemanusiaan…..ketika bencana maka media akan memperlihatkan lebih banyak lagi orang2 yang sedang menolong baik mereka yang diutus resmi, organisasi resmi atau secara pribadi…..tim SAR, TAGANA, bantuan pemerintah, pengumpulan dana…..semua seolah menunjukkan manusia CARE terhadap sesamanya, sekalipun ada yang Cuma SOK Sosial, tapi tak apalah …toh tetap sedang menolong sesame.  HAL ini sangat bertolak belakang dengan kehidupan sehari-hari KEEGOISAN manusia yang sedang bekerja dan serakah untuk keuntungan diri, INDIVIDUALISME yang semakin semarak dengan ketidakpedulian nasib orang dll…..BENCANA membuat  manusia bertindak, menonton, menyumbang, berdoa yang menunjukkan contoh2 care manusia satu dengan lainnya….setidak2nya jika ia berada egois, serakah, tidak peduli maka bencana memaksanya memperhatikan nasib sesamanya….MAHALNYA untuk belajar kemanusiaan karena harus melewati sebuah bencana……

        Bagaimanapun juga sebagai rohaniwan aku menulis untuk mengingatkan diriku, merenungkan maksud TUHAN, mengingatkan sesamaku….DIA HADIR dalam BENCANA, DIA compassion jauh daripada yang kita pikirkan, DIA mengasihi manusia dengan caraNYA……Mengapa ada BENCANA sekeliling kita ?? Supaya manusia SADAR mencari TUHAN , manusia sadar BERDOA, manusia setia melakukan dan mencari KEBENARAN, manusia MENOLONG sesamanya……seandainya itu kita lakukan tiap hari, maka tidak perlu belajar dari Bencana……

Salam sayanku untuk semua manusia yang DIA Kasihi….JESUS  rindu menyelamatkan semua manusia, tidak terkecuali….:)

Minggu, 24 Oktober 2010

Jugun Ianfu II

 Lanjutan ....

Diawal 1990an, Kim Hak-sun dari Korea memecahkan kebisuan.  Murka karena seorang wakil pem.Jepang berani menyangkal keberadaan sistem wanita penghibur, ia menceritakan kisah dirinya 1991. Hal ini menjadi pertanda dimulainya gerakan internasional.  Tersentuh kesaksian wanita korea, sejarawan Jepang Yoshiaki Yoshimi menggali arsip dan menemukan bukti2 resmi terdokumentasi ttg kebijakkan Jepang mengenai bordil militer. Jepang merasa perlu mengadakan penyelidikan.  Dlm bulan agustus 1993 hal ini menghasilkan apa yg disebut sebagai "pernyataan kono," dimana pem.Jepang mengakui bahwa penguasa militer masa itu , secara langsung tidak langsung terlibat dalam pembuatan dan pengelolaan tempat penghiburan dan pemindahan para "wanita penghibur."  Pada sisi lain, perekrutan dilakukan oleh agen swasta, walaupun atas permintaan pihak militer.  "dalam banyak kasus, para wanita direkrut bertentangan dengan kemauan mereka sendiri, mealui cara2 pembujukkan, pemasaksaan dsb. dan kadangkala, personil administrasi/militer ikut mengambil bagian dalam perekrutan ini "
(Jugun Ianfu, Hilde Janssen h.10)

Mastia 1927, Sumedang,Jawa Tengah  (atas)

Mastia diambil paksa dari rumahnya oleh tentara jepang bersama 15 gadis lain dan diangkut ke markas tentara Cimahi.  Seorang kapten Jepang menjadikan Mastia wanita penghibur pribadi. Setelah Mastia pulang kampung ia menjalani upacara penyucian religius untuk membersihkan segala "kotoran."  Namun orang tetap memanggil saya "bekas jepang" dan menghina saya...sedih, saya sangat sedih, saya selalu teringat.  Mastia menikah empat kali dan tidak mempunyai anak.



Ronasih 1931, Serang , Jawa barat 

Padaa saat Ronasih masih berumur 13 tahun dan sedang pulang sekolah, dia diculik seorang serdadu kemudian dikurung di barak dekat desa.  Secara sistematis ia diperkosa selama 3 bulan oleh serdadu yg disebut "si bewok."  Ayahnya berusaha datang dan menggantikan ronasih sebagai tenaga kerja paksa, namun sia-sia.  Ronasih akhirnya disuruh pulang dengan keadaan tidak mampu berjalan lagi, dan harus merangkak untuk pulang karena badannya sakit.  beberapa kali nikah dan tidak dapat memiliki keturunan
Rosa 1929, Tanimbar, maluku Selatan

Kepala kampung mengatur pengiriman rosa ke rumah bordil Jepang di kota, padahal saat itu ia sedang hamil.  Pada saat akhir kehamilannya, ia diijinkan pulang namun bayinya tidak dapat diselamatkan seteah dilahirkan.  Rosa akhirnya tetap dinikahi pacarnya, dan penduduk kampung bungkam ttg kisah masa lalunya...rosa tidak berani menyatakan kisah lalunya kepada anak2nya karena baginya sangat memalukan... 

Kamis, 21 Oktober 2010

"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah"..Matius 5:8


MUNAFIKKKK!!! Mungkin kata-kata ini diucapkan mrk yang sudah mundur dari ibadah, atau apatis terhadap kekristenan dan ajarannya, bahkan apatis terhadap agama apapun....hmmm bisa dipahami, karena kemungkinan besar yg membuat dirinya apatis bukan saja melihat orang yg tidak sinkron antara iman dan tindakannya, tapi sebenarnya kalau mau jujur ia sendiripun sulit melakukan hal yang benar, baik, suci....

Mungkinkah kita bisa hidup dalam kekudusan? kesucian? kebaikkan?....kalau kita katakan tidak mungkin maka kita tidak mempercayakan ajakan Firman /TY sendiri dan tidak mempercayakan satu kataNYA berarti juga tidak mempercayai FT yg lainnya, sebagian orang pura-pura mempercayainya (karena kebiasaan percaya saja ) oleh sebab itu mereka menyembunyikan "dosa" supaya nampak suci dan benar...., sebagian orang lain tidak mempercayai 100% untuk bisa hidup dalam kesucian....sebenarnya posisi yg demikian tidak ada karena pilihannya percaya atau tidak sama sekali.....

Harus diakui bahwa ajakan untuk hidup dalam kesucian adalah suatu tantangan BESAR, masalahnya bukan mungkin atau tidak dilakukan, tetapi apakah kita "menjaga" hidup sedemikian rupa dan benar2 hidup didalam DIA terus menerus tanpa henti ?? Semakin kita hidup di dalam DIA terus menerus tanpa henti, maka kita akan heran bahwa apa yang tidak berkenan menjauh dengan "sendirinya"tanpa "usaha" yg keras .....ini rahasia yang mengherankan yang saya yakin karena KUASANYA....

"Kita tidak dapat suci sepenuhnya selama berada di dunia, tetapi kita dapat bertumbuh menuju kesucian di dalam sikap kita terhadap kecenderungan yg tidak benar dari hati"...kata-kata ini sangat saya sukai dari Abraham kuyper...BENAR adanya kita tidak dapat suci sepenuhnya bukan karena Firman yang tidak mungkin dilakukan tetapi karena ketidakmauan kita untuk terus berada didekatNYA, kadang kita ingin "bebas" sekalipun kita tahu itu salah.....karena kuasa kedagingan tidak sepenuhnya sirna pada saat kita hidup (Rom. 7:19)

Anda ingin membuktikannya ?? SILAHKAN.!!...saya sudah mengalaminya, ketika hati terkontrol Firman, ketika saya berkhotbah dari pergumulan akan Firman tiap hari, ketika pagi saya memuji TUHAN ....ketika itulah saya sangat tidak ingin melakukan hal-hal yang tidak berkenan....kenapa saya katakan "KETIKA" karena saya sadar sayapun berjuang....karena adakalanya tidak selalu terus meneruss TAAT....tetapi setidaknya saya sudah mencicipi bagaimana indahnya hidup suci dan benar.....maka saya yakin bahwa FIRMAN itu BENAR adanya !!

Saya ingin mengajak kita bukan BERJUANG LAWAN DOSA ( waduhh salah ya??hahaha...) tapi dicoba cara lain BERJUANG HIDUP DALAM DIA terus menerus....otomatis "TANPA USAHA YANG KERAS" anda "secara tidak sadar" sudah berada tidak suka terhadap DOSA dan "secara tidak sadar" anda berada dalam kesucian.....
 Buktikanlah !!!!

Senin, 18 Oktober 2010

Jugun Ianfu I

 Jugun Ianfu adalah "wanita penghibur."....inilah kisah hidup yang mengharukan seteah 65 tahun berselang, mereka rata-rata gadis berusia 13 tahun yang diperkerjakan seks, diperkosa oleh serdadu2 jepang di barak2 dekat desanya. Bagi Militer Jepang sistem wanita penghibur ini adalah sebuah kebijakkan pragmatis saja, bahkan disahkan dalamkementrian perang jepang tahun 1938.  Cara ini dapat mengatasi seks secara terkontrol, cara efektif untuk merangsang semangat pasukan, memelihara hukum dan tatanan, menghindari penyakit kelamin (1920an dan 1930-an banyak terjadi thd tentara Jepang di Siberia dan Manchuria)....80.000 an perempuan di wilayah asia,dibawah kekuasaan Jepang, saat memasuki PD II...jajahan mereka termasuk Indonesia.
Balatentara Jepang mendirikan rumah bordil militer utk pasukan jepang (+/- 3 juta), sekitar 50.000-200.000 jugun ianfu, termasuk 5000-20.000 orang indonesia ...
Bagaimana cara tentara Jepang memaksa mrk bekerja seks ini ??  Mereka diculik,diancam, diambil dr jalanan secara paksa atau janji2 palsu, diseret dr rumah mereka, dipanggil melalui kepala desa....usia mereka 11,12,13 pada saat kejadian tersebut....sungguh tragisss...

(Proyek Jugun Ianfu inisiatif wartawati Hilde Janssen dan Fotografer Jan Banning; dipersiapkan pertengahan tahun 2007- pemotretan Mei 2008-Juli 2009)




Wainem 1925, Karang Anyer, Jawa Tengah
 Kisahnya ia diambil paksa berprostitus, setahun di Solo dan dua tahun di Yogyakarta.  Siang hari bekerja bersama perempuan lain, tapi seringkali dibawa para serdadu ke kamar mereka di barak, tiap minggu diperiksa apakah hamil oleh seorang dokter jawa, yang diawasidokter Jepang.




  Emah 1926, Kuningan,Jawa Barat
Kisahnya dibawa dari rumah dan selama tiga tahun dia dipaksa berprostitusi dibeberapa bordil tangsi di Cimahi.  Diberi nama Jepang (karena umumnya mereka datang diphoto,diberi nama jepang) Miyoko dan sehari paling kurang melayani 10 lelaki: serdadu biasa dan perwira.....Serdadu memilih foto2 yang dipajang, dan Emah terpilih terus, sehingga ia menyesali kecantikkannya, bahkan mengatakan ingin terlihat jelek supaya dipulangkan.  Ketika ia pulang setelah perang berakhir, ternyata kedua orangtuanya sudah meninggal karena sedih. Sampai berusia lanjut dia tetapmencari nafkah sebagai pemijit tradisional, dan tidak pernah bisa mengandung. 

Rabu, 13 Oktober 2010

“Aku Berani Melompati Tembok” Maz. 18:30


Tidak banyak orang dapat melakukan hal-hal yang diluar kemampuan atau kebiasaan pada umumnya, karena hal ini membutuhkan keberanian dan tekad yang kuat .  Mungkin untuk sebagian orang yang secara natural memang dilahirkan dengan jiwa pemimpin atau “pemberani,” atau karakter yang memang suka untuk menghadapi berbagai tantangan maka mereka “senang” melakukan untuk suatu kemajuan diri atau lingkungannya.  Sebut saja George Washington, Winston Shurchill adalah para pemimpin yang membawa Negara mereka melalui perang kepada damai, tentunya dengan keputusan2 yang BERANI bagi kemajuan bangsanya…

Nah…untuk orang beragama tindakan diatas seringkali disebut tindakan IMAN, berani melakukan diluar spekulasi manusia pada umumnya. Benarkah IMAN???  Saya “mencurigai” bahwa ini hanyalah tindakan yang berani dilakukan orang2 ttt karena kepribadian mereka yang tangguh….BUKAN IMAN !!

Iman juga bukan bicara “label” agama, misalnya saya beragama Kristen makanya beriman kepada KRISTUS….benar IMAN??? BELUM TENTU !!

Iman bukan label agama, bukan jiwa “keberanian” dalam diri seseorang, bahkan bukan juga suatu spekulasi –spekulasi tentang kejadian2 kedepan …..

Persoalan muncul ketika membahas tentang IMAN adalah bahwa banyak orang sebenarnya bukan ber-IMAN yang sesungguhnya, ketika imannya tidak berelasi kuat dengan kejadian2 sehari-hari hidupnya, ketika kesusahan muncul, ketika kesuksesan dapat diraih,……KEBOHONGAN TERHADAPDIRI SENDIRI !!!



Setiap hari kita membutuhkan IMAN “PALSU”….ketika kita menikah kita tidak tahu bagaimana kelak pasangan kita, tetapi kita “beriman” dia baik-baik kepada diri kita…beberapa tahun kemudian baru iman kita tidak terbukti ; Ketika kita Study kita “beriman” dengan rumus2 yang diberikan, pendapat2 pada saat kita study (bahkan sebelum ada analisa dan hipotesa yang final) ternyata pada masa depan kita menemukan rumusan2 baru dan informasi baru….beberapa tahun kemudian baru iman kita tidak terbukti; ketika kita makan makanan setiap hari, kita “beriman” bahwa makanan kita sehat, sudah cukup baik akan membawa kesehatan bagi kita…..beberapa tahun kemudian iman kita tidak terbukti…dll

BUDAYA IMAN YANG PALSU ini juga menjadi “habit” untuk IMAN kita terhadap suatu kepercayaan, sehingga berpuluh2 tahun anda menyandang Beragama Kristen tapi tidak punya efek sama sekali dengan kehidupan, pergaulan, bisnis, rumah tangga,……tragisnya anda juga tidak tahu kemana arah dari akhir sebuah kehidupan…

Miliki IMAN YANG SEJATI, Tinggalkan IMAN yang PALSU !!! Jangan TIPU DIRI SENDIRI !!!

Iman yang sejati sama seperti pemazmur katakan keberanian melewati tembok, bukan karena jiwa petualangan, karakter pemimpin, atau orang yang suka tantangan….tapi karena dorongan ALLAH, Roh Kudus untuk melewati badai…..”dengan ALLAHku aku berani”

Iman yang sejati mempunyai ketaatan yang total, percaya bukan pada masa kini saja tetapi percaya bahwa final kehidupan sesuai dengan apa yang ALLAH nyatakan dalam firmanNYA- TIDAK BERUBAH – PASTI-ABSOLUT-BENAR-OBYEKTIF-KEKAL…..ini bukan hasil pemikiran manusia tetapi dinyatakan dan dianugerahkan oleh ALLAH kepada umatNYA

Iman yang sejati mempunyai EFEK yang sangat besarrrr terhadap keputusan bisnis, terhadap rumah tangga, pendidikan, pergaulan…sekalipun seolah TIDAK ADA JALAN KELUAR tetapi TETAP PERCAYA SEMUA AKAN ADA PERTOLONGAN UNTUK MELEWATI….

Iman yang sejati mempunyai kerinduan BERELASI TERUS MENERUS dengan ALLAH…Doa, saat teduh, menjaga kesaksian di pergaulan, tidak menipu dan berbohong…..mempunyai kesadaran yang penuh akan dosa…

Iman yang sejati membawa kita yakin final dari kehidupan kita adalah KEBAHAGIAN, JAMINAN YANG PASTI AKAN SELAMAT, DITERIMA OLEH TUHAN KARENA ANUGERAH, SENANG SELAMANYA….bahkan tidak pernah berpikir final hidup kita dikenakan hukuman, neraka, penyiksaan……karena IMAN DIA YANG BERANUGERAH DENGAN JANJINYA YANG PASTI MENERIMA KITA….

Apa anda memilikinya???? Selamat menikmati IMAN yang sesunggugnya atau bergumul dengan IMAN anda saat ini !!!


Minggu, 10 Oktober 2010

"Engkau harus berpaut kepada TUHAN Allahmu" Ulangan 30:20


 Berpaut Melawan Ciri Manusia Modern yang Mandiri.  Sebenarnya tidak mudah mempunyai karakter untuk "berpaut" kepada pihak lainnya,di kehidupan sehari-hari kita dituntut menjadi seorang yang mandiri, pintar, bernisiatif dan kreatif....setiap hari kita membangun sikap mandiri untuk mengambil keputusan-keputusan berbagai persoalan dipekerjaan, keluarga, bahkan pelayanan...secara tidak sadar yang kita bangun sikap-sikap mandiri, individualis, ...Namun Berpaut menuntut justru sikap kesungguhan bergantung pada pihak lain, sungguh-sungguh membutuhkan seseorang, dll.....Oleh sebab itu ajakan untuk berpaut kepadaNYA pun menjadi sangat sulit dilakukan bagi orang-orang modern dan produktif....

Bagaimana Cara kita untuk bisa memiliki kedua karakter yang kontras di tuntutan manusia modern dan tuntutan ALLAH ?? Mungkin kita menjawab ya dengan mencoba beribadah, saat teduh, pelayanan, dan sederetan disiplin rohani lainnya untuk mengingatkan kita bahwa kita ini harus berpaut padaNYA.  Apakah hal ini dapat berhasil ?  Tetap TIDAK MUDAH karena keseharian kita ada di situasi dan tuntutan untuk mandiri dan individualis, sudah menjadi "darah daging" tindakan kita lebih banyak didominasi hal-hal menjadi mandiri.

Kalau mau contoh sederhananya berpaut seperti seorang bayi yang totally pasrah sepenuhnya kepada ibunya, masa kita bisa bersikap itu di kedewasaan dan kemandirian kita ?? MUSTAHIL...
Berpaut berarti menyerahkan intelektual, kehendak, emosi ....setiap waktu kepada ALLAH....semakin mustahil kita lakukan......semakin menyadari kalau kita hari ini bisa mengingat kasihNYA, kebaikkanNYA, dan memiliki kerinduan akan ALLAH adalah dorongan yang IA berikan kepada anak-anakNYA....

ALLAHlah yang berinisiatif untuk kita bisa berpaut padaNYA....inisiatifnya juga melalui pengalaman-pengalaman dan kejadian2 hidup kita, sekalipun ada banyak kita menolak akan pengalaman2 yang IA ijinkan terjadi, kita lupa bahwa kalau usaha sendiri kita gagal dan gagal lagi....

Secara pribadi dengan kesadaran penuh saya merasa bersyukur untuk "kesendirian" sekalipun bukan berpikir ekstrim untuk hal ini.  Kenapa saya bersyukur?? karena dengan demikian ada keseimbangan yang selalu mengingatkan saya untuk bersandar kepadaNYA bukan kepada suami, anak, saudara, dll.(memang dalam keadaan "kesendirian" bisa juga semakin mandiri disisi lain). Ditengah "kemandirian" yang semakin tajam dalam tuntutan kehidupan saya, saya diseimbangkan dengan keadaan riil pribadi saya.....memang TUHAN baik dan punya cara yang indah supaya saya bisa berpaut kepadaNYA karena saya sadar kecenderungan diri saya adalah mandiri dan individualis...Mereka yang memiliki suami /istri/anak mungkin semakin "tergantung" kepada mereka, sehingga usaha untuk berpaut kepadanya menjadi usaha yang jauh lebih keras daripada mereka yang hidup sendiri...

Mungkin perenungan ini saya tujukan juga bagi pada lajang / duda /janda/ single parent / mereka yang putus dengan kekasihnya / mereka yang "tidak lagi dipedulikan" oleh keluarga , dll  Allah punya cara bagaimana kita bisa berpaut kepadaNYA ( bedakan bahwa ALLAh bukan perancang kesendirian manusia).  Oleh sebab itu bersyukurlah apapun keadaan kita karena sesungguhnya kebahagiaan itu adalah jika kita berpaut kepadaNYA.

Perenungan ini mengajak kita memiliki usaha-usaha yang keras untuk berpaut padaNYA dan menerima dengan ucapan syukur caraNYA supaya kita bisa berpaut kepadaNYA...
Apakah kita menerima "didikan" Tuhan supaya kita berpaut padaNYA.....
Apa usaha kita untuk tetap bisa berpaut padaNYA???

Jumat, 08 Oktober 2010

Aku akan Berjalan di tengah-tengahmu - Imamat 26:12


"Tetapi Aku akan hadir ditengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKU" -Imamat 26:12

Kehadiran Allah bagi kebanyakkan orang sehubungan dengan kesuksesan, kelancaran, kesembuhan, lulus ujian, dll..Benarkah?  Kalau kita menganggap hal ini tidak benar (memang seharusnya demikian) namun ternyata tidak sama dengan pola tingkah laku sehari-hari....Apa yang kita pikirkan ketika kita kena musibah, ketika keluarga /diri kita mengalami penyakit terminal (CA), ketika bencana alam....maka umumnya manusia selalu "bertanyak" (secara implisit) dimanakan Allah?, apakah dosa dan kesalahanku (Allah absent atau menghukum), dst

Teks diatas menunjukkan covenant Allah dan umat yang inisiatif utamanya adalah ALLAH, hal ini berarti bahwa tidak ada sesuatupun dan oleh siapapun yang dapat membatalkan pernyataan tersebut.  Konsep yang dinyatakan dalam teks ini tentu sehubungan dengan keadaan manusia yang sekalipun dalam keadaan susah, sakit, bahaya, dll

Lalu persoalannya dimana??   Manusialah yang tidak memiliki komitment untuk tetap menjadikan DIA Allah disepanjang waktu-waktu hidupnya; sehingga pada saat susah, sakit, bahaya manusia kehilangan relasi dengan ALLAH dan menganggap ALLAH absent, padahal manusialah yang absent dari hadapan ALLAH.....kalau manusia selalu menerima kehadiranNYA disetiap detik, maka ketika susah, sakit, bahaya...ia justru BERTEMU dengan ALLAH yang mengasihinya....
Kesadaran "baru" kita hari ini adalah ALLAH hadir sekalipun kita ada dalam kesusahan, sakit, bahaya...memang sebagian orang secara konseptual sudah memahaminya, masalahnya adalah kepandaian religius /kemampuan untuk mengkorelasikan dengan kejadian hidup kita sehari-hari .....

Bagaimana supaya kita merasakan kehadiranNYA yg tanpa absent ?
1) Persoalannya bukan di diri ALLAH karena IA tidak bisa mengingkari janjiNYA, persoalannya ada di diri manusia sehubungan dengan komitment dan kesungguhan
 2) Disiplin Rohani...membaca Firman, saat teduh, melatih pikiran dan tindakan sesuai FT, bersekutu dengan orang2 percaya, melatih diri menjadi berkat bagi semua orang.......
3) Menerima Keputusan TUHAN yang paling baik bukan di ranah konsep, tetapi di hati terdalam dengan kesadaran penuh bahwa IA jauh mengasihi kita lebih dari diri kita sendiri

Berapa banyak orang-orang disekeliling kita ketika berhadapan dengan masalah akhirnya "lari" dari hadapan TUHAN?? Hal ini sangat berhubungan dengan  kesalahan konsep tentang kehadiran ALLAH dan arti sesungguhnya dari janji ALLAH bahwa ia selalu berjalan ditengah-tengah hidup umatNYA

Kamis, 07 Oktober 2010



DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA

IAIN SUNAN AMPEL - Jl A YANI

UNIVERSITAS KATOLIK WYDIA MANDALA SURABAYA

“TUHANKU,TUHANMU, TUHAN KITA SEMUA”

By: Pdt.Agustina Manik M.Th



Pendahuluan

Saya berterimakasih atas usaha-usaha kerukunan ummat beragama, hal ini sangat penting di situasi Indonesia yang pluralis /beragam suku, budaya dan agama. Terlebih lagi usaha ini dilakukan oleh kaum inteletual /universitas, hal ini berarti kedepan Indonesia masih mempunyai segudang harapan yang masih dapat diraih. Kesadaran keragaman dan usaha-usaha mencari perdamaian dari kaum intelektual akan memiliki dampak yang besar bagi bangsanya.

· Usaha-usaha dialog semacam ini sudah lama disadari dari pihak kristiani dan katolik. Untuk itu pada tahun 1967 Sri Paus sudah mendengungkan pernyataan (nostra aetate) suatu sikap keterbukaan dan menjalin persahabatan dengan agama-agama lain dengan membangun dialog antar agama. Demikian juga dengan DGD (dewan gereja dunia) pada waktu yang sama memiliki suatu program “Dialogue with other people of living faiths and ideologies.” Programnya adalah mengadakan pertemuan-pertemuan, seminar-seminar dari berbagai tokoh-tokoh agama dari berbagai Negara. Hal ini diikuti dengan Dewan gereja di Amerika Utara dan Eropa Barat yang memiliki program-program tetap, seperti misalnya “Office for Christian-Jewish relations and office for Christian-Muslim relations.”

· Gereja-gereja Presbyterian di USA pada tahun 1987-an mengupayakan dialog-dialog serupa dan menghasilkan kesepakatan untuk kerjasama antar Kristen dan Muslim.[1]

Ada dua sisi yang perlu dipahami di dalam dialog antar ummat beragama, yakni sisi yang berbeda (tidak dapat diseragamkan karena pada hakekatnya berbeda) dan sisi yang tidak berbeda /dapat dicari kesamaannya sehubungan dengan hidup berdampingan antar sesama . Untuk itu saya ingin mengungkapkan kedua sisi itu dengan alasan bahwa sisi yang berbeda untuk kita saling memahami dan sisi yang tidak berbeda untuk dapat menjadi sebuah kerjasama yang harmonis dan indah ditengah perbedaan (analogi: keluarga, internal agama, budaya, dll Analogi ini menandakan bahwa dalam segala aspek hidup manusia pada dasarnya banyak perbedaan-perbedaan, namun hal ini tidak berarti bahwa manusia tidak dapat hidup berdampingan dengan harmonis)



PERBEDAAN-PERBEDAAN DALAM KONSEP KRISTIANI

Konsep Allah. Dalam konsep Allah, umat kristen memiliki pemahaman TRITUNGGAL (Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus). Konsep Allah ini disadari suatu paham yang sangat berbeda dengan konteks kepercayaan lain, dalam hal ini umat kristen hanya berpedoman kepada pengajaran Alkitab /Firman Allah
Gereja. Pandangan terhadap gereja dinyatakan kepada pemahaman dengan istilah visible church dan invissible church. Pandangan ini menunjukkan sekalipun gereja yang secara fisik nampak adalah penting (kumpulan orang percaya), namun sebenarnya gereja yang “tidak terlihat” adalah sehubungan dengan iman dan anggota yang sejati (hal ini jauh lebih penting dibandingkan yang secara fisik)

Cara peribadatan: 1) Ibadah /Liturgis ( pujian dan doa, pemberitaan Firman) dan sakramen (Baptisan /pengakuan percaya dan Perjamuan Kudus /persekutuan dengan Kristus di dalam pengorbananNYA). 2) Persekutuan Doa (lebih kearah hubungan antar anggota)


Simbol-simbol utama adalah : Salib /Kristus; Alkitab/firman Allah[2]

PERSAMAAN-PERSAMAAN’ DALAM KONSEP KRISTIANI SEHUBUNGAN DENGAN KERUKUNAN HIDUP ANTAR MANUSIA SECARA PLURALIS

Dasar-dasar Umum Konsep Kristiani Dalam Mengembangkan Usaha-usaha Untuk Hidup Bersama

Mengusahakan perdamaian adalah panggilan hidup kristiani. Tuhan Yesus Kristus sendiri disebut sang Raja Damai, dan Ia berseru kepada umatnya berbahagialah orang-orang pembawa damai karena mereka disebut anak-anak Allah (Mat. 5:9). Kita menyadari bahwa secara riil dengan keberbagaian ragam budaya, suku, agama akan “rawan” untuk munculnya konflik, oleh sebab itu mengusahakan perdamaian, kerjasama, keadilan dan rasa aman adalah suatu usaha yang mulia untuk dapat hidup bersama.
Menyadari bahwa ada usaha-usaha dan sikap manusia yang belum sadar (jatuh dalam dosa), destruktif dan serta memiliki keegoisan untuk menjadikan manusia lain sebagai obyek dan alat untuk keuntungan bagi dirinya sendiri. Hal ini sangat menghancurkan nilai-nilai keagamaan, oleh sebab itu kita perlu mengupayakan umat manusia yang sadar dan bersikap membangun sesuai arah yang dikehendaki Tuhan.
Hukum yang pertama dan utama dalam hidup kristiani adalah hukum kasih (mat. 22:37-39). Berbicara makna kasih dalam pemahaman kristiani ada berbagai macam arti, kasih yang persaudaraan dan kasih agape (tanpa menuntut balas) /ketulusan.
Sebenarnya segala bentuk sejarah yang disebabkan oleh tingkah laku umat kristiani yang mendatangkan akar pahit bagi orang lain /agama lain, harus ditanggung untuk dibenahi kembali.[3] Hal-hal tersebut di atas berada diluar panggilan kristiani, yang seharusnya menjaga kesaksian dan perdamaian. Untuk usaha-usaha memperbaiki “kesalahan” memerlukan waktu yang panjang, namun tidak pesimis untuk tetap diusahakan.
Dasar-dasar “khusus” umat Kristen sehubungan dengan interaksi antar manusia.

Dalam perkembangan postmodern, ada unsur dan pernyataan yang saya pandang positif (dalam konteks sosial) yakni bahwa keanekaragaman dan keberbedaan bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi merupakan suatu yang indah, menarik dan penuh keunikan. Keberbedaan memang tidak dapat dihindari, maka kehidupan bersama yang harmonis memang perlu dibangun dengan lebih indah.

Dalam kekristenan sendiri menyadari segala sesuatu dalam kehidupan yang bersifat destruktif /penghancuran adalah bukan sikap kristiani. Kalau ada sebagian orang Kristen yang berpikiran “sempit” bahwa orang-orang di luar Kristen adalah “musuh” maka ada beberapa teks untuk menyikapi sikap mereka.

Kasih. Dalam teks Mat. 5:44 dikatakan “kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
Pengampunan. Dasar pengampunan bagi orang lain yang bersalah adalah karena Kristus sendiri sudah mengampuni akan dosa manusia (Luk. 6:37)
Menghargai sesama Manusia: mahluk ciptaan Allah
Peduli terhadap sesamanya dan memperjuangkan kebenaran untuk kehidupan bersama yang harmonis.
Kehidupan yang mengupayakan perdamaian. “Hiduplah berdamai dengan semua orang” (Rom. 12:18). Orang Kristen harus berusaha mencari jalan untuk mencapai perdamaian (1 Pet.3:11)
Tidak Balas dendam. “Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan” ( Rom 12:17).

Kesimpulan dari Pandangan Umat Kristen terhadap kehidupan antar agama:

Berusaha dan belajar memahami pemahaman dan sikap orang yang berbeda kepercayaan. Dengan memahami kepercayaan pihak lain maka dapat lebih mengerti tindakan dan pandangan-pandangan umum dari pihak yang berbeda kepercayaan
Mengoreksi diri dalam rangka untuk menghindari sikap-sikap kristiani yang dapat menimbulkan perasaan-perasaan, sikap-sikap dan pengertian yang tidak benar sehubungan dengan kepercayaan lainnya.
Menerapkan kebenaran-kebenaran Firman Allah, khususya sehubungan dengan sikap hidup bersama orang-orang yang berbeda kepercayaan
Mendukung penuh usaha-usaha dialog antar kepercayaan, sehingga perdamaian dan keharmonisan dapat terwujud (kesaksian dan pelayanan). Dengan kata lain umat Kristen terpanggil untuk bekerjasama dengan kepercayaan lainnya ( masih banyak hal-hal yang similarities antar umat beragama yang dapat dibangun demi perbaikan hidup masa depan antar umat beragama)


[1] Dari beberapa judul buku seperti My Neighbor’s faith and Mine, atau The Bible and Peoples of Others Faiths dari DGD menganjurkan untuk mencoba memahami akan keberadaan kepercayaan lainnya.

[2] Simbol atau lambing lebih banyak terlihat di pengajaran Firman, di tatacara ibadah kristiani. Simbol dan lambang tidak dilarang ada karena memiliki makna sejarah, namun tidak dikembangkan karena dapat menghilangkan makna yang sebenarnya (penekanan kepada Kristus menjadi hilang). Band.. J.D. Douglas, et al. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini(Jilid 1; Jakarta: OMF, 1992) 6331-632

[3] Dalam sejarah bangsa Indonesia kita menyadari bahwa hidup bersama tidak dapat berjalan dengan mulus, kecurigaan dan kesalahpahaman sudah pernah terjadi. Dari pihak Kristen sendiri menyadari sejarah kolonial dibawah kuasa-kuasa barat ratusan tahun, “pembaratan” yang berjalan seiring dengan misi Kristen selama abad XIX dapat berdampak bagi hubungan antar agama di Indonesia. Sebenarnya banyak konflik yang terjadi bukanlah faktor keagamaan, tetapi lebih kepada masalah sosial ekonomi, politik, etnis, namun agama digunakan untuk berbagai kepentingan-kepentingan tersebut. Ironis sekali kalau ada permusuhan atas nama agama, karena kaidah umumnya agama adalah melarang kejahatan dan tidak membenarkan adanya permusuhan.
 

Jawa Post - Aktifis Perempuan 2009



Add caption

Israel-Palestina-Mesir 2008



Add caption

Dengan hormat,

Bersama dengan ini kami sampaikan beberapa hal yang dapat membantu Ibu Pendeta di dalam mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dan Jordania.

H 01:   JAKARTAABU DHABI                
·         Doa bersama di bandara sebelum keberangkatan untuk memohon perlindungan Tuhan selama perjalanan.

H 02:  ABU DHABI – KAIRO
·         Doa singkat sebelum keberangkatan ke Kairo.
·         Doa santap  malam di restoran. (pribadi)
·         Doa singkat di bis sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

H 03:  KAIRO – ST. KATARINA
·         Ibadah pagi di hotel.
·         Untuk Gereja Abu Sirga mungkin bisa disiapkan mengenai pengungsian Yesus ke Mesir (Mat. 2:13), boleh ada renungan singkat mengenai hal ini di bis.
·         Mengenai Mesir dapat diceritakan mengenai hal-hal sbb. :
-          Yusuf yang dijual ke Mesir (Kej. 37) dst.nya
-          Orang Israel ditindas di Mesir dari Kitab Keluaran (Kel. 1)
-          Musa yang dilahirkan (Kel. 2)
-          Tulah-tulah untuk Bangsa Mesir (Kel. 7 dst.nya)
·         Perjalanan panjang ke St. Katarina mohon disiapkan bahan-bahan untuk cerita atau renungan sbb. (karena perjalanan yang panjang dan bisa banyak diisi oleh renungan dan doa) :
-          Kitab Keluaran mengenai keluarnya Orang Israel dari Mesir (Kel. 14)
-          Ketika menyeberang Terusan Suez mengenai menyebrangi Laut Teberau (Kel. 14:15)
-          Di Mara kita akan berhenti, sebelumnya di bis bisa bacaan dari (Kel. 15:22)
-          Kita akan lewat Elim menyambung bacaan sebelumnya.
-          Renungan mengenai keluarnya orang Israel dari Mesir dan maknanya untuk kita sekarang ini.
-          Kita juga akan melewati Masa dan Meriba (Rafidim) (Kel. 17 dst.nya) mengenai orang Israel yang bertempur dengan orang Amalek.
-          Doa santap siang di bis.
-          Masih bisa ditambahkan bacaan dari Kitab Keluaran yang lainnya atau bisa juga persiapan untuk naik ke Gunung Sinai.
-          Sebelum sampai di Sinai bisa diceritakan mengenai Musa di Gunung Sinai (Kel. 19). Juga dilanjutkan dengan doa malam dan terima kasih untuk hari itu.
-          Doa santap malam bersama. (pribadi)

H 04:  ST. KATARINA – TABA – EILAT – LAUT MATI
·         Doa pagi untuk mohon perlindungan dan penyertaanNya sebelum naik ke bis yang membawa ke Gunung Sinai (perhentiannya).
·         Sesampainya di puncak kita akan ibadat singkat dengan doa dan renungan (kira-kira 20 menit). Bisa dibacakan dari Kitab Keluaran mengenai Sepuluh Firman Allah (Kel. 20)
·         Setelah turun dan berhenti di Biara bisa dibacakan mengenai semak duri yang menyala tetapi tidak dimakan api (Kel. 3:2)
·         Renungan singkat di bis dan sharing  mengenai pengalaman naik ke Gunung Sinai.
·         Doa santap siang. (pribadi)
·         Doa singkat sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

H 05:  LAUT MATI – QUMRAN - MASSADA – NAZARETH – DANAU GALILEA – TIBERIAS
·         Ibadah pagi di hotel sebelum memulai acara tur. Sebelum berenang di Laut Mati.
·         Doa santap siang.
·         Renungan mengenai Danau Galilea dengan banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus (di atas perahu).
·         Perjalanan menuju Nazareth bisa diisi mengenai renungan singkat tentang firman yang menjadi manusia (Yoh. 1).
·         Doa malam di bis sebelum tiba di Tiberias.
·         Doa santap malam di hotel. (pribadi)

H 06:  TIBERIAS – KANA - NAZARET – BUKIT SABDA BAHAGIA– KAPERNAUM- TABGHA- DANAU GALILEA – SUNGAI JORDAN - TIBERIAS
·         Pk. 07.00 – 08.00 Santap pagi      
·         Kunjungan ke kana, Acara akan diisi dengan pembaharuan janji pernikahan, disertai Renungan mengenai pernikahan atau juga tentang mukjizat Yesus yang pertama (Yoh. 2)
·         Perjalanan menuju Nazaret bisa diisi mengenai renungan singkat tentang firman yang menjadi manusia (Yoh. 1).
·         Mengenai sabda bahagia (luk 6:12) merangkum juga peristiwa di kapernaum (banyak mukjizat Yesus) dan juga di Tabgha, tempat mukjizat penggandaan roti & ikan (Yoh 6 : 1 – 15)
·         Doa santap siang, sebelum bersantap ikan petrus. Mengenali Danau Galilea dengan banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus (di atas perahu) sekaligus doa malam dan ucapan syukur untuk hari itu.
·         Di sungai Jordan bisa melakukan renungan mengenai pembabtisan dan makna nya bagi kita, serta rededikasi untuk baptisan yang pernah dilakukan.
·         Doa malam di bis sebelum kembali di hotel.

H 07:  TIBERIAS – GUNUNG TABOR – MUHRAKA – KAISAREA – JERUSALEM
·         Pk. 05.30      Morning call
·         Koper diletakkan di depan pintu kamar pada saat akan turun untuk ibadat pagi (check out)
·         Pk. 07.00 – 08.00 Santap pagi
·         Renungan di Gunung Tabor mengenai Yesus yang dimuliakan (Mat. 17:1-2).
·         Di Muhraka, renungan tentang Nabi Elia yang berperang melawan Nabi Baal (1Raj. 18:19-40)
·         Doa santap siang. (pribadi)
·         Mohon disiapkan untuk menyanyi di Kaisarea.
·         Di Jaffa tentang Petrus yang membangkitkan Tabitha (Kis. 9:32).
·         Renungan sebelum masuk kota Jerusalem.
·         Renungan mengenai kelahiran Yesus di Betlehem (luk 2 : 4-8)
·         Doa malam di bis selama perjalanan ke hotel.

H 08:  JERUSALEM – GEREJA KELAHIRAN – BUKIT MURIA – BUKIT ZAITUN – TEMBOK RATAPAN – JERUSALEM
·         Pk. 05.30      Morning call
·         Pk. 07.00 – 08.00 Santap pagi
·         Renungan mengenai Roh Kudus yang turun di upper room disertai denngan doa (kis2)
·         Di gereja penyangkalan Petrus bisa direnungkan mengenai penderitaan Yesus (yoh 18)
·         Doa di kapel kenaikan di bukit Zaitun
·         Doa di taman getsemani (luk 22:52)
·         Mengunjungi tembok ratapan.
·         Doa santap siang pribadi untuk makan siang.
·         Doa malam di bis sebelum kembali ke hotel.

H 09:  JERUSALEM – VIA DOLOROSA – GOLGOTA – BUKIT ZION – GARDEN TOMB – JERUSALEM
·         Pk. 05.00               Morning call
·         Pk. 06.00 – 07.00 Santap pagi
·         Via Dolorosa, jalan sengsara dapat diisi dengan renungan Jalan Salib (bisa dari buku kita).
·         Doa santap siang. (pribadi)
·         Doa di kapel kenaikan di bukit Zaitun.
·         Doa Bapa kami di Gereja Bapa Kami (Mat 6:5)
·         Renungan di gereja Tuhan Yesus menangis. (luk 19:41-44)
·         Perjamuan kudus di Garden Tomb (anggur & roti akan disediakan)
·         Doa malam di bis sebelum kembali ke hotel.

H 10:  JERUSALEM – JEMBATAN ALLENBY – GUNUNG NEBO – AMMAN
·         Pk. 05.30      Morning call
·         Pk. 06.30 – 07.00 Ibadat pagi
·         Pk. 07.00 – 08.00 Santap pagi
·         Tiba di Jordan, doa ucapan syukur.
·         Doa sebelum keberangkatan kembali ke Jakarta.

H 12:   ABU DHABIJAKARTA                                        
  • Doa ucapan syukur setibanya kembali di Jakarta dan doa untuk yang akan kembali ke daerah masing-masing.

Demikian kiranya yang sementara ini boleh kami sampaikan. Kami harap hal-hal di atas bisa membantu di dalam persiapan ziarah dan kita berdoa agar perjalanan ini senantiasa diberkati Tuhan dan kiranya semakin memperteguh iman kepada-Nya.

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...