Kamis, 07 Oktober 2010

Gender Awareness For aDULT




POKJA KEMITRAAN GKI SINWIL JATIM – KOMISI DEWASA GKI SINWIL JATIM

15-16 MARET 2010, HOTEL ASIDA-BATU MALANG

MATERI RETREAT GENDER AWARENESS FOR ADULT


TUJUAN DAN SASARAN MATERI GENDER AWARENESS FOR ADULT



Tujuan Umum:

1.       Komisi Dewasa GKI Sinwil jatim mendapatkan pemahaman dan wawasan tentang gender awareness
2.       Komisi Dewasa GKI Sinwil jatim mempunyai kerinduan untuk menyadarkan lingkungan masyarakat (termasuk gereja) akan gender awareness dan dampaknya
3.       Komisi Dewasa GKI Sinwil jatim mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan penyadaran gender awareness, minimal mendukung keberadaan pokja kemitraan sinwil jatim
Sasaran:  Komisi Dewasa GKI Sinwil Jatim

Pembukaan dan Perkenalan  = 60 menit

Tujuan : Para peserta diperkenalkan akan keberadaan pokja kemitraan sinwil jatim dan masing-masing peserta dapat berkenalan satu dengan lainnya .

Sesi 1 -  Picture Of life = 60 menit

Tujuan:  Para peserta menuliskan akan pengalaman-pengalaman masa kanak2, remaja dan dewasa .  Pengalaman-pengalam tersebut dapat menunjukkan situasi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan sebagai perempuan dan sebagai laki-laki

Sesi 2 – Seks dan Gender

Tujuan:  Para peserta mendapatkan wawasan dan pemahaman perbedaan seks dan gender, dengan demikian peserta lebih kritis terhadap budaya patriakhal dan konsekwensinya

Sesi 3 – Pembagian Peran dan Kerja

Tujuan: Para peserta dapat mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas perempuan dan pria selama 24 jam, kemudian dikelompokkan dan dianalisa bersama apakah termasuk aktivitas2 produktif, reproduktif atau kemasyarakatan

Sesi 4 -  Mengapa Gender dipermasalahkan?

Tujuan: Para peserta menyadari bahwa isu-isu gender telah berdampak luas dalam relasi laki-laki dan perempuan disegala segmen kehidupan.

Sesi 5 - Ketidakadilan Gender: Subordinasi, stereotype, marginalisasi, double burden dan kekerasan

Tujuan: Para peserta dapat menganalisa kelima bentuk ketidakadilan gender melalui kasus-kasus dalam masyarakat, keluarga, pekerjaan,dll

Sesi 6 - Ketidakadilan gender: fakta isu-isu sosial

Tujuan: Para peserta mendapatkan wawasan data-data sehubungan dengan ketidakadilan gender dalam isu-isu sosial yang riil dihadapi masyarakat Indonesia

Sesi 7 - Ketidakadilan gender: KDRT, hukum dan penanganannya

Tujuan: Para peserta mendapatkan pemahaman tentang undang-undang sehubungan dengan  kdrt dan cara menanganannya dalam masyarakat.

KESIMPULAN: Menanyakan para peserta manfaat pelatihan dan komitment untuk melanjutkan pemahaman tentang gender awareness di gereja masing2



PENJELASAN MATERI PELATIHAN



Sesi 1 -  Picture Of life = 60 menit



Tujuan:  Para peserta menuliskan akan pengalaman-pengalaman masa kanak2, remaja dan dewasa .  Pengalaman-pengalam tersebut dapat menunjukkan situasi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan sebagai perempuan dan sebagai laki-laki

PROSES:

  1. Fasilitator menjelaskan metode picture of life, yakni men-sharingkan kejadian-kejadian yang dialami peserta pada masa lalu.  Pengalaman-pengalaman itu dapat dibagi menjadi pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, dan berhubungan dengan dirinya “sebagai perempuan” atau “sebagai laki-laki.”  Untuk lebih jelasnya dapat diingat sehubungan dengan masa kanak-kanak, remaja dan dewasa/sekarang
  2. Peserta diberikan kertas untuk menuliskan apa yang dialami sehubungan dengan penjelasan no.1
  3. Setelah para peserta menulis akan pengalamannya masing-masing, kini mereka diajak dalam satu kelompok untuk mensharingkan pengalaman-pengalamannya tersebut.  Diskusi pengalaman-pengalan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan sebagai laki-laki dan perempuan kemudian disimpulkan dan dipresentasikan oleh seseorang yang mewakili kelompok. 
  4. Hasil diskusi diupayakan untuk dikelompokkan menjadi tiga masa : 1) Kanak-kanak; 2) remaja ; 3) Dewasa /sekarang
  5. Fasilitator dapat memberi tanggapan sehubungan dengan presentasi kelompok-kelompok.

Contoh sharing:

  • Masa Kanak-kanak
-          Suka bermain : boneka, masak2an, mobil2an
-          Membantu orangtua:  di dapur, diluar rumah
  • Masa Remaaj
-          Menstruasi
-          Mimpi basah
-          Tanggungjawab kebersihan rumah
-          Belum memiliki tanggungjawab
  • Masa Dewasa
-          Pacaran
-          Menikah
-          Punya anak  (tulis pengalaman2)


Sesi 2 – Seks dan Gender


Tujuan:  Para peserta mendapatkan wawasan dan pemahaman perbedaan seks dan gender, dengan demikian peserta lebih kritis terhadap budaya patriakhal dan konsekwensinya

Proses:       

  1. Fasilitator membagikan kertas kepada peserta untuk menuliskan jawaban: “apa perbedaan antara laki-laki dan perempuan?”
  2. Jawab dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
-          Apakah perbedaan-perbedaan itu dibawa sejak lahir?
-          Perbedaan yang mana yang dibawa sejak lahir? Sisanya didapat dari mana?
-          Peran-peran apa yang dianggap kepunyaan perempuan dan peran apa yang dianggap kepunyaan laki-laki?
-          Apakah peran-peran yang disandang perempuan dan yang disandang laki-laki dapat saling ditukarkan?
-          Peran apa yang hanya dapat dilakukan oleh perempuan?  Peran apa yang hanya dapat dilakukan oleh laki-laki?
-          Sifat-sifat apa yang biasanya dianggap sifat perempuan dan sifat-sifat apa yang dianggap sifat laki-laki ?
-          Apakah sifat-sifat yang dianggap sifat perempuan itu juga dimiliki oleh laki-laki?  Demikian juga sebaliknya?
  1. Kesimpulan dari diskusi diatas akan dijelaskan oleh fasilitator dalam dua kolom  1) kolom dibawa sejak lahir (kodrati) dan 2) kolom dibentuk oleh masyarakat /budaya (gender) ….Hasil diskusi tersebut :


Dibawa Sejak Lahir – KODRAT


Perempuan  

Ovum

Melahirkan

Menyusui

Mestruasi

Hamil                                                                                                    

Bentukan Masyarakat


Perempuan

Feminine

Emosional

Cantik

Lembut

cerewet

Laki-laki



Sperma

Membuahi

Zakar

Kumis

Jakun

Laki-laki



Maskulin

Ganteng

Kasar

Tegas

Cuek

Tegar



  1. Fasilitator menjelaskan bahwa  perbedaan-perbedaan laki-laki dan perempuan dibedakan dengan jelas antara yang KODRATI dan BENTUKKAN MASYARAKAT/BUDAYA
  2. Perbedaan peran seperti laki2 pencari nafkah, pengambil keputusan, sementara perempuan mengurus domestic, anak adalah peran2 yang dibentuk masyarakat. Hal inilah yang disebut peran gender, sebenarnya dapat berubah-ubah, berdasarkan waktu dan tempat.


Sesi 3 – Pembagian Peran dan Kerja



Tujuan: Para peserta dapat mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas perempuan dan pria selama 24 jam, kemudian dikelompokkan dan dianalisa bersama apakah termasuk aktivitas2 produktif, reproduktif atau kemasyarakatan

Peserta dapat mengidentifikasikan peran-peran yang dibentuk oleh masyarakat, sekalipun pemahaman gender sudah di dapat namun seringkali kita tidak bisa lepas dari apa yang sudah menjadi budaya.  Tujuan dari sesi ini untuk memperlihatkan /menganalisa /mengamati dengan sadar bahwa begitu kuatnya peran budaya dalam menentukan peran laki-laki dan perempuan.

PROSES:


  1. Fasilitator membagi peserta dalam kelompok-kelompok
  2. Fasilitator membagikan kertas plano untuk mengisikan kegiatan-kegiatan selama 24 jam dalam sehari…dapat dibuat spt dibawah (lihat lembar berikut)
  3. Dari hasil diskusi diatas, masing-masing kelompok dapat mengkategorikan produktif, reproduktif atau kemasyarakatan









Waktu

Isteri /perempuan dewasa

Suami /laki-laki dewasa

Anak Perempuan

Anak laki-laki

Keterangan

5-7 pg











7-9pg











9-11pg











11-13 siang











13-15 siang











15-17 sore











17-19 sore











19-21 mlm











21-23 mlm











23-01.pg













KETERANGAN













Sesi 4 -  Mengapa Gender dipermasalahkan?


Tujuan: Para peserta menyadari bahwa isu-isu gender telah berdampak luas dalam relasi laki-laki dan perempuan disegala segmen kehidupan.

Peserta memahami bahwa isu-isu gender sebenarnya berdamapk luas kepada relasi harmonis antara perempuan dan laki-laki.  Sebagai  orang krsiten kita harus kembali kepada pengajaran Firman, apa yang alkitab katakan tentang relasi dan penciptaan keduanya.   Peserta menjadi kritis bahwa banyak persoalan-persoalan terjadi jika kurang memahami gender awareness.

Proses


  1. Fasilitator membagikan kertas kepada peserta, kemudian diminta menuliskan pernyataan ttg :
a.       Saya senang terlahir sebagai perempuan/laki-laki karena ……….
b.      Saya berharap menjadi lawan jenis karena………………………
c.       Pandangan saya terhadap “keuntungan-keuntungan” lawan jenis yang  tidak saya miliki adalah……………….
  1. Fasilitator membacakan dan menyimpulkan essay yang ditulis peserta
  2. Pernyataan-pernyataan menunjukkan hal-hal yang riil dialami sebagai perempuan dan laki-laki, harapan kita terhadap lawan jenis dan peran-peran dari perempuan/laki-laki.  Peran-peran dan perbedaan sebenarnya adalah untuk saling melengkapi, namun ada banyak alasan akhirnya menjadi ketidakadilan, ketidaksetraan, hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki  (relasi gender).  Perhatikan peran-peran budaya patriarkhi yang ikut mengambil peranan terhadap ketidak adilan tersebut.
  3. Pandangan teologis untuk memahami kembali  konflik dan persoalan-persoalan yang terjadi sebagai persoalan gender.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...