Selasa, 04 Oktober 2016

Short Term Mission Trip ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR- INDONESIA


ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR 






         
                                    Gereja yang kena gempa namun tetap berdiri 

 Mengapa Gereja Perlu Mengadakan Short term Mission Trip (StMT) ? 

StMT adalah bagian dari program Gereja yang dapat dilakukan dalam rangka belajar (pelayanan, budaya, kehadiran misi dan injil) /study banding, pengenalan akan daerah lain, saling membantu dan berbagi tanpa diikat dominasi ttt, dan masih banyak lainnya sebagai tujuan dan sasaran StMT.
StMT dapat menjadi link yang berkesinambungan antara lembaga gereja interdenominasi, atau dalam mengerjakan proyek-proyek pelayanan pemberdayaan masyarakat, pemupukan iman atau memperlengkapi pemimpin atau regenerasi.

Gereja perlu mengadalah StMT karena kehadiran Gereja adalah untuk menjadi terang dan mewartakan kerajaanNya yang membawa damai, kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya dibatasi pada lokal gereja /denominasinya saja.  Gereja dalam menjalankan misinya dapat bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, pemerintahan daerah atau lembaga-lembaga lainnya untuk pembangunan manusia seutuhnya. Gereja yang hidup akan memiliki program-program misi karena Gereja hadir untuk mewartakan kasihNya bagi Dunia sekelilingnya.

Bagaimana Memulai untuk mengadakan StMT ? 

Kesempatan  : Gereja yang memiliki beban untuk bisa berbagi dengan sesama dan menjadi berkat bagi bangsanya, pasti ada jalan untuk memulai pelayanan misinya. Kesempatan selalu diberikan, perlu kepekaan-kepekaan akan "suara" Allah dalam melihat pelayanan-pelayanan dan pekerjaan misi yang sangat luas.  Mau kemana ? Kenapa kesana ? Apa yang bisa dilakukan ? Adakah yang sudah melakukan pelayanan misi disana ? dll... adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus terus menerus digumulkan Gereja dalam menjalankan misinya, hal ini penting supaya pelayanan misi dapat dilakukan seefektif mungkin dan dipersiapkan dengan baik.

Pergumulan Bersama :Doa  

Banyak orang/jemaat mengira pelayanan-pelayanan misi /StMT adalah proyek jalan-jalan, :) tentunya kalau menggumuli arti dan makna Gereja yang sesungguhnya maka tidak lagi mempunyai pikiran-pikiran kearah sana, namun tidak mengapa karena kritik dan saran selalu dibutuhkan dalam pelayanan-pelayanan apapun. StMT dimulai dari kesempatan dan Doa yang sungguh untuk berbagi kehidupan (sekalipun yang mau berbagi akhirnya mendapat berkat dari belajar kehidupan iman , budaya, gereja dari sesamanya).  Banyak daerah-daerah memerlukan akan bantuan untuk bisa terus bertumbuh dalam iman dan kehidupan secara menyeluruh. Pergumulan-pergumulan untuk pelayanan StMT harus terus menerus didoakan supaya ada kebersamaan dalam melakukan pelayanan-pelayanan dengan kesehatian dan ketulusan

Kesepakatan

Setelah kesempatan, menggumulkan dalam doa maka muncullah kesepakatan untuk daerah yang akan menjadi fokus StMT. Tidak mudah mencapai kesepakatan, tetapi jika sudah dimulai dari kerinduan berbagi dengan tulus, bergumul dan berdoa maka pasti ada kesepakatan untuk melakukan karya-karya layanan yang indah, apalagi "mewakili" Gereja yang mau berbagi, maka sebagai kepanjangtanganan kasih yang akan disampaikan kepada sesama.  Jika sudah mencapai kesepakatan maka pelayanan apapun akan "mudah" dilakukan karena ada hati, kerjasama dalam melakukan pelayanan-pelayanan misi. Dalam kesepakatan ini maka ditentukan kepastian tim yang akan berangkat beserta tugas-tugas yang akan dilaksanakan, semua tim mempunyai tugas pelayanan yang akan dilakukan, bahkan dapat rangkap dengan tuga operasional tim (tiket, konsumsi, perlengkapan, dll)


Merencanakan Aktivitas Pelayanan /Belajar sesuatu

Sebenarnya merencanakan aktivitas pelayanan sudah dimulai dalam pembicaraan-pembicaraan awal secara umum, misalnya dalam pengenalan akan suatu daerah maka perlu banyak informasi yang harus diketahui, perlu kerjasama dengan orang yang ada di daerah tersebut secara intent, supaya beban dan ide pelayanan dapat muncul seiring dengan pergumulan dan doa yang terus dilakukan, tentunya sangat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan akan setempat

Mengecek semua Kerjasama

Kerjasama yang dilakukan interdenominasi perlu diperhatikan baik-baik, karena sistem gereja atau budaya kepemimpinan gereja berbeda-beda. Setelah meyakinkan bahwa kerjasama dapat berjalan dengan baik melalui surat/komunikasi, maka tim StMT dapat berangkat ke tempat yang dituju.


Tim StMT GKI Sulung Surabaya 15-19 September 2016

GKI Sulung sejak 2008 memiliki Bidang Misi (sebelumnya Komisi Pekabaran Injil), sesuai namanya maka Bidang ini dibentuk dalam memenuhi pelayanan-pelayanan Gereja kepada Dunia sekelilingnya.  Tentunya tidak hanya fokus Pemberitaan Injil semata-mata tapi lebih bersifat menyeluruh (holistik) yang menjadi kesaksian Gereja dalam menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi, yakni menyatakan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan bagi banyak orang ( Lukas 4:18-19)

StMT GKI Sulung disepakati untuk memperhatikan daerah Alor, Nusa Tenggara Timur.  Ini sebuah kesempatan bagi GKI Sulung untuk berbagi, karena memang sudah beberapa tahun sebelumnya bidang misi memperhatikan Indonesia bagian Timur ( Papua, Soe /Amanuban, dll) karena banyak keprihatian yang dilihat baik secara iman, perekonomian, kesehatan dll.  Kita tahu bangsa Indonesia dianugerahi akan begitu banyak kekayaan alam, tetapi apakah itu sudah dikelola dengan baik sehingga menjadi kesejahteraan masyarakat ?
Nah kalau akhirnya StMT Sulung bisa pergi Ke Alor adalah disebabkan juga adanya anggota jemaat yang sudah berkiprah melayani di Alor dalam bidang sosial masyarakat, kami justru hadir untuk berbagi tetapi sekaligus belajar akan tantangan yang dialami jemaat Gereja disana.

Tim StMT pertama kali ini terdiri dari :

1) Bp. ALex Octavia S.Kom (pembekalan ekonomi )- Koord
2) Bp. Yudi Kristian, SE ( Pemusik )
3) Ibu. Devi S, Spd ( Training Guru SM)
4) Drh. Melany ( Pemeliharaan hewan /babi)
5) Ibu Kwie Fa ( Keterampilan )
6) Ibu Hanifah (keterampilan)
7) Pdt. Agustina Manik ( Training guru SM, Pertemuan Perempuan, Ibadah Minggu)
8) Bp. Denny Lalitan ( Penghubung dan Pengarah pelayanan Tim )

Apakah yang bisa kami bagikan untuk jemaat gereja di Alor ?

Berdasarkan percakapan dengan pak Denny lalitan yang menghubungkan tim dengan gereja setempat /GMIT maka ada beberapa hal yang direncakan dalam pelayanan-pelayanan yang dilakukan, yakni :


1. Training Guru Sekolah Minggu
2. Pertemuan kaum Perempuan
3. Pertemuan kaum Bapak
4. Musik
5. Pemberdayaan ekonomi
6. Kesehatan peternakan /hewan
7. Penyegaran Iman
8. Putar film dan pertemuan dengan anak-anak di sekolah
9.dll

Untuk pemberdayaan ekonomi karena kami mendengar akan hasil bumi di Alor adalah asam, kenari, kemiri, mente maka kami mencoba mencari tahu apa yang bisa kami lakukan untuk bisa menambah wawasan dan ekonomi masyarakat, rupaya kami hanya punya kesempatan untuk mengelola asam menjadi minuman dan penyumbangkan alat pengupas biji mente sehingga lebih efektif . Hal yang lain lagi adalah karena banyak masyarakat beternak babi, maka diadakah seminar untuk pemeliharaan babi yang baik sehingga memiiki hasil .
Beberpa dokumentasi yang terekam :






 Wajah Tim yang CERIA karena doyan Wefie :)
Hari Pertama : 
Surabaya -Kupang-Alor


Bandara Alor dekat pantai Maimol,
ke Hotel Pulo Alor - ke pantai Sabanjar untuk menikmati sore hari dengan alam yang indah
Balik ke Hotel dan makan malam bersama di rumah ibu Lien Siang & Bp. Tjen Yen
Balik ke Hotel Pulo Alor 


Pantai Sabanjar - Alor 





Loncat -loncat tidak takut copot hahahah, pantai kayak milik sendiri.....enaknya bermain di pantai :)



Baru datang sudah minum kelapa segar di Pantai Moimal

Hari Kedua : Desa Mahuting 

Persekutuan Doa pagi jam 06.00 dan menyusun rencana pelayanan di desa Mahuting 
Persiapan berangkat ke Mahuting, sampai sekitar jam 10.00 
Pelayanan Anak  - Devi 
Pelayanan murid SD - ALex dan Agustina 
Pelayanan untuk ibu-ibu 
Makan Siang di rumah pastori 
Pertemuan kaum Papa
Pertemuan kaum Ibu 
KKR yang sudah disiapkan , Pemutaran Film dan renungan (film tidak dapat diselesaikan karena alasan teknis )  + pelayanan doa 
catatan : udara sangat dingin























Hari ketiga  dan Keempat : Desa Hermon Pumai 

Berangkat dari Mahuting ke Hermon Pumai jam 08.00 pagi sampai sekitar pukul 10.00
Pelayanan yang dilakukan :

Training Guru Sekolah Minggu
Pemeliharaan hewan /cara berternak babi
Putar film untuk anak-anak
Putar Film untuk Pembinaan iman ( situasi tidak tepat ;) )
Pembuatan keterampilan Gado-gado dan Minuman Asam
Pembedayaan ekonomi : alat pengupas kenari
Pertemuan Pemusik Gereja (training)

Ibadaha Anak
Ibadah Umum
Pertemuan kaum Bapak- perekonomian keluarga
Pertemuan kaum Ibu - kemajuan dan penderitaan perempuan di indonesia













Kalau diperhatikan ada lubang diatas tempat kami duduk adalah untuk 
menyimpang makanan persediaan 


Nah ada kayu yang melingkar dibuat untuk menghindari tikus
 tidak bisa naik ke persediaan makanan




                       






Sedang membuat Minuman Asam +Gula Alor

 
Kaum Perempuan di Gereja Hermon Pumai 








 Anak-anak Alor  yang unyu unyu :)

 





Jemaat GMIT di Hermon Pumai


 Tim Mempersembahkan Pujian dengan bergaya ....hahha
Bersama para majelis dan Ibu Pendeta 

Nah kami Tim dikasih kenang2an tas anyaman , 
kenari dan kacang hijau didalamnya 




                  Alat Pemotongan biji Mente dan LCD diberikan kepada GMIT Hermon Pumai











Hari Kelima :  Kembali ke Surabaya 








SEKILAS yang Menarik dari 
ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR 


Wisata Alam dan Laut yang indah dan mengagumkan 

Taman laut Selat Pantar Alor, salah satu taman laut terindah di Indonesia. Letaknya tepat di wilayah Kabupaten Alor, keunikkannya adalah perpaduan perairan Australia yang dingin dan perairan indonesia yang hangat, hal inilah yang menyebabkan terumbu karang dan isinya seperti biota laut.  Tempat kebanggaan alor ini juga menjadi surga diving, ada 26 titik diving diantaranya adalah half moon bay, peter's prize, crocodile rook, shark close.

Sehubungan alam yang indah maka bisa melakukan berbagai kegiatan olahraga snorkling, diving, jogging, bersepeda, dll


















Hasil Bumi  
Pulau Alor terkenal juga disebut Negeri Nusa Kenari karena dipulau ini banyak ditumbuhi pohon kenari sehingga buah kenari menjadi komoditas unggulan pulau ini. Tentu hasil bumi yang lain juga banyak...

Jagung Titi - KATEMA ...makan jagung yang sudah ditumbuk dan sayur....makanan khas Alor :)






 Pasar Tradional





Kain Tenun Alor 




Budaya : Suku Takpala















(sumber informasi https://www.mobgenic.com/2012/10/10/desa-tradisional-takpala-contoh-kesetiaan-terhadap-alam-dan-tradisi/ )


Desa Takpala adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di atas sebuah bukit namun sekaligus tidak begitu jauh dari pesisir pantai. Desa Takpala berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Sebagai kampung tradisional, Takpala memiliki belasan rumah adat berbentuk limas beratap ilalang yang tertata cukup baik.

Takpala berasal dari dua kata yaitu, Tak yang berarti ada batasnya, sedangkan Pala artinya Kayu. Jadi Takpala berarti Kayu pembatas. Selain itu Takpala juga mempunyai arti kayu Pemukul. Takpala sendiri berasal dari Suku Abui merupakan suku terbesar di Alor, yang biasa disebut juga Tak Abui, dan yang mempunyai arti Gunung Besar.

Desa Takpala mencuat dalam daftar kunjungan wisatawan asal Eropa setelah seorang turis warga Belanda bernama Ferry memamerkan foto-foto warga kampung ini tahun 1973. Ia mengambil foto warga Kampung Takpala untuk kalender dan mempromosikan bahwa di Pulau Alor ada kampung primitif. Sejak saat itu Desa Takpala dikenal orang-orang Eropa dan turis pun berdatangan ke kampung ini.
Kampung Takpala awalnya mendiami pedalaman Gunung Alor tetapi kemudian dipindahkan ke bagian bawah. Alasan pemindahan ini dahulu terkait kewajiban membayar pajak kepada Raja Alor (balsem). Utusan Raja Alor yang hendak memungut pajak kesulitan menjangkau kampung tersebut sehingga akhirnya dipindahkan ke bagian bawah. Adalah Bapak (alm) Piter kafilkae yang menghibahkan tanahnya untuk dijadikan lokasi Kampung Takpala seperti sekarang ini sejak tahun 1940 an.



Suku Abui sendiri yang menghuni kampung ini adalah suku terbesar yang mendiami Pulau Alor. Terkadang mereka biasa disebut juga Tak Abui (artinya gunung besar). Meski warga penduduk yang mendiami kampung ini hanya puluhan tetapi sebenarnya keturunan penduduk kampung ini telah tersebar dan telah mencapai ribuan orang. Masyarakat suku Abui dikenal begitu bersahaja dan sangat ramah terhadap pendatang.

Keseharian suku Abui di Desa Takpala ini adalah memanfaatkan hasil alam terutama hutan dengan berladang atau berburu. Pada saat siang hari otomatis kampung ini terlihat sepi karena sebagian dari mereka akan pergi mencari makanan ke hutan sekaligus berburu. Hasilnya selain dikonsumsi sehari-hari juga dijual di pasar. Makanan aslinya suku Abui umumnya adalah singkong dan jagung. Terkadang mereka mengkonsumsi nasi, akan tetapi dipadukan dengan singkong dan jagung (disebut katemak).

Rumah adat Takpala merupaka andalan pariwisata dari kampung Takpala. Rumah adat ini berupa rumah panggung dan berbentuk seperti piramida. Rumah adat di Takpala ada 2 macam, yaitu Kolwat yang mempunyai arti Perempuan dan Kanuarwat yang mempunyai arti laki-laki. Masih menurut Pak Martinus, masyarakat Takpala mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali membuat rumah bertingkat 4 didunia dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Lantai 1 adalah tempat rapat, lantai 2 tempat tidur dan masak, lantai 3 tempat menyimpan makanan dan lantai 4 untuk menyimpan barang-barang pusaka yang akan dipakai jika ada kegiataan adat.

Selain itu Kampung Takpala memiliki banyak sekali tradisi, diantaranya adalah masuk kebun atau Potong kebun, Potong kebun dilakukan pada bulan Oktober, dimana kayu-kayu besar diturunkan dan terus dibakar sampai dengan bulan November. Pada bulan Desember mulai tanam. Pada Desember akhir sampai Januari acara cabut rumput yang pertama, sedangkan cabut rumput yang kedua bulan maret-April dimana jagung mulai menguning, dan di bulan Mei sudah patah jagung. Pada tanggal 20 Juni Dimana saat itu ada acara masuk kebun dimulai dan dimulai dengan potong hewan. Dengan segala keunikan dan tradisinya, Desa Takpala sangat menarik untuk dikunjungi.



MOKO


Moko atau disebut nekara perunggu merupakan benda budaya zaman pra-sejarah.  Menurut para ahli arkeologi dan sejarah, teknologi pembuatan Moko Alor berasal dari teknologi perunggu di Dongson, Vietnam bagian utara.  Kemudian teknologi ini menyebar ke berbagai daerah di Asia Tenggara, termasuk pulau alor. Secara fisik, moko berbentuk seperti drum dengan diameter 40 cm -60 cm dan tinggi 80-100 cm dan memiliki bentuk yang beragam.


Fungsi Moko pada awalnya adalah alat musik tradional yang digunakan pada upacara adat dan acara kesenian lainnya. Fungsi yang lain adalah alat tukar ekonomi masyarakat Alor (barter juga dapat dilakukan). Seiring waktu yang berganti moko digunakan sebagai peralatan belis /mas kawin serta sebagai symbol status sosial.  Jika pihak pria tidak mempunyai moko pada saat akan menikah maka harus meminjam pada tetua adat, tidak gratis tetapi menggunakan uang yang cukup besar.  Yang memiliki moko lebih dari satu maka menunjukkan status sosial yang tinggi, umumnya mempunyai pengaruh dalam masyarakat.


Jika kita mau melihat moko maka terdapat di Museum seribu Moko atau di perkampungan adat traditional di Takpala atau Monbang.


(alorkab.go.id/webalor 2012/index.php/seputar-alor/95-moko)










Fenomena Alam :  Air menjadi dingin seperti air es dalam waktu kurang lebih 2 jam di Alor Kecil



Fenomena ini hanya terjadi di alor kecil, air menjadi sedingin es bisa terjadi setahun 3 kali . Tanda-tandanya yakni ada banyak ikan lumba-lumba (berkelompok) muncul dan bahkan kadangkala kita melihat lumba-lumba salto diudara, ikan-ikan menjadi tidak berdaya  sehingga menjadi mangsa burung laut, lamanya berlangsung adalah kurang lebih 2 jam. Umumnya penduduk menyambutnya dengan berkumpul disekitar pantai dengan membawa alat-alat seperti saringan, serokan dan ember untuk mengambil ikan-ikan yang sudah tidak berdaya /mati, adakalanya dijadikan pesta makan ikan bersama.






Hot Water Tuti Adage

Tinggi pancuran air panas sekitar 20 cm, setelah terjadi gempa berkurang beberapa cm, namun kehangatannya sangat terasa.  Letaknya adalah di desa Tuti adagae, Alor Timur Laut.




Lanjutan .....17 September 2017

Satu Tahun setelah perjalanan kami ke Alor, maka diadakan Ibadah untuk mengenal Injil masuk alor (sebagai contoh pekerjaanNya di Indonesia Tumur, NTT) .  Tuhan juga memperkenalkan saya pribadi dengan penulis kisah-kisah Injil yang dokumen aslinya di Belanda, diterjemahkan oleh Pdt. DR. Ebenhaezer I Nuban Timo ( Ketua sinode GMIT 2007-2011 dan sekarang dosen sistematika UKSW), bersyukur sekali dia bisa hadir di GKI Sulung .
Ibadah juga dilengkapi dengan kesaksian jemaat Sulung asli Alor , Bp. Denny Lalitan ; GMIT Hosanan di Surabaya - VG Kados dan juga anak anak SM GKI Sulung yang menyanyikan pujian Tuhan cinta semua anak di dunia ...
Tuhan biarlah GKI Sulung adalah alat kerajaanMu dalam merawat iman, bekerjasama bahu membahu dan tidak melupakan "saudara-saudaranya" di Indonesia Timur- tentunya dengan tetap ramah dan bergandengan tangan dengan umat lainnya sebagai saudara sebangsa setanah air- INDONESIA

Note : koord acara ini adalah Benyamin Obed yang sejak 2008 mengikuti pelayanan di Bidang Misi Budaya , GB















Dengan Kasih dan Doa semua akan berjalan sesuai rencanaNya .....Berlanjutkah ? Doakan Jemaat Sulung semakin dewasa dalam bermisi dan mengasihi sesama ...Amin

Minggu, 11 Januari 2015

Meladeni JKKS (Jemaat Keliling Kota Surabaya ) :) Gubrakk dah....!!!




Beberapa waktu lalu saya mendapatkan SMS dari seorang yang "mengaku" jemaat, karena kelihatanya tidak perlu diteruskan diskusinya ......hhh :P  Maklum kami sering kedatangan "bukan" jemaat tetapi dengan tujuan khusus (tidak ingin menjudgement), karena mereka sudah punya gereja maka kami tidak "tertarik" untuk mengiming2i datang ke gereja kami terus, bahkan menganjurkan untuk tetap di gerejanya .......



J: Maaf, perayaan natal kemaren kog ngak ada gift calender ya, knp? (cuma tanyak)
 Saya : Memang demikian diplanning panitia


J : Tahun 2011 dapat, cek nemene rek (sorry bupen)
Saya : Ya Sulung tidak selalu rutin melakukan hal yang sama, karena perlu dievaluasi juga supaya tahu belajar mengenal pimpinan Tuhan dalam program, trims

J: Ok, gpp tp dikit2 kasih gift sedikit aja buat jemaat, gereja mawar sharon aja ada door prize bu.
Saya : ya beda gereja, beda keputusan, perhatian Sulung sama jem dalam hal lainnya. Kog tahu mawar sharon kasih? Apa cari2.....

J : Gak juga , aq dapat info dr teman2 bu pdt. katae gki sulung kebacut tenan, hi...hi...hi..(sory lo bu pdt)
Saya : lebih baik uangnya untuk bantu yg lain, banyak yang kasih kalender dr toko2 dll. Uangnya utk program pembinaan jemaat, datang ya.....
Sulung ngak suka iming2i jem dengan pemberian...org datang kepada Tuhan /gereja malah seharusnya mempersembahkan diri dan karya, bukan mengharapkan mendapat....melayanilah...

J : ya bu pdt, aq percaya THN akan memberkati lebih GKI Sulung, coz banyak membantu orang2 yg kekurangan. GBU bu Tina...hi...hi..hi...
Saya : ya begitu donk, masa sudah lama ikut Tuhan masih sukak mendapatkan.....natal kita memberi perhatian pada pekerjaan Tuhan, bukankah keselamatan dariNya sudah hadiah terbesar...belajar melayani 2015, tdk berharap mendapatkan.....

J: ok, met malam & Selamat melayani Thn bu pdt, aq mau tidur dlu. oh ya face bu pdt imut dech...hi...hi..hi...

 Saya tanpa membalas : dlm hati  ( GUBRAKKKKK....!!)

cerminan jemaat seperti ini ada didalam gereja anda juga !!: ) jemaat yang tidak mengerti bergereja.....dan beberapa gereja terpancing marketing gereja, dan bangga jika penuh orang ....saling bersambut dah....

Kamis, 08 Januari 2015

IMAN KRISTEN VS "ANALISA" 2015 ?

Ada apa dengan tahun 2015 ? banyak orang pasti menginginkan semua berjalan baik, kehidupan meningkat, karir mengalami kemajuan, keluarga sehat dan semakin baik, investasi juga.....urusan iman ? biasanya urutan paling terakhir dipikirkan (kalau sempat mikir) sekalipun nampaknya kita orang yang religious sekali ( kristen: rajin pelayanan).  Oleh sebab ditaruh pada urutan terakhir, maka banyak dari kita iman dan pengetahuannya sebenarnya tidak mengalami kemajuan sepanjang tahun sehingga cara melayani /memandang pelayanan, cara berelasi dengan sesama manusia, cara bisnis, dan semua kehidupan tidak ada implikasi dari iman yang dimiliki, karena imannya berjalan di tempat (kalau tidak ingin dikatan tidak berbuah /berdampak)...:(
Maukah kita mengalami kemajuan kehidupan yang bernilai sesuai dengan iman yang kita miliki?  Mungkin kita perlu memperhatikan analisa beberapa hal yang terjadi disekitar kita, lalu cobalah renungkan apa dampak iman yang kita miliki bagi dunia kita ?  Mungkin bantuannya adalah mempertanyakan 3 hal ini : Apa peranku bagi kehidupan ini?  Bagimana Imanku berfungsi bagi diri dan sesama dalam kehidupan ini?  Adakah strategy baru untuk menempatkan imanku sesuai dengan situasi yang ada sehingga kesaksian sebagai orang percaya menjadi nyata ?

Dalam Prediksi Budaya Cina :Iman Kristen VS Tahun Kambing Kayu


 


Tahun CIna  tahun 2015 disebut tahun kambing kayu yakni 19 feb 2015-7 feb 2016 ; hal ini berarti  tahun ke-8 dari zodiac china yang terdiri dari 12 shio; Arti angka 8 adalah angka keberuntungan, perdamaian dan kemakmuran menurut astroshiopedia .  Dipercaya pula bahwa dalam tahun kambing kayu maka Orang yang lahir dalam tahun ini membawa sifat murah hati, adil, baik hati, lemah lembut, peduli terhadap orang lain.  Makna dari tahun kambing kayu adalah tahun kedamaian dan ketenangan…..sikapnya hidup lebih rileks, santai dan tidak ngoyok tetapi tetap mendapat keberuntungan, ...wow enak sekali :).  Namun ada sisi negatif yakni bersikap ragu- ragu, pasif, ikut arus……

Kalau kita punya iman juga menghasilkan "dampak" seperti tahun kambing kayu, maka apa bedanya?  apalagi jika hidup kita tidak ada sifat murah hati, tidak adil, tidak baik hati, dst  maka iman kita KALAH dengan prediksi budaya (agama ttt) tentang tahun kambing kayu.  Coba bandingkan saja dampak iman kita dengan "dampak" yang luar biasa dari tahun kambing kayu.....bagaimana ?  Harapan kita melalui iman kita jauh lebih berdampak daripada prediksi tahun kuda kayu karena kita tidak mengenal sikap ragu-ragu, pasif dan ikut arus karena iman kita kuat untuk tetap berada pada kebenaranNya...

Dalam Prediksi Ekonomi : Iman Kristen VS  Hedonisme /"Nafsu" Kebutuhan Hidup 

 



Di Media VIVAnews -  seorang ekonom Raden Pardede memprediksi tahun 2015 mendatang perekonomian Indonesia akan berada di level 5,2-5,5 persen. Sementara, inflasi akan berada di posisi 6,5-7,5 persen. Meskipun demikian, Raden yang juga Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset meyakini pemerintah dapat mengatur fluktuasi harga makanan."Akan meninggi di second quarter, katanya .  Tapi, pemerintah bisa mengatur volatilitas harga makanan, akan menurun pada akhir 2015," ungkapnya, selain itu, mantan staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian itu juga mengatakan pada 2015, interest rate diprediksi sekitar 7,8 sampai 8,5 persen. Untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar akan berada di level Rp12.200 sampai Rp12.700 per US$.

Prediksi Ekonomi ini memberitahu bahwa situasi perekonomian tidak terlalu baik, umumnya tanpa kita sadari kita
terjebak menguras tenaga untuk mencari kehidupan yang layak (relatif).  Sebagian kita menjadi cemas dan kuatir sehingga melakukan tindakan apa saja untuk menikmati hidup ( hutang, penggunaan kartu kredit, tergoda shopping berlebihan).  Akankah Iman yang kita miliki mampu menahan "nafsu" bekerja (surabaya : ngoyok) dan nafsu berbelanja, ...Mampukah iman kita mengalahkan kekuatiran akan persoalan kehidupan ?  Terlebih jika kita bisa melakukan pelayanan /perhatian kepada sesama, memberi orang yang berkekurangan maka Iman itu menjadi hidup....karena semua orang mengejar investasi yang tiada habis, tapi orang percaya mengejar nilai kekekalan dengan dapat berbagi di tahun ekonomi yang tidak bagus secara nasional....beda bukan?


Dalam Prediksi Politik : Iman Kristen VS Pancasila /UUD / Bhineka Tungga Ika 

 Urgensitas Pendidikan Pancasila Dalam Pendidikan Kita

Copas dari PS news – Ramalan Djuyoto Suntani (Direktur Perdamaian Dunia/ The World Peace Committe) yang dilansir dari Antaranews edisi 27 Desember 2007 bahwa pada tahun 2015 mendatang Indonesia bisa pecah, semakin mendekati kenyataan. Eskalasi politik di ajang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Juli 2014 masih saja memanas, meski KPU RI telah menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai pemenangnya. Namun kemenangan tersebut tidak diterima begitu saja oleh pasangan Prabowo-Hatta. Pasangan nomor urut satu ini mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi  (MK) atas kasus dugaan kecurangan pada proses Pilpres Juli 2014 lalu. Bahkan saking ketatnya persaingan kedua pasangan kontestan Pilpres tersebut, hingga merembet pada masalah-masalah yang sensitive seperti, isu agama, suku, sekulerisme, komunisme, HAM, kapitalisme dan sebagainya.Kondisi ini semakin menguatkan prediksi Djuyoto Suntani bahwa Indonesia bisa pecah pada tahun 2015 seperti dilansir dari Antaranews (edisi 27 Desember 2007-red).  Menurut Djuyoto, Indonesia pada 2015 diperkirakan bisa pecah menjadi sedikitnya 17 negara bagian.Dan sebagai induknya Negara Republik Jamali (NRJ) yang terdiri atas Jawa-Madura dan Bali, sebagai cermin imperium Majapahit zaman dulu.  “Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.
Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia dipecah menjadi enam negara merdeka, dan demikian juga Cekoslowakia. “Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.
Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme. Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto, “Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI”. Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh nasional, seperti Djafar Assegaf itu, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia.Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar Amerika Serikat/AS menguasai dunia”, yang digarap oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul di permukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).
“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” katanya. Perbedaan itu dapat disatukan, menurut dia, lantaran adanya Pancasila, di antara sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, kemudian dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka. “Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4),” katanya.Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi, ia mengusulkan, saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI. Ia menilai, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.  Buku berjudul “Indonesia Pecah” yang terdiri atas 172 halaman, menarik untuk dibaca karena sedikit-dikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terancam pecah, seperti siklus sejarah tujuh abad atau 70 tahun.

Dari info diatas maka kita menyadari memang sewajarnya Indonesia Pecah karena terlalu beragamnya kemajemukkan di Indonesia, mudah sekali untuk menjadi rawan antar satu golongan dengan golongan lainnya....apa yang menyebabkan persatuan ? Kekuatan NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika....
Apakah iman Kristen mampu menembus untuk mempersatukan bangsa ini?  tantangan iman kristiani di negeri ini adalah menjadi pemersatu, pembawa damai, persahabatan dan kasih kepada suka apapun dan agama apapun.......apa pengaruh iman kita ? apakah kebenaran kita berada diatas UUD 45/Pancasila /Bhineka Tunggal ika  yang "seharusnya" jauh lebih baik untuk mempersatukan bangsa ATAU dibawah kekuatan UUD 45/pancasila /Bhinneka tunggal ika?? bagaimana iman orang kristen di negri ini akan menjadi "pandangan" orang lain terhadap keberadaan kita.....

Semoga tahun 2015 kita mempunyai strategy baru untuk menyatakan iman yang kita miliki berharga untuk disaksikan kepada dunia dan menjadi nyata dalam dampak kehidupan sehari-hari...jangan taruh investasi nilai kekekalan dan peretumbuhan rohani dinomer paling belakang, jika tidak mau ikut arus.....:)







Pencapaian Doktor FISIP UNAIR

  UJIAN DOKTOR TERBUKA  19 JUNI 2025  Pdt. Em. Dr. Bertuah Agustina Manik  Panitia Penguji Disertasi  Ketua : Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs....