Kamis, 14 Februari 2013

Love Never Fails









Love Never Fails




Pernah menonton film yang berjudul "Love Never Fails"? Film ini benar-benar amat menyentuh sekali. Sebuah kisah kesaksian dokumentasi mengenai seorang aktor Singapura yang baru menikah seminggu, dan kemudian aktor ini menderita kanker pada hidungnya.

Bisa dibayangkan bagaimana penderitaannya dan juga istrinya ketika itu. Pertama kali mendengar pernyaaan dokter ia menderita kanker, dia sangat shock. Dia harus menjalani perawatan radiasi untuk mematikan sel kanker. Tetapi perawatan itu juga akan mematikan sel-selnya yang normal. Bahkan setelah menjalani radiasi, untuk minum saja merupakan sesuatu yang sangat sulit baginya.

Istrinya berdoa setiap pagi, siang dan malam. Suatu hari ia ingin makan dan meminta tolong kepada istrinya. Dan ia sangat kesakitan karena hal itu. Istrinya tidak dapat berbuat apa-apa. Istrinya berdoa, "Tuhan, Engkau adalah Tuhan yang dapat melakukan mukjizat. Dapatkah Engkau menolong kami?"

Kemudian tiba-tiba dia teringat ayat mengenai Laut Merah. Ketika itu, sang aktor melihat tangan Tuhan, memegang tangannya dan membimbingnya mengambil gelas susu yang besar, kemudian dia dapat meminum segelas susu hingga habis tanpa rasa sakit. Sungguh Kuasa Allah nyata atas doa dari istrinya.

Hingga saat hasil dari dokter keluar, hasilnya sangat tidak baik. Karena tumor menjadi ganas dan mulai menyerang mata kiri dan otaknya. Tumor ini sangat agresif dan dokter menyatakan hidupnya tinggal 3 bulan lagi.

Perlahan-lahan, tumor mulai merusak muka dan rambutnya. Sang istri sangat kuatir bila suaminya menjadi patah semangat dan meninggalkan Tuhan. Tetapi suatu hal yang luar biasa, sang suami tetap setia kepada Tuhan. Dia mengerti bahwa Tuhan mengasihi dia dan dia percaya akan hal itu. Bahkan ketika dokter meninggalkan ruangan, dia berkata kepada istrinya, "Alice, Alkitab berkata bahwa hidup kita ada di dalam tangan Tuhan bukan di tangan dokter. Tuhan belum menghendaki saya untuk pergi. Saya tahu Tuhan masih menginginkan saya untuk mengalami pengalaman yang lebih lagi bersama-sama dengan Dia." Sungguh suatu pernyataan yang amat luar biasa dengan kondisi wajah yang sudah berantakan dan hidup yang tinggal sebentar lagi.

Dia selalu mengatakan, "Saya masih mempercayai Tuhan. Saya percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus 100%." Tuhan mengasihi tanpa batas. Dia Allah yang luar biasa dan hebat. Itulah yang menjadi sumber kekuatan baginya.

Dia mulai bersaksi atas segala kasih Tuhan kepadanya dengan wajahnya yang semakin hari kian memburuk didampingi oleh istrinya yang terus setia mendampinginya. Bagaimana di dalam segala kesakitan dan penderitaannya untuk tidur, makan dan aktifitas-aktifitas lainnya, dia merasa Tuhan tetap mengasihi dia. Setiap dia mulai putus asa, dia selalu berdoa dan minta kekuatan kepada Tuhan untuk berbicara kepadanya.

Ketika dia membuka alkitab, Tuhan memberikan kekuatan dengan ayat dari Yosua 1:9, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi".

Pernah suatu hari dia bertemu dengan orang yang belum mengenal Yesus. Dengan wajahnya yang memburuk dan mata yang hampir tidak dapat dibuka, dia masih menyapa orang itu dan berkata, "Apakah Anda pernah mendengar tentang Yesus?"

Dengan kanker yang menyerangnya, dengan kesakitan yang dimilikinya, dia tetap selalu membagikan bahwa "Yesus mengasihimu!"???

Pada tahun 1995 saat tahun baru Cina, mereka kembali ke Singapura. Dan dia bertanya kepada istrinya, "Tahukah kamu kenapa saya kembali ke Singapura? Kamu pasti berpikir karena saya merindukan orang tua saya. Tetapi sebenarnya tidak. Saya kembali untuk memberitahukan bahwa "Tuhan mengasihi mereka, mereka tidak tahu hal itu.'". Istrinya tahu bahwa dia kembali hanya untuk menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepadanya.

Sesampainya di Singapura, dia berkunjung ke keluarga, saudara dan teman-temannya untuk mengatakan bahwa Tuhan mengasihi mereka. "Ketika saya dalam keadaan tertekan dan jatuh, saya membaca Alkitab. Dan dengan mendengarkan firman Tuhan dan berbicara tentang Tuhan, saya sungguh merasa mendapatkan kekuatan."

Dia selalu memberitakan injil dengan semangat dan penuh pengucapan syukur kepada Tuhan. Mengatakan Tuhan tidak pernah berubah. Itu benar!! Dia selalu bersyukur memiliki seorang istri yang baik.

Bahkan dokter yang merawatnya pun begitu heran dengan kekuatan dari istrinya yang dapat melebihi kekuatan tiga suster full time di rumah sakit dalam merawat suaminya. Istrinya ini menjaga suaminya, menyiapkan makanan, membersihkan luka-lukanya dan hanya tidur di kursi untuk menjaga suaminya.

Suatu kenyataan bahwa "seseorang' yang diberikan Tuhan untuk kita, akan mendampingi kita selamanya. Dan ketika bersandar kepada Tuhan, DIA akan memberikan kekuatan itu. Ketika istrinya melihat kesehatan suaminya semakin merosot dan wajahnya semakin mengerikan, setiap saat istrinya memeluk dia. Istrinya tidak pernah merasa takut.

Istrinya berkata, "Setiap saya melihat wajah suami saya, saya melihat kasih Yesus terpancar dari wajahnya. Dari dirinya saya melihat Yesus. Setiap saya melihatnya, saya selalu ingin mencium dia. Saya sungguh-sungguh merasakan bahwa perkawinan yang Tuhan berikan sungguh merupakan suatu anugerah terbesar yang pernah Tuhan berikan yang menyatukan kami menjadi satu. Saya belajar banyak sebagai seorang istri."

Dalam suatu kejadian, ketika sang istri melihat suaminya, dia menangis kepada Yesus. Dan sang istri berkata, "Tuhan, kehidupan ada di dalam tangn-MU. Tuhan, Ralph adalah milik-Mu, bukan milikku. Engkau mengasihinya lebih dari saya mengasihinya. Saya bersyukur karena Engkau mengasihinya. Berbelas kasihanlah ya Tuhan. Berikan kekuatan kepadaku untuk dapat melalui saat-saat ini."

Di dalam kesusahannya, sang istri sering menyanyikan lagu ini yang selalu memberikannya kekuatan untuk terus memuji-muji Tuhan.

Let us sing to the Lord a new song
Sing to the Lord all the earth
Sing to the Lord
Praise His name
Proclaim His salvation day after day.... hey
Declare His glory among the nations
His marvelous deeds among all peoples
For great is the Lord and most worthy of praise
He is to be feared above all gods... above all gods
Satu keyakinan dari sang istri bahwa suaminya berada di surga. Dia tidak mati, dia hanya tidur dan telah bersatu dengan Tuhan. Di sana tidak ada lagi kesakitan. Yang ada hanyalah kasih Tuhan.

Satu lagu favorit dari Ralph yang selalu dinyanyikannya :

The Lord is my strength my strength
The Lord is my strength in times of trouble
The Lord is my help my help
The Lord is my help, an ever present help
The Lord is my refuge my refuge
The Lord is my refuge and my heart is steadfast
God is my strength and my help
Only God Himself is my refuge
Dari kisah di atas kita dapat melihat seorang yang begitu amat mengasihi Yesus. Bahkan di dalam kesakitan, penderitaan dan apapun yang terjadi di dalam hidupnya, dia selalu dapat bersyukur dan bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Dia selalu meyakini bahwa Tuhan selalu mengasihinya.

Dia menganggap segala penderitaan yang harus dijalaninya, dipakai Tuhan untuk memberkati sesamanya. Melalui kesaksian dirinya, banyak orang yang merasa dikuatkan. Bahkan seluruh keluarganya pun akhirnya menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Nyatalah bahwa "dibalik suatu penderitaan yang berat pun, ada rencana Tuhan yang telah disediakan. Dan rencana Tuhan amat sangat indah".

Akhir kata, kuatlah selalu di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Bersyukurlah dan setialah selalu dalam segala keadaan, dalam segala penderitaanmu, karena semua itu hanyalah sementara. Jadikanlah semua itu untuk mengerjakan karya Tuhan yang besar. Sebagai kesaksian yang hidup, dimana Anda dan saya dapat membawa jiwa-jiwa kepada Kristus.

Rabu, 13 Februari 2013

Sejarah Iman : Rabu Abu & Kamis Putih...






Rabu Abu dan Kamis Putih....




Sejarah hari gerejawi Rabu Abu dan Kamis Putih
Rabu Abu
Nama “Rabu Abu” berasal dari ritual Gereja yang sudah ada sejak kurang lebih abad kesepuluh Masehi (tradisi barat baik Protestanisme dan katolik Roma), yaitu pengolesan abu berbentuk salib pada kepala atau kening/dahi umat sebagai tanda kerendahan hati di hadapan Allah. Ritual itu sekaligus juga menyimbolkan perkabungan dan dukacita karena hadirnya maut ke dalam dunia sebagai upah dosa.  Hari pertama sebagai pembuka masa pra paskah adalahg dengan ibadah Rabu Abu. Abu dipakai sebagai kiasan yang berarti tak berharga (Yes. 44:20) dan memuakkan (Ayub 30:19), kesengsaraan (Mzm 102:9; Yer. 6:26) dan malu ( 2 Sam 13:19), kerendahan diri di hadapan Allah (Kej. 18:27; Ayb 42:6) dan perasaan sedih karena berdosa (Dan. 9:3; Mat 11:21). Setelah Rabu abu, baru diikuti masa quadragesima /latin  yang artinya “empatpuluh” yakni pra-paskah.
Bapa Pius Parsch, dalam bukunya “The Church’s Year of Grace” menyatakan bahwa “Rabu Abu Pertama” terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Biasanya pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan, “Ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu” (Kej. 3:19) atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.   Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester. Ketika Raja Niniwe mendengar nubuat Yunus bahwa Niniwe akan ditunggangbalikkan, maka turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. (Yunus 3:6). Dan ketika Ester menerima kabar dari Mordekhai, anak dari saudara ayahnya, bahwa ia harus menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya, Ester menaburi kepalanya dengan abu (Ester 4C:13). Di dalam Mazmur 102:10, penyesalan juga digambarkan dengan “memakan abu”: “Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan.”


Pada hari ini umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuna di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester 4:1, 3).  Seringkali pada hari ini bacaan di Gereja diambil dari Alkitab, kitab II Samuel 11-12, perihal raja Daud yang berzinah dan bertobat.
Kamis Putih
Minggu Pra-paskah seringkali dinamakan juga minggu sengsara, padahal seharusnya minggu sengsara baru dimasuki setelah minggu palma ( Tuhan Yesus memasuki Yerusalem).  Pada Minggu sengsara ini ada tiga masa yang menjadi fokus peringatan, yakni  kamis putih, jumat agung, sabtu suci dan malam paskah (katolik).
Untuk Kamis putih Kamis Putih  adalah mengingat Peringatan Perjamuan Terakhir Kristus bersama murid-muridNya , beberapa Gereja juga melaksanakan upacara pembasuhan kaki.   Upacara pembasuhan kaki adalah mengambil makna dari kebiasaan orang yahudi, dimana bagian yang kotor dari tubuh manusia harus dibersihkan lebih dahulu ; untuk orang yunani hal ini menunjukkan suatu kehinaan karena dilakukan oleh budak kepada tuannya (bawahan kepada atasannya).  Ketika Tuhan Yesus melakukan untuk murid-muridnya menjadi suatu pelajaran yang berharga, yakni ALLAH yang mau datang melayani umatNYA
.
Makna Teologis Rabu Abu dan Kamis Putih
1)      Pertobatan dan kelahiran baru adalah moment yang penting dalam sejarah keselamatan umat.
2)      Pertobatan dan Kelahiran baru sangat berhubungan dengan seseorang memasuki masa prapaskah dan paskah.  Semua rangkaian sejarah iman ini dapat menjadi rangkaian menjadi pengajaran jemaat untuk proses pertumbuhan rohani yang perlu diajarkan : pengakuan dosa /pertobatan; perjalanan rohani untuk mencapai kemenangan dengan belajar dari pengorbanan KRISTUS sampai kepada kemenangan yang sesungguhnya karena kebangkitan KRISTUS.
3)      ALLAH datang dengan cara yang “hina” untuk menebus dosa manusia.  DIA merendahkan diriNYA dan rela menjadi hamba untuk keselamatan umat manusia

Sabtu, 18 Agustus 2012

kemerdekaan Indonesia ke-67

KEMERDEKAAN DAN KEMENANGAN  MILIK SIAPA ??



 Kemerdekaan Milik Siapa??


Senangnya ketika kemerdekaan Negara ini dirayakan kembali, umumnya lagu-lagu kebangsaan dikumandangkan, diskusi tentang Indonesia dan masa depan Indonesia yang penuh harapan, kemeriahan jalan-jalan di kota besar dengan berbagai atribut-atribut kebangsaan, upacara-upacara kebangsaan dan kemerdekaan dilaksanakan, gedung-gedung yang dihiasi dengan bendera Merah putih yang dikreasikan sedemikian indah, demikian pula perumahan-perumahan dan kampung-kampung dimana minimal bendera berdiri tegak dihalaman rumah mereka.... Semarak kemerdekaan ternyata tidak sesemarak masyarakat yang hidup di negri ini , jeritan kerinduan akan kemerdekaan masih terdengar dimana-mana ...mereka yang notabene masyarakat Indonesia yang sudah 67 tahun merdeka ternyata mereka masih berjuang untuk menggapainya...mereka masih terjajah, yang ironis bukan oleh penjajah dari luar negrinya, tetapi oleh orang-orang di negrinya sendiri....lebih terluka dan menyakitkan....
Mari kita mencoba menempatkan diri sebagai orang-orang yang ada dibawah garis kemiskinan, busung lapar dan tidak punya hak apa-apa atas negri yang dibilang sudah merdeka ini, hak mereka dirampas oleh penguasa-penguasa negri ini, lahan mereka dimakan oleh saudara sendiri dan bahkan dibiarkan jatuh dan sengsara.....
Mari kita menempatkan diri mereka yang tidak memiliki hak untuk bekerja dinegri sendiri, sehingga dengan menekan rasa cemas yang tidak menentu dan kerelaan mungkin kehilangan suami atau anak mereka untuk bekerja di negri orang, negri ini malah bangga mengatakan mereka pahlawan devisa...padahal mereka terlunta-lunta bekerja keras, bahkan dengan terpaksa harus "menjual" tubuh mereka untuk dapat melangsungkan kehidupan, nyawa taruhan mereka......bagaimana hak mereka di negri yang merdeka ke-67 ini....
Mari kita menempatkan diri mereka yang sengaja dijual (bukan barang) oleh saudara mereka sendiri dan "dipakai" oleh saudara mereka lainnya....lingkaran setan harus dihadapi di negri yang katanya merdeka ini...apa arti kemerdekaan ini bagi kesengsaraan yang tiada habisnya...


Ironis sekali semarak kemerdekaan dengan kenyataan masyarakat yang ada didalamnya, sebenarnya kemerdekaan ini milik siapa?  mengapa kita merayakannya?  Bukankah ketika kita merayakan kemerdekaan ini malah kita lebih melukai mereka yang terlunta-lunta di negri ini, mereka semakin merasakan cibiran kita akan kemerdekaan yang sebenarnya nonsense ......kita semua seharusnya masih turut berjuang dengan mereka yang belum dapat menikmati apa yang disebut kemerdekaan.....kita baru bisa merayakan kemerdekaan jika banyak orang di negri ini memiliki kehidupan yang layak di negri yang sebenarnya kaya raya ini...



Kemenangan milik siapa??


fenomena yang lain yang cukup menarik dinegri ini (seiring dengan hari kemerdekaan indonesia) adalah fenomena lebaran atau idul fitri, begitu luar biasanya penduduk indonesia merayakannya, mereka akan berbondong-bondong dan tidak peduli kemacetan atau kesusahan dalam perjalanan demi berjumpa dengan sanak saudara di kampung halaman masing-masing.  Hal ini dapat dimaklumi karena saudara-saudara kita kaum muslim sedang merayakan kemenangan atas upaya mereka menjalankan puasa selama satu bulan penuh.
Kemenangan itu tentu patut dirayakan dan perayaan itu pastilah menyenangkan....kiranya kemenangan dan kesenangan yang dirasakan saudara-saudari kita yang muslim disertai kerinduan yang besar juga untuk kemenangan dan kesenangan seluruh saudara-saudaranya yang hidup di negri yang sama.  Karena kemenangan yang sesunguhnya bukanlah ketika ada pihak lain yang dikalahkan atau disengsarakan, tetapi ketika kemenangan atas perlawanan "nafsu" diri yang sudah dapat dikendalikan menyebabkan kemenangan dan kesenangan saudara-saudaranya yang lain....Apalah arti kemenangan jika ternyata kemenangan itu merayakan kekalahan dan kesengsaraan pihak lainnya, berarti belum menang melawan nafsu dirinya sendiri....kiranya saudara-saudara kita yang muslim benar-benar bisa menang di hari yang fitri ini, karena kemenangan itu akan membuahkan banyak kesenangan bagi orang-orang yang hidup di negri ini, maklumlah karena kaum muslim adalah saudara yang dominasinya paling besar di negri ini....kiranya kemanangan itu dapat dimiliki negri ini juga ditengah keragaman, kerjasama dan menciptakan perdamaian di negri ini..


Mari Memperjuangkan Kemerdekaan....Mari Memperjuangkan Kemenangan ...

Kita Hidup tentu tidak bisa lepas dari sesamanya, kita tidak bisa mengatakan MERDEKA sementara sesama kita mengalami kesengsaraan dan ketertindasan...kita akan terus memperjuangkan kemerdekaan itu secara bersama-sama...supaya senyum dan kesenangan kita juga dapat dimiliki banyak orang di negri ini....
Kita juga tidak lupa bahwa kita hidup BERSAMA di negri ini dengan penuh keragaman suku, budaya, agama .....janganlah keragaman itu menjadikan kita terpisah satu dengan yang lainnya, biarlah keragaman itu menjadi keunikkan tersendiri yang indah di negri ini....keragaman adalah kekayaan kita, hal ini bisa dipertahankan jika kemenangan kita juga menjadi kemenangan lainnya, kemenangan kita akan "nafsu jahat" di diri kita akan seiring dengan kesenangan dan kemenangan pihak lain dalam hidup damai dan sukacita di negri ini....

catatan kecil perenungan di hari Indonesiaku....negri tumpah darahku....doaku..

Pencapaian Doktor FISIP UNAIR

  UJIAN DOKTOR TERBUKA  19 JUNI 2025  Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik  Panitia Penguji Disertasi  Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs....