Kamis, 08 Januari 2015

IMAN KRISTEN VS "ANALISA" 2015 ?

Ada apa dengan tahun 2015 ? banyak orang pasti menginginkan semua berjalan baik, kehidupan meningkat, karir mengalami kemajuan, keluarga sehat dan semakin baik, investasi juga.....urusan iman ? biasanya urutan paling terakhir dipikirkan (kalau sempat mikir) sekalipun nampaknya kita orang yang religious sekali ( kristen: rajin pelayanan).  Oleh sebab ditaruh pada urutan terakhir, maka banyak dari kita iman dan pengetahuannya sebenarnya tidak mengalami kemajuan sepanjang tahun sehingga cara melayani /memandang pelayanan, cara berelasi dengan sesama manusia, cara bisnis, dan semua kehidupan tidak ada implikasi dari iman yang dimiliki, karena imannya berjalan di tempat (kalau tidak ingin dikatan tidak berbuah /berdampak)...:(
Maukah kita mengalami kemajuan kehidupan yang bernilai sesuai dengan iman yang kita miliki?  Mungkin kita perlu memperhatikan analisa beberapa hal yang terjadi disekitar kita, lalu cobalah renungkan apa dampak iman yang kita miliki bagi dunia kita ?  Mungkin bantuannya adalah mempertanyakan 3 hal ini : Apa peranku bagi kehidupan ini?  Bagimana Imanku berfungsi bagi diri dan sesama dalam kehidupan ini?  Adakah strategy baru untuk menempatkan imanku sesuai dengan situasi yang ada sehingga kesaksian sebagai orang percaya menjadi nyata ?

Dalam Prediksi Budaya Cina :Iman Kristen VS Tahun Kambing Kayu


 


Tahun CIna  tahun 2015 disebut tahun kambing kayu yakni 19 feb 2015-7 feb 2016 ; hal ini berarti  tahun ke-8 dari zodiac china yang terdiri dari 12 shio; Arti angka 8 adalah angka keberuntungan, perdamaian dan kemakmuran menurut astroshiopedia .  Dipercaya pula bahwa dalam tahun kambing kayu maka Orang yang lahir dalam tahun ini membawa sifat murah hati, adil, baik hati, lemah lembut, peduli terhadap orang lain.  Makna dari tahun kambing kayu adalah tahun kedamaian dan ketenangan…..sikapnya hidup lebih rileks, santai dan tidak ngoyok tetapi tetap mendapat keberuntungan, ...wow enak sekali :).  Namun ada sisi negatif yakni bersikap ragu- ragu, pasif, ikut arus……

Kalau kita punya iman juga menghasilkan "dampak" seperti tahun kambing kayu, maka apa bedanya?  apalagi jika hidup kita tidak ada sifat murah hati, tidak adil, tidak baik hati, dst  maka iman kita KALAH dengan prediksi budaya (agama ttt) tentang tahun kambing kayu.  Coba bandingkan saja dampak iman kita dengan "dampak" yang luar biasa dari tahun kambing kayu.....bagaimana ?  Harapan kita melalui iman kita jauh lebih berdampak daripada prediksi tahun kuda kayu karena kita tidak mengenal sikap ragu-ragu, pasif dan ikut arus karena iman kita kuat untuk tetap berada pada kebenaranNya...

Dalam Prediksi Ekonomi : Iman Kristen VS  Hedonisme /"Nafsu" Kebutuhan Hidup 

 



Di Media VIVAnews -  seorang ekonom Raden Pardede memprediksi tahun 2015 mendatang perekonomian Indonesia akan berada di level 5,2-5,5 persen. Sementara, inflasi akan berada di posisi 6,5-7,5 persen. Meskipun demikian, Raden yang juga Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset meyakini pemerintah dapat mengatur fluktuasi harga makanan."Akan meninggi di second quarter, katanya .  Tapi, pemerintah bisa mengatur volatilitas harga makanan, akan menurun pada akhir 2015," ungkapnya, selain itu, mantan staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian itu juga mengatakan pada 2015, interest rate diprediksi sekitar 7,8 sampai 8,5 persen. Untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar akan berada di level Rp12.200 sampai Rp12.700 per US$.

Prediksi Ekonomi ini memberitahu bahwa situasi perekonomian tidak terlalu baik, umumnya tanpa kita sadari kita
terjebak menguras tenaga untuk mencari kehidupan yang layak (relatif).  Sebagian kita menjadi cemas dan kuatir sehingga melakukan tindakan apa saja untuk menikmati hidup ( hutang, penggunaan kartu kredit, tergoda shopping berlebihan).  Akankah Iman yang kita miliki mampu menahan "nafsu" bekerja (surabaya : ngoyok) dan nafsu berbelanja, ...Mampukah iman kita mengalahkan kekuatiran akan persoalan kehidupan ?  Terlebih jika kita bisa melakukan pelayanan /perhatian kepada sesama, memberi orang yang berkekurangan maka Iman itu menjadi hidup....karena semua orang mengejar investasi yang tiada habis, tapi orang percaya mengejar nilai kekekalan dengan dapat berbagi di tahun ekonomi yang tidak bagus secara nasional....beda bukan?


Dalam Prediksi Politik : Iman Kristen VS Pancasila /UUD / Bhineka Tungga Ika 

 Urgensitas Pendidikan Pancasila Dalam Pendidikan Kita

Copas dari PS news – Ramalan Djuyoto Suntani (Direktur Perdamaian Dunia/ The World Peace Committe) yang dilansir dari Antaranews edisi 27 Desember 2007 bahwa pada tahun 2015 mendatang Indonesia bisa pecah, semakin mendekati kenyataan. Eskalasi politik di ajang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Juli 2014 masih saja memanas, meski KPU RI telah menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai pemenangnya. Namun kemenangan tersebut tidak diterima begitu saja oleh pasangan Prabowo-Hatta. Pasangan nomor urut satu ini mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi  (MK) atas kasus dugaan kecurangan pada proses Pilpres Juli 2014 lalu. Bahkan saking ketatnya persaingan kedua pasangan kontestan Pilpres tersebut, hingga merembet pada masalah-masalah yang sensitive seperti, isu agama, suku, sekulerisme, komunisme, HAM, kapitalisme dan sebagainya.Kondisi ini semakin menguatkan prediksi Djuyoto Suntani bahwa Indonesia bisa pecah pada tahun 2015 seperti dilansir dari Antaranews (edisi 27 Desember 2007-red).  Menurut Djuyoto, Indonesia pada 2015 diperkirakan bisa pecah menjadi sedikitnya 17 negara bagian.Dan sebagai induknya Negara Republik Jamali (NRJ) yang terdiri atas Jawa-Madura dan Bali, sebagai cermin imperium Majapahit zaman dulu.  “Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.
Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia dipecah menjadi enam negara merdeka, dan demikian juga Cekoslowakia. “Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.
Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme. Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto, “Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI”. Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh nasional, seperti Djafar Assegaf itu, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia.Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar Amerika Serikat/AS menguasai dunia”, yang digarap oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul di permukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).
“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” katanya. Perbedaan itu dapat disatukan, menurut dia, lantaran adanya Pancasila, di antara sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, kemudian dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka. “Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4),” katanya.Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi, ia mengusulkan, saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI. Ia menilai, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.  Buku berjudul “Indonesia Pecah” yang terdiri atas 172 halaman, menarik untuk dibaca karena sedikit-dikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terancam pecah, seperti siklus sejarah tujuh abad atau 70 tahun.

Dari info diatas maka kita menyadari memang sewajarnya Indonesia Pecah karena terlalu beragamnya kemajemukkan di Indonesia, mudah sekali untuk menjadi rawan antar satu golongan dengan golongan lainnya....apa yang menyebabkan persatuan ? Kekuatan NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika....
Apakah iman Kristen mampu menembus untuk mempersatukan bangsa ini?  tantangan iman kristiani di negeri ini adalah menjadi pemersatu, pembawa damai, persahabatan dan kasih kepada suka apapun dan agama apapun.......apa pengaruh iman kita ? apakah kebenaran kita berada diatas UUD 45/Pancasila /Bhineka Tunggal ika  yang "seharusnya" jauh lebih baik untuk mempersatukan bangsa ATAU dibawah kekuatan UUD 45/pancasila /Bhinneka tunggal ika?? bagaimana iman orang kristen di negri ini akan menjadi "pandangan" orang lain terhadap keberadaan kita.....

Semoga tahun 2015 kita mempunyai strategy baru untuk menyatakan iman yang kita miliki berharga untuk disaksikan kepada dunia dan menjadi nyata dalam dampak kehidupan sehari-hari...jangan taruh investasi nilai kekekalan dan peretumbuhan rohani dinomer paling belakang, jika tidak mau ikut arus.....:)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gereja, Prapaskah dan Covid-19 ( jatim darurat bencana covid 19, 20 maret 2020) Masa Prapaskah 2020 diiringi dengan situasi ...