UJIAN DOKTOR TERBUKA 19 JUNI 2025
Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik
Panitia Penguji Disertasi
Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si Anggota :1. Dr. Kris Nugroho, Drs., MA2. Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra.,MA.3. Prof. Dr. Phil. Toetik Koesbardiati, Dra4. Prof. Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D5. Prof. Sulikah Asmorowati, S.Sos., MdevSt.,Ph.D.6. Dr. Sri Endah Kinasih,S.Sos., M.Si.7. Imam Yuadi, S.Sos., M.MT.,Ph.D.8 Dr. Sudarso, Drs., M.Si
Tertutup 03 Maret 2025 Ketua : Prof. Dr. Phil. Toetik Koesbardiati , DraAnggota :3. Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si 4. Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D5. Prof. Dr. Hotrman Siahaan, Drs.6. Prof. Dr. Warsono, MS ( mantan rektor UINSA) Surat tugas 26 Februari 2025
1. Dr. Kris Nugroho, Drs., MA2. Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra.,MA.
ABSTRACT
Indonesia
is a country with a pluralistic society,
both
cultural, linguistic, religious and
ethnic. Pluralistic societies are generally prone to
conflict and intolerance.
Indonesia is a country prone
to
intolerance, especially intolerance in the
context of religion. This
research exposes religious intolernce, especially Christianity to
Muslims, in the context of the bombings
in three churches
in Surabaya, on May 13,
2018.
This
research uses a qualitative method, with
the perspective of
community construction theory from Peter
L. Berger and Thomas Luckmann.
The informants in
this
study
were victims of
acts of radicalism, in three churches in Surabaya on May 13, 2018. Informants from the Catholic Church
of Santa Maria Immaculate
are
activists and teachers
of the faith, Informants from the Indonesian Christian Church
are clergy, elders and activists, and informants
from
the Central Pentecostal Church
of Surabaya are clergy and
people. The
purposive research location is
the city of Surabaya, according to the bombing incident on May 13, 2018.
The results of this study show that the
impact of intolerance on the
bombings in the three churches can
be challenged through Berger
and Luckmann's theory through
externalization,
where informants
have trauma to people who wear
Muslim religious clothing,
vigilance, suspicion, and daily attitudes that avoid
relationships with Muslims. However, this
has changed, in the process
of objectification. The Church
as an institution.
The government and religious leaders,
through interfaith prayer gatherings, have expressed their strong condemnation
of the church bombings, but also their faith in forgiveness and peace. The church bombing incident is a threat to
the Indonesian nation, therefore all elements must unite. This externalisation
and objectification simultaneously influence internalisation, so that
informants from various layers realise that the bombing incident is addressed
with collective vigilance. The finding of this research is an attitude of
harmony and solidarity rather than intolerance.
The study found that acts of intolerance in
the church bombings in Surabaya did not succeed in dividing the community, did
not succeed in cornering Christians to retaliate and be intolerant of Muslims.
The conclusion of this study is that religious intolerance, especially the
bombing of Christian houses of worship, does not have an impact on division,
retaliation or other intolerance, even if an attitude of solidarity is
developed. This is due to the cooperation between religious institutions, the
government and religious leaders to realize unity and mutual vigilance.
Keywords: religious intolerance,
radicalism, externalization, objectification, internalization.
Puji Tuhan, Praise The Lord, saya bersyukur untuk proses study di Universitas Airlangga, study ini dapat menjadi proses spiritual yang sangat menggembirakan dan penuh anugerah Tuhan. Saya terus belajar untuk dapat menghasilkan penelitian yang sebaik-baiknya, dan sesuai dengan penulisan akademis yang dapat dipertanggungjawabkan. Para dosen sosial politik banyak memberi sumbangsih dan sangat menolong saya, temtu terutama promotor dan ko-promotor yang mendampingi penelitian ini. Judul disertasi saya ini, “Dari Traumatis Menuju Harmoni Sosial : Refleksi Pengalaman Penyintas Pengeboman Gereja 13 Mei 2018 dari Perspektif Peter Berger dan Thomas Luckmann.”
Suatu kerinduan terdalam saya adalah toleransi antar agama di bumi Indonesia, supaya bangsa yang majemuk ini semakin dewasa dalam keperbedaan, dan tujuan akhirnya adalah kemajuan Bangsa Indonesia di mata dunia. Kerinduan saya dalam penulisan ini, bahwa agama yang baik dan spiritual yang suci, dapat menjadi pembawa perdamaian bagi seluruh manusia.
Harapan saya disertasi ini dapat menjadi acuan, referensi dan perenungan bersama bagi penelitian-penelitian selanjutnya. Sekalipun penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam penulisan ini. Kiranya Tuhan selalu menolong kita bersama untuk mewujudkan kebersamaan, kasih antar sesama dan saling menghargai keperbedaan iman di bumi Indonesia.
------------------------------------------------------------
Halleluya, segala puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yesus Kristus atas semua kesempatan yang diberikan dalam studi ini. Tidak terbayangkan bahwa waktu yang lama menyelesaikan studi ini adalah supaya saya belajar sungguh-sungguh memahami bagaimana penelitian dapat dilaksanakan dengan sebaiknya, dan herannya saya senang sekali menikmati proses studi, dan Puji Tuhan dalam keadaan sehat terus.
Proses panjang studi ini, akhirnya dapat saya jalankan dengan kemurahan Tuhan semata-mata. Tema Disertasi ini mengingatkan saya pribadi untuk mengupayakan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam perbedaan iman, sehingga hidup bersama di bumi Indonesia menjadi damai sejahtera.
Proses panjang studi ini, tidak mungkin dapat
selesai dengan baik, tanpa bantuan para dosen sospol Universitas Airlangga, dan
banyak pihak yang membantu, mendoakan dan mendukung berjalannya studi ini. Ijinkan saya menyebutkan nama-nama mereka,
yakni :
1. 1. Promotor, Dr. Kris Nugroho, Drs. MA. dan Co. Promotor, Prof. Dr. Dwi Windyastuti Budi H, Dra., MA. sangat sabar dan teliti dalam menolong penulis dalam penelitian yang baik, mengarahkan dan membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan studi.
2. 2. Ketua Program Studi Doktoral Ilmu Sospol, Prof. Dr. Toetik Koesbardiati, Dra.,yang selalu rajin memberi semangat untuk dapat menyelesaikan studi.
3. 3. Dekan dan seluruh staf dari
Fakultas ilmu sosial dan politik Universitas Airlangga Surabaya, terimakasih
untuk fasilitas dan karya layanan bagi saya pribadi selama menempuh studi di
Airlangga
4. 4. Penasehat akademik, Prof. Dr.
Musta’in Drs, M.Si (alm), juga diawali oleh Prof. Ramlan yang pernah
mendampingi penulis diawal study, diskusi dan bimbingan yang sangat berarti,
sehubungan penulis berlatar belakang teologi.
5. 5. Para Dosen MKPD ( Mata Kuliah Penunjang
Disertasi), Metodologi oleh Prof. Dr.
Romo Armada , Teori oleh Prof. Dr. Bagong, dan Materi oleh Pak Novri Susan,
Ph.D. Para dosen penguji , antara lain :
Prof. Hotman Siahaan, Dr. Airlangga Pribadi Kusman, Prof. Thomas Santoso, Prof.
Warsono, MS, dan seluruh tim penguji lainnya. Para Guru Besar dan Dosen S3
Sospol Unair dalam memberi materi perkuliahan, sebagai dosen penguji yang sangat berharga bagi penulis.
6. 6. Rektor Universitas Airlangga
Surabaya, terimakasih atas diijinkannya saya mendapat ruang belajar menempuh
program doktoral dalam ilmu sosiologi, fakultas ilmu sosial dan politik.
7. 7. Seluruh staf akademik, Pak Rofig,
Mas Tino, Mb. Rischa, Mb Anisa, Mas Yoga yang terus memolong penulis dalam
menghadapi setiap ujian dan informasi penting dalam menempuh studi.
8. 8. Seluruh teman-teman prodi S3 angkatan
2018-2019 , yang mempunyai kata kekompakan, ”Mati aku rekk,” yang mengingatkan
kebersamaan, saling mendukung dan memberi sebutan aku “umik,” terimakasih
kepada komandan Puji, Mbak Arini, Poppy, Feby, Refty, Netty, Rojabi, Ilham,
Zammy, Mukayat, Rio, Sudhan, Dhany, Ali, Habib, Noer Sidik.
9. 9. Majelis Jemaat GKI Sulung,
sekalipun kurang memahami langkah saya untuk studi doktoral di Unair, saya
tetap berterimakasih karena studi ini dimulai dengan ijin pimpinan gereja pada
saat memulainya.
10. 10. Jemaat
GKI Sulung yang mendukung dan mendoakan studi saya. Terimakasih banyak kepada
Ibu Ika dan Pak Irwanto yang memberi tempatnya untuk aku menyelesaikan
disertasi, Luki dan Ivon yang memberi kendaraan kapan saya membutuhkan, Melany,
alm. Ibu Mega yang terus menerus mengatakan bangga atas studiku, alm. Bupen Rut
dan Pakpen Siswanto sebagai rekan share pelayanan dan semua rekan-rekan,
yang tidak bisa saya sebut satu persatu dalam komunitas GKI Sulung.
1111. Keluarga
Besar Manik, untuk orangtua alm. Drs.M.Manik dan alm. Dasima Silalahi ( bunda
yang mendorongku studi lagi), Bang Binsar, Kak Rita (prof yang juga memahami
proses studi dan memberi arahan), Kak Muti, Bang Bona, eda Uwi, eda Nining,
Bang Samudra dan keponakanku Marcello, Elder dan Adon. Keluargalah yang
mendoakan aku tak henti dalam proses panjang studi ini.
1212. Sahabatku Denny Lalitan, Linda Bustan, Martus (Pemberi rekomendasi study, bersama alm. Ibu Atty dari SAAT, Malang) dan Kunkun, Njoo Mee Fang, dan tentunya group kopi sulung sebagai komunitas yang menyenangkan sebagai teman ngobrol pada saat berkunjung ke Surabaya. Sahabat dan kawans sangat berarti bagiku dalam mendukung dan mendoakan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa disertasi ini, masih banyak kekurangan, jauh dari sempurna, karena itu masukan pembaca sangat diharapkan dalam memperbaiki tulisan masa mendatang. Kiranya penelitian ini, bukan hanya berhenti pada masa studi doktoral dan bermakna dalam memenuhi syarat kepada penulis, tetapi juga dapat memberi kontribusi pada dunia akademik, secara khusus penelitian-penelitian relasi antar agama, dan penelitian sosial masyarakat. Akhir kata, terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus yang menjawab segala pergumulan dan doa penulis.










