Tampilkan postingan dengan label Meditation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Your Life Representative God’s image




Your Life Representative God’s image



Yehezkiel 24:16-17, 24





Apakah makna kejadian yang kita alami ?  Apa makna kehadiran orang-orang di sekeliling kita ? Apa Fokus hidup kita ? Mengapa hal-hal yang amat sulit harus kita alami?

Semua pertanyaan diatas dapat dijawab dengan satu kalimat: Supaya kita dapat menyatakan bahwa DIA adalah Allah yang berkuasa

Kadang kita lupa bahwa hidup kita bukan untuk diri sendiri, Allah mau menyatakan kehadiran diri dan hidup kita sebagai perlambangan tindakan Allah atas manusia /diri kita; mengembalikan fokus kita bukan kepada manusia tetapi kepada rencana dan kehendakNya

Hidup kita lambang kehadiran Allah

Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa IA akan mengambil istri Yehezkiel yang sangat dicintai, tetapi Yehezkiel dilarang untuk meratap dengan ratapan kematian.  Kelihatanya tindakan Allah ini “jahat” tetapi inilah cara Allah memperlihatkan bangsa Israel yang kelak akan mati, bangsa yang dikasihiNya dengan amat sangat tetapi mereka akan mengalami hukuman dan kematian.

Memang semua kehidupan ini adalah milik Allah, IA mempunyai kewenangan dan tindakan untuk memberi dan mengambil, IA berhak mempunyai segala cara untuk melakukan apa yang benar sekalipun manusia tidak memahaminya. 
Kematian istri Yehezkiel bukan karena Yehezkiel bersalah, bahkan Yehezkiel orang yang setia akan panggilanNya.  Justru kita melihat bahwa hidup orang setia adalah lambang kehadiran Allah, dipakai sebagai “alat-NYA” untuk menyatakan kuasaNYA.  Semua kejadian yang kita alami, dipakai ALLAH utk menyatakan kehadiranNYA, bagi mereka yang setia ( sangat kontras dengan pikiran manusia bahwa kejadian pahit lambang hukuman Allah)

Jangan fokus kepada manusia , fokus kepada Allah yang memberi kebahagiaan pada manusia

Istri Yehezkiel diambil dan dipakai untuk menyatakan kematian yang akan dialami Israel. 
Kita menyadari bahwa suami, istri, anak dan orangtua yang kita kasihi BUKAN milik kita, oleh sebab itu kita TIDAK boleh fokus kepada kehadiran orang-orang yang kita kasihi, karena jika mereka tidak ada lagi pada kita kita akan menjadi KECEWA, PUTUS ASA, HILANG ASA, dll
Tetapi ingatkan mereka hanya SEKEDAR pemberian Allah dalam anugerahNYA sesaat dalam hidup ini, supaya mereka BUKAN fokus hidup kita, fokus hidup kita harus tetap terarah kepada ALLAH pemberi anugerah.
Fokus kepada manusia dan tidak melupakan ALLAH, BERBEDA dengan fokus kepada ALLAH dan tidak melupakan manusia lain yang kita kasihi. Renungkanlah!! Jangan terbalik, supaya hidupmu diarahkan kepada kehendakNYA, hidup kita adalah lambang kehadiranNYA


Kejadian tersulit bukan karena kita bersalah, tetapi karena Allah memakai kita menjadi alatNya untuk berbicara kepada manusia lainnya

Kita seringkali mengevaluasi kejadian buruk hanya pada kejadian buruk itu saja, tetapi pernahkah kita menyadari kita hanya sebagai pigura untuk menyatakan kehendakNYA atas orang-orang disekeliling kita??  pigura ? wah masa kita dapat peran pigura ? peran pigura bagi Allah bukan orang yang sembarangan, tetapi orang yang sungguh sudah dapat menjadi wakilNYA bagi manusia lain.  Jadi peran pigura bagi Allah dan peran pigura di dunia film /kehidupan sangat berbeda ….bagi Allah kita dianggap layak menjadi representative kehadiranNYA…..pasti kita ada dalam kesukacitaan karena kepuasan anak-anakNYa adalah ALLAH itu sendiri …


Akulah TUHAN menjadi Patron hasil dalam setiap langkah hidup

Jika kita membaca akan kitab Yehezkiel dan kitab-kitab lainnya seringkali hasil akhirnya adalah supaya mereka tahu bahwa Akulan, TUHAN.
Inilah yang harus kita hati-hati dalam menjalankan hidup bagi orang yang mengasihiNYA maka semua kehidupan akan diarahkan supaya hasil akhirnya adalah menyatakan kehadiran Allah /representative kehadiran ALLAH.


Selamat Memaknai hidup J DIA akan menyatakan kepada dunia melalui hidup dan kejadian yang kita alami…..

Rabu, 04 April 2012

Selamat Datang KoNfLiK....kau memperjelas "statusku"..


Konflik memang selalu berkonotasi negatif, memang iya sih...masa ada orang yang senang dan memuji jika ada konflik antar manusia dalam kehidupan ? Tentu tidak.  Tetapi konflik tidak bisa tidak hadir dalam hidup manusia, ia selalu ada dan mengikuti kehidupan kita...kalau gitu kita cari sisi lain (bukan sekedar positif) daripada kesan negatif, kita buat saja konflik menjadi keuntungan jika hadir walau tidak diundang...setuju ??  Selamat datang Konflik...hahah aku menyambutmu...?!?

Ya kita katakan saja selamat datang karena tidak ada area bebas konflik, setiap rumah tangga pasti pernah punya konflik, kalau ngak gitu ya ngak ada persoalan KDRT tingkat tinggi di Indonesia; persoalan di kantor /kerjaan; persoalan antar masyarakat, suku, dll; persoalan antar negara...waduh mana tempat yang bebas area konflik?? di kehidupan religius..beuhhh...makin mengerikan, banyak kedok terpasang hormat pada Pencipta tapi baku hantam sesama...

Nah karena konflik selalu ada maka manusia-manusia bijak memberikan solusi bagaimana jika konflik kita manage'kan sehingga ada solusi-solusi yang dapat menjadi pilihan....nah ini kan namanya menyambut konflik, belum datang sudah dikasih pilihan pemecahan....memang selamat datang konflik judul yang tepat deh...solusinya apa? pilihannya apa?...minimal ada 2 pilihan solusi katanya, yakni solusi pertama diarahkan kepada keadaan menang dan kalah, karena itu bertarunglah secara jujur dan terimalah keadaan menang atau kalah...solusi ini sebenarnya akan selalu menyisakan sakit hati, dendam, perasaan terbuang, dll bagi pihak yang kalah...solusi kurang baik ah !Solusi kedua katanya manusia bijak yang mencoba me-manage konflik adalah win-win solution..dimana ketinggian pertimbangan dan keberanian, keterbukaan akan menghasilkan "perdamaian" karena masing-masing akan puas dengan keputusan yang mempertimbangkan haknya masing-masing....benarkah solusi ini merupakan keputusan yang memuaskan ?? ketika manusia diperbandingkan, di "adu" kepandaian, argumentasi, kepintaran bermain kata, ...minimal tetap menyisakan saingan, kecurigaan, dan tafsiran yang luas terhadap keterbukaan dan kepandaian "lawan" dalam mencari solusi...

Selamat datang konflik.....menawarkan sisi lain daripada yang lain, bukan menang kalah, bukan menang-menang tetapi mengajak, menyertakan, mengikut sertakan SANG DAMAI ditengah konflik kita, apa kira2 pandangan SANG DAMAI atas konflik kita ?  bagaimana cara dan hasil jika SANG DAMAI ada di konflik kita ??
  • Sang damai akan katakan konflik apapun adalah indikasi keburukkan dan kegagalan manusia dalam hidup antar manusia lainnya....karena di dalam konflik pasti ada unsur : permainan KUASA, permainan KEKERASAN, dan kegagalan manusia dalam mengkontrol EMOSI ....
  • Sang damai katakan bahwa manusia TIDAK BISA menyelesaikan konflik antar sesama, karena tidak ada sumber KEBENARAN yang menjadi acuan antar sesama...manusia yang ada "sumber" konflik, masakan dapat "sumber" solusi sekaligus ? Mustahil ....karena itu solusi bukan ditangan manusia tetapi seharusnya ditangan Sang Damai..
  • Sang damai menawarkan bagi mereka yang ingin menghadirkan damai, menyerahkan secara TOTAL konfliknya kepada DIA, sehingga tidak ada waktu berunding karena sia-sia...tidak ada hak untuk membalas, karena bisa menimbulkan kejahatan baru sementara jika manusia berkonflik perlu kembali memurnikan hati, emosi, dan tingkah lakunya...supaya tidak terlibat kekerasan, kuasa, dan menambah permusuhan ..
  • Sang damai menawarkan dan sekaligus mewajibkan bagi pengikutNYA untuk tetap melakukan yang benar, yang baik, yang mulia, yang menjadi berkat bagi sesama....selebihnya urusan mereka yang mendatangkan kejahatan /sumber konflik diserahkan kepada Sang Damai untuk bertindak
  • Penawaran Sang Damai untuk menyelesaikan konflik dengan caraNYA adalah untuk mendatangkan ketenangan dan kedamaian bagi para pengikutNYA yang taat..
Selamat datang Konflik....kau memperjelas statusku...

konflik yang tidak terhindar antar sesama di semua area kehidupan, kini memberi keuntungan baru...aku kenal diriku di situasi konflik, yakni

  • apakah aku pembawa damai atau perselisihan di dalam kehidupan antar manusia...kegagalan dan kemunafikkan percaya kepadaNYA jika ternyata aku membawa konflik kepada sesamaku....
  • apakah aku benar-benar pengikut Sang Damai, jika aku lebih suka berkonflik daripada mendatangkan kebaikkan kepada sesama....?
  • apakah aku benar-benar belajar perkataan Sang damai yang menghendaki kasih, pengampunan, bahkan mendoakan mereka yang memusuhi hidup kita...
  • apakah aku benar-benar percaya Total kepada solusi Sang damai dengan tidak membalas perbuatan orang lain, dan menyerahkan DIA bertindak atas persaoalan hidupku...hal ini membutuhkan pengalaman keyakinan dan iman yang luar biasa...
  • apakah aku  dapat meneruskan kebaikkan, kebenaran, kasih ditengah kehadiran konflik....? ini merupakan kedewasan tingkat tinggi yang diwariskanNYA kepada mereka yang ada di dalam DIA...
Selamat datang konflik.....kau memperjelas statusku....seorang percaya atau tidak kepada Sang kebenaran dan kedamaian sejati.....

Pembalasan itu adalah hakKU. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan..

Jumat, 06 Januari 2012

TujuanNya, tujuanku....


“Lebih Mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan ALLAH” Markus 10:25 (cf. Matius 19:24; Lukas 18:25)
 
Di tahun yang baru banyak orang membuat komitment baru, istilah yang sering digunakan adalah  resolusi.  Semangat untuk memperbaharui diri  dari hal-hal yang dianggap lemah pada masa lalu, tentunya hal yang baik adanya, tetapi perhatikanlah bahwa banyak komitment baru atau resolusi itu dilakukan karena ada arah untuk mencapai keinginan-keinginan yang belum tercapai pada masa lalu dan mempunyai harapan-harapan besar pada tahun ini untuk dapat mencapainya. 
Apa yang mau saudara capai tahun ini ?  ini merupakan suatu pertanyaan penting  karena kita akan mengerahkan seluruh perhatian, tenaga kita kepada hal-hal yang menjadi target “keberhasilan” tahun ini.  Adakah didalam target kita tahun ini berhubungan juga dengan “keberhasilan” kita sebagai seorang anak  ALLAH, atau sebagai pelayan ALLAH yang dipanggil untuk melayaniNYa? Adakah “target” rohani yang kita rindukan (baca: kerinduan berelasi dengan ALLAH lebih dalam) ?  Adakah strategi dan upaya-upaya kita untuk membawa banyak orang semakin mengalami keindahan berelasi dengan ALLAH, disamping kita juga mawas diri akan pengaruh di sekeliling hidup kita?
Jika tidak ada hubungannya antara target yang ingin kita capai dengan kemajuan rohani dan kerinduan menjadi anak TUHAN yang lebih baik lagi, seharusnya kita waspada…jangan-jangan keinginan kita JAUH dengan keinginan ALLAH atas hidup kita ! bisa-bisa semua tenaga dan perhatian kita menjadi sia-sia dan tidak mempunyai NILAI KEKAL untuk dapat “masuk” ke dalam kerajaanNYA !
Ketika kita menyatakan diri sebagai anak ALLAH atau pelayanNYA, yang dipercayakanNYA untuk membawa orang mengenal dan "masuk" ke dalam kerajaanNYA, namun diri kita sendiri tertinggal ( “tertolak” dalam kerajaanNYA) karena kelekatan kita kepada keinginan-keinginan diri (materi, karir, prestise ) yang tidak berhubungan dengan nilai kekekalan, maka ironis sekali kedudukkan kita sebagai pelayan atau anak2NYA.
Tuhan Yesus memberi teguran yang keras dengan istilah yang hiperbola “ unta melewati lubang jarum” lebih mudah daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan ALLAH.  Penjelasan ini menunjukkan keseriusan Fokus untuk mengikut DIA dibanding kelekatan kita kepada “dunia” (materi,keluarga,karir,dll) tidaklah mudah, perlu hikmat dan koreksi diri yang terus menerus.
Biarlah kita terus mengoreksi diri  :
  •      Tuhan ampunilah aku jika ada ambisi diri yang jauh daripada rencanaMU dalam hidupku, letakkanlah kehendakMU didalam rencana hidupku tahun ini !
  •     Tuhan ampunilah aku jika ada hal-hal yang tidak berkenan sebagai pelayanmu dimasa yang lalu, dan berilah kerinduan dihatiku untuk terus berkarya sesuai rencanaMU yg telah memanggilku menjadi anak2MU yg telah Kau selamatkan !
  •   Tuhan ampunilah aku jika ada hal-hal yang melekat dihatiku melebihi kerinduanku kepada suara dan firmanMU


Rabu, 29 Desember 2010

HATI YANG MENYEMBAH Lukas 2:8-20

Pikirkanlah Beberapa pertanyaan berikut : 
1) Apakah semua orang yg datang ibadah natal sudah pasti mengikuti ibadah natal ? Ya, pasti
2) Apakah semua orang yang mengikuti ibadah natal, sudah pasti menyembah kepada Tuhan? 
    Belum Tentu ( Alasan datang ke gereja macam2: bisnis, ikuti tradisi, dll)
3) Apakah semua yang mengikuti ibadah natal adalah orang2 yang TAAT ? Wahhhh.....ngak janji deh....ya
    mungkin 30 % dr umat yg dtg..:( 


 Oleh karena itu maka ibadah kristiani tidak serta merta menghasilkan pribadi yang menyembah kepada TUHAN, apalagi taat kepada TUHAN !! tidak heran kalau dalam setiap jaman Gereja /umat mudah sekali diombang-ambingkan pengajaran yang berkembang pada saat itu !!

Contoh :

Abad 17,18 : Masa ini juga disebut sebagai masa Rasionalisme dan Pencerahan. Descartes menekankan cara berfikir yang berpengaruh sampai abad-19 dan meletakkan dasar perkiraan kesadaran modern, yaitu: (1) keyakinan akan pikiran manusia, (2) mengutamakan manusia sebagai pribadi, (3) imanensi Tuhan, dan (4) keyakinan bahwa sifat alami manusia bisa dan selalu diperbaiki.
Situasi Gereja ??  
* Yang Positif adanya Reformasi oleh Marthin Luther dan John Calvin 
* Yang Negatif , munculnya kritik yg berlebihan terhadap Firman ...menolak adanya mujizat, kisah alkitab yg
    non rasional ( masih bibit)  
 Abad 18,19  Masa Romantisme yang diawali dengan disadarinya keunikan individu dan konsekwensinya mengenai pentingnya pengalaman individu sebagai sumber khusus mengenai arti yang tidak terbatas, ini memberi nilai lebih pada kepribadian dan kreativitas individu melebihi semua nilai lain. Jean-Jacques Rousseau dan Immanuel Kant adalah arsitek dibelakang liberalisme romantis ini.

Situasi Gereja ??
Sudah Semakin didengungkan bahwa agama wilayah intuisif, pengalaman (lih. Schleiermacher). Jadi Tidak penting Yesus apakah ia Allah atau manusia (cenderung berpendapat manusia saja) karena yg penting pengalam religious setiap individu, bukan sejarah  iman
 


Abad 19,20


Teologi Liberal masa ketiga ini juga sering disebut sebagai Modernisme dan menghadirkan pandangan yang ujung-ujungnya menafikan hal-hal yang supranatural & mujizat dan yang kekal (aeternum) termasuk Tuhan.

Situasi Gereja ??
  • Kisah Tentang Yesus hanya fiksi, karangan manusia (masih ingat film Davinci code?), jadi unsur rasional manusia sangat dominan.
 Abad 20,21 : Post Modern – dimana keyakinan dan kepercayaan kita ini tidak ada nilai bagi orang lain; Cuma bernilai bagi diri sendiri ; semua orang bisa membangun agamanya dengan cara2nya sendiri ; sulit ditebak apakah ia mempunyai pemahaman yang benar karena tidak jelas pandangannya /tdk pasti

Situasi Gereja ??   
  • Mengikuti NEED umatnya !! Semuanya kesenangan umat dalam beribadah !! sulit membawa kepada pemahaman ttg ALLAH yang benar


Persoalan :  Dengan cara apa gereja mampu melawan arus jaman?? Ketika Gereja Tidak Mampu Melawan arus jaman, apa yang sebenarnya terjadi ? Manusia yang ada didalamnya tidak memiliki kualitas rohani / Manusia yg jauh dari memiliki Penyembahan kepada Tuhan dan FirmanNya !!

Suatu Keprihatinan sekali terjadi disepanjang sejarah kekristenan, tentunya kehidupan bergereja bahwa gereja mengalami “ketidakmampuan” untuk melawan situasi jaman dan pengajarannya.   Wajah Yesus seringkali berubah2, bahkan kadangkala tidak nampak di ibadah2 umat karena berganti dengan wajah umat dan keinginan2nya, wajah “penguasa” gereja ?




Kembali kepada konsep Menyembah Allah ; mengembalikan bahwa keagamaan kita bukan difokuskan  kepada Manusia dan keinginannya tetapi kepada ALLAH yg satu2nya CENTRAL dari penyembahan Umat ; IA yang harus dimuliakan dan harus disembah . Situasi yang demikian kita jumpai dalam natal pertama



Teks : Perhatikan Apa yang Terjadi dengan PARA GEMBALA YG MENERIMA BERITA NATAL !!

Latar Belakang .

Dalam Berita Natal, ada tokoh2 Natal yang harus kita ingat dan tidak boleh dilupakan, sikap dan keteladanan mereka terhadap kehadiran TY : Yusuf yg mempersembahkan ketaatannya.; Maria yg mempersembahkan tubuhnya; Para gembala mempersembahkan kasih mereka yang mendalam; Para orang majus mempersembahkan penyembahan mereka.

Namun, pada saat yang sama ada juga orang-orang yang kehilangan makna Natal yang pertama: Pemilik penginapan yang terlalu sibuk memperhatikan tamu-tamunya.; Para tamu yang terlalu memusatkan perhatian pada kenikmatan jasmani dan urusan pribadi, sehingga tak tersentuh oleh peristiwa yang terjadi di kandang domba itu; Raja Herodes yang begitu larut dalam perasaan tidak nyamannya, istananya, dan impian-impiannya yang menyedihkan untuk menggapai kemuliaan. 

Para Gembala adalah kelompok orang-orang yang sangat menghormati hadirnya Sang Natal, apa yang mereka lakukan adalah sikap yang benar-benar menyembah.

Tema kita adalah hati yang menyembah, dengan contoh para gembala ini maka proses bagaimana hati yg menyembah :
I. Hati Yang Menyembah harus dimulai Sapaan ALLAH kepada Manusia: gembala disapa sang ilahi  (9-11)

Para gembala merupakan orang dari kalangan bawah yang dianggap rendah di dalam masyarakat Palestina pada awal abad pertama. Keadaan mereka menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti upacara-upacara, yang mempunyai arti yang sangat penting bagi orang-orang yang beragama. Para gembala juga dianggap tidak dapat dipercaya dan bahkan tidak diperkenankan memberi kesaksian di depan pengadilan.

Tetapi para malaikat datang kepada para gembala membawa berita yang besar, yaitu bahwa Kristus Tuhan -- Juruselamat dunia -- telah lahir di kota Daud (ayat 11). Dan bertentangan dengan anggapan orang lain terhadap diri para gembala, para gembala itu dapat mengerti bahwa orang yang sesat itu perlu mendengar berita besar itu. Keadaannya masih tetap sama sampai sekarang. Tuhan Yesus adalah Juruselamat dunia. Dan tanpa Tuhan Yesus manusia masih tetap dalam keadaan tersesat.

Para Gembala mendapatkan good news – dalam perbandingan ayat yang lain menunjukkan datang kepada orang2 pilihannya (Yes. 40:9; 52:7; 61:1) tentang kelahiran Tuhan Yesus.  Cf. Kis 2:36; 2 Kor. 4:5; Phil. 2:11). Luar biasanya Gembala dapat mengerti berita yang luar biasa ini (penggenapan dan perdebatan kaum intelektual)

Peristiwa dari gembala inilah yang menjadi DASAR dari lahirnya penyembahan yang benar, mereka dijumpai ALLAH / disapa ALLAH….

Hati yang menyembah tidak dapat dimulai dari keinginan manusia, tetapi inisiatiif dari Allah yang menyapa manusia- dan manasia meresponinya 
Mungkin Kita bisa berdalih, "Allah tidak menyapa saya seperti gembala, sehingga saya tidak salah jika tidak bisa menyembahNYA"...Apakah ini Benar ?? Anda datang ke gereja dan mendengar Firman, Anda memiliki Alkitab, Anda disediakan pelayanan2 untuk dilakukan di gereja....benarkah ALLAH tdk menyapa?? Bukankah Respont manusia yang TIDAK menyambut sapaan ALLAH setiap hari/jam/detik??


Sama seperti mall2 punya konsep natal- menghilangkan Kristus, bayi natal, orang majus, gembala- karena apa? Karena sudah diganti dengan tokoh2 dunia yang lebih ngetop. Mungkin kita tidak respont karena mata kita sudah ditutupi dengan hoby, nafsu, dosa2 dan kelemahan kita...atau keindahan lainnya....

Aplikasi :

Apakah kita masih mendengar suara ALLAH di Natal yang menyapa kita ? jika tidak selamanya kita tidak pernah datang untuk menyembah


II. Hati Yang Menyembah selalu disertai Tindakan Iman :Para gembala tidak memiliki ruang ragu akan perintah Sang ilahi (ayat 15,16) 
 Saya senang dengan teks ini, tidak pake tanyak2, ragu, curiga..tetapi para gembala lekas-lekas pergi untuk pergi ke Betlehem.

Adam Clarke (tokoh reformasi) mengatakan bahwa semua penundaan adalah berbahaya, tetapi orang yang setelah mendengar Injil lalu menunda untuk mencari / datang kepada Yesus, membahayakan kebahagiaan kekalnya.

Hati yang menyembah memiliki unsure dimana ia seorang yang bertindak berdasarkan firman Tuhan yang didengar, dibaca dan dipelajari.  Seberapa besar kita bisa bertumbuh bukan dengan banyaknya mendengar dan mendengar, tetapi berani bertindak sesuai firman. 


Iman kita, ketundukkan kita kepada TUHAN, kesungguhan kita menyembah TUHAN adalah sesuai prosentasi seberapa seringnya kita memperlakukan firman TUHAN setiap hari…..program2 gereja hanya mengarahkan, menolong, memandu…tapi sampai di rumah, di kehidupan sehari-hari tidak dilakukan….hampir tidak ada artinya.!!

Benarkah hati kita menyembahNYA ? Sama dengan pertanyaan Apakah kita tiap hari TAAT akan perintahNYA /firman !!

Mungkin kita bisa tidak taat karena kita tidak yakin akan apa yang kita pelajari dengan janji2 ALLAH dengan kenyataan disekeliling kita !

Para gembala mendapat berita besar /luar biasa…..tetapi yang kita tahu mereka menemukan Tuhan Yesus lahir dengan cara sangat sederhana, hal itu tidak melemahkan iman mereka bahwa benar DIA sudah datang, dan mereka percaya sepenuhnya.  Bahkan sekarang mereka mengerti orang yang tidak dianggap seperti merekapun dapat anugerah besar….  

 III. Hati yang Menyembah mampu melihat KESESUAIAN Perintah ALLAH dan apa yang terjadi disekelilingnya ( Kepekaan KARYA ALLAH) : Para Gembala bisa memuliakan ALLAH karena mereka melihat karya ALLAH yg sempurna !!


Ketika semua heran akan pernyataan para gembala itu, tindakan Maria bagaimana ? dia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (19).  Maria masih mengumpulkan kejadian2 yang ajaib menyertai kelahiran TY, disamping pembuktian moralnya bahwa memang ia mengandung dari Roh Kudus. 

Tetapi menarik sekali dengan tindakan gembala !! kalau pemberitaan bahwa gembala itu akhirnya memuliakan ALLAH dan memberitakan apa yang terjadi itu sering kita dengarkan !! tapi apa yang menyebabkan mereka melakukan pujian dan memuliakan ALLAH ??

Saya melihat hal yang menarik lainnya, yakni 

20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka


Kata Sesuai /sama seperti /tepat…..nah ini yang seringkali tidak dimiliki orang-orang percaya !!  Gerakan yang sama antara IMAN, Sikap, dan tindakan….

Contohnya: saya haus, perlu minum, dan bertindak untuk mengambil minum ( sesuai antara pikiran, keinginan dan tindakan) .  Caba kalau ngak pernah ngambil gelas untuk minum maka haus teruss, juga kalau keinginan ada tetapi tidak bertindak ya tetap haus….

Sama juga orang mendengar Firman !! bagus ! yup ! Sipp ngerti !! stabillo teksnya, tulis di catatan, trus ngak melakukannya !! ?? J

Menyembah kepada TUHAN bukan saja mengatakan aku percaya tetapi aku melakukannya dengan segenap kekuatanku !

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar suatu kesulitan2 tentang rumah ibadah di bandung.  Sebagian rumah ibadah mempunyai ijin dan sudah lama berdiri, tetapi dipersoalkan, kesulitan2 ibadah kristen terjadi berulang2 .Apakah umat Tuhan tidak dapat lagi menyembah TUHAN jika rumah ibadah tidak ada lagi ?? Penyembahan kita ada di PERCAYA akan Firman; Melakukan FIRMAN setiap hari …bukan dibangunan fisiknya,toh kita tahu semakin iman mendapat tantang besar bukan semakin habis, malah semakin subur…DIA bekerja luar biasa bagi para penyembah Benar !!

Saya membaca mailing list indo timur, islamisasi yang terang2an…sayang sekali anak2 TUHAN terpancing dengan debat kusir yang kearah emosional…Para penyembah yang sesungguhnya tidak akan kena pengaruh kepercayaan lain dan situasi apapun, karena mereka sudah bertemu ALLAH dan melihat karyaNYA yg sempurna atas diri, kel, masy, dll!!
Kiranya NATAL 2010 ini menjadikan kita Penyembah2 yang Benar dan berkenan kepadaNYA....Respont, Taat dan Setia di situasi jaman apapun !!

Pencapaian Doktor FISIP UNAIR

  UJIAN DOKTOR TERBUKA  19 JUNI 2025  Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik  Panitia Penguji Disertasi  Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs....